Thursday, 10 April 2014

Ilmu Di Ruang Hemodialisa 2


                     13971220051739149984

                                         sumber: jellygamatt.com


**Ulasan ini saya ambil dari pengalaman RINTA WULANDARI- Calon Perawat.


Begitulah pasien HD. Bila tengah cuci darah lalu badannya demam, maka bukan kepala,ketiak,atau paha yang dikompres dengan air hangat. Tapi Kain kompres itu dililit  pada Dialiser,sejenis tabung pada mesin dimana darah mengalir. 15 menit kemudian akan terlihat reaksinya,

Kuliah singkat pun diberikan pada calon-calon perawat itu.
Ginjal itu bentuknya seperti Kacang Merah,sekepalan tanngan manusia. Berat ginjal orang dewasa sekitar
80-140 gram. Ginjal kiri lebih besar dan lebih tinggi.

Didalam ginjal ada Nefron tugasnya menyaring zat sisa yang dibutuhkan tubuh,seperti protein Nabati namanya Ureum,ini yang paling banyak dalam tubuh.
Sedangkan protein otot namanya Kreatinin.Protein-protein itu diserap secukupnya oleh tubuh.
Jika protein lebih akan dibuang tubuh malalui ginjal berbentuk urine.
Jika ginjal rusak, maka sampah itu tak bisa keluar, dan diserap kembali oleh  tubuh.
Maka penderita ginjal kalau ditest Lanoratorium, Ureum dan Kretaninnya tinggi.

Ginjal juga menjaga keseimbangan elekrolit,asam dan basa dalam tubuh.
Misalnya kita makan buah yang mengandung Kalium, bagi yang normal makan buah itu badannya akan segar.Bagi penderita ginjal itu mempengaruhi keasaman darah.hingga pasien mual atau muntah.
Karna kelebihan kalium itu tak tersaring dan tak terbuang .

Ginjal juga menghasilkan hormon.
Hormon Renin Angiotensin untuk keseimbangan fungsi ginjal,kalau terganggu mengakibatkan Hipertensi.
Kemudian mengandung eritropoitin umtuk pembentukan sel darah merah di tulang belakang.Bila berkurang pasien akan anemis.

Lalu ginjal mengandung hormon Kolsitriol aktif dalam penyerapan dan pembentukan vitamin D.
Jika gagal ginjal, maka pasien akan menderita Osteoporosis.

Kebanyakan penderita ginjal didiagnosa CKD atau Kronik,sedikit yang Akut.
Kronik, datangnya tidak mendadak. Bisa disebabkan karna Diabetes,atau Hipertensi.
Jadi saat Gula Darah tinggi maka darah mengalami kepekatan.Oksigen yang dibawa darah ke jaringan perifer berkurang,gula darah tak seimbang, maka rusaklah nefron.
Jika  hipertensi,glomelurusnya yang jebol. membuat protein tidak keluar lalu mengendap.

Penderita ginjal akut,bila terjadi syok berat karena dehidrasi.Bila tidak ditangani akan terjadi kerusakan ginjal permanen dan harus cuci darah.
Keracunan,kejengkolan, atau karna obat, bisa mengakibatkan Ginjal akut.
Orang yang dicangkok ginjalnya kadang tidak tau,bahwa ginjalnya sudah lama hanya berfungsi 25%.
Cirinya oedama,kadar kreatinin dan ureum meningkat.

Hemodelisa hanya alat yang berfungsi menyaring. Tapi tak bisa memproduksi horman yang biasa dilakukan ginjal. Untuk mengantisipasi hormon paling dokter hanya memberi obat anti hipertensi,pengkondisian renin,tablet kalstreol,dan vitamin.

Calon Perawat itu ada yang bertanya,
"Sampai kapan pasien mencuci darahnya?"

"Yaa..sampai seumur hidup mereka. Ada yang seminggu 2 kali,cuma jeda beberapa hari mereka harus cuci lagi. Mengeluarkan sampah yang  telah mereka tumpuk itu..."

"berapa ongkos cuci darah,sekarang?"

"Klau sekarang sudah  murah sih... cuma Rp 550.000,-, Kalau dengan BPJS cuma bayar 25.000 per bulan. Cuci darah tiap bulan tak dipungut baiaya lagi.

Akh... semurah apapun, gratis sekalipun, tentu sehat lebih mahal dari segala.
Semoga Ilmu itu membuat kita lebih bamnyak lagi bersyukur.
Mari kita hitung, berapa banyak Allah bebaskan kita dari mengeluarkan uang sebanyak itu per hari.
Itu baru ginjal, belum lagi organ tubuh yang lain.

Semoga bermanfaat, jadi "Pengingat" buat saya dan sahabat semua,yaa..



























No comments:

Post a Comment