Saturday, 5 April 2014

Jam Tangan Saya Dulu Hingga Kini






Masih ingat, kapan Anda memakai jam tangan pertama kali?

Kelas 1 SMP Ibu membelikan saya jam tangan metalik berantai, merk Citizen yang kondang saat itu.
bentuk segi lima, mungil. Harga 25 ribunya  jaman dulu! Lumayan awet, sampai barang itu hilang.

Jam tangan ke 2 oleh-oleh dari Oom yang baru kembali dari Singapore, berbentuk bulat pipih warna keemasan polos tanpa angka.
Tali berbahan kulit mengkilap, meski tipis tapi kokoh karna kulit asli. Kalau tak salah merk KENT.
Banyak yang jatuh hati hingga sering dipinjam oleh saudara sepupu, dan tak pernah kembali

Jam tangan ke 3, pemberian mertua saat lamaran.
Itu jam tangan tercantik yang pas dengan selera saya. Merk Alba bentuknya persegi,mungil hampir sebesar permen Kopiko. Tak berangka, bertali  kulit.Saya masih menyimpannya meski sudah rusak.
Tukang servis tak mampu memperbaiki,karna perangkatnya tak ada lagi.

Sejak ada HP malas pakai jam.
Tapi 10  tahun kemudian dapat  dari Adik, jam tangan murah, tahun 2000 harganya 20.000.
Sebetulnya bertali kulit,tapi diganti dengan rajutan karya sahabat kami,itu yang bikin saya dan putri saya sama-sama jatuh cinta,kami memakainya bergantian.
Modelnya bukan selera saya,karna agak besar.
Tapi kelenturan, menyerap keringat, bisa tarik ulur sesukanya,bikin enak di lengan.

Dan yang sekarang saya pakai, jam murahan.Cuma 35 ribu, tapi banyak yang mengira mahal  *hehehe ketipuuu..!!
Biar putri saya menikmati jam  bertali benang itu.

Beberapa kali punya jam tangan, tak pernah tau mana jam yang cocok di tangan saya.
Saya hanya suka yang berbentuk persegi, itu saja!
Rupanya untuk orang yang lingkar lengannya gepeng seperti saya, cocok dengan jam bentuk persegi.
Bagi lengan berlingkar bulat, harus memilih jam tangan bentuk bulat supaya manis dilihat.
Begitu kata yang ahli...

2 jam tangan yang lebih banyak disimpan. Pemberian suami dan Adik Ipar, kaca kristal dan rantai berlapis emas. Saat ganti batrey sering ditaksir dan pernah mau dibeli  Ngkoh-Ngkoh Toko Jam.
*Makin banyak yang naksir...makin sayang.

Menyimpannya bukan karna sayang saja sih...tapi takut tertinggal di ruang wudlu Masjid seperti yang sudah-sudah. Ngenesss kan?














No comments:

Post a Comment