Sunday, 6 April 2014

Kembalilah... Ke Imunisasi Alam

                                 
                                               
                                                   kossetiabudibandung.blogspot.com

Keluarga kami sempat  kecewa dan takut. karna salah satu dari kami tak mau bayinya di vaksin.
Dia yakin dengan informasi bahwa banyak ilmuwan  negara maju yang mengerti dan jujur, sudah tau keburukan vaksin dan menganjurkan orang meningglkan nya.

Tapi Alhamdulillah... bayi itu sehat sampai sekarang menginjak usia 25 tahun.
Ada yang bilang bayi sekarang berbeda dengan bayi dahulu. Kerusakan alam membuat bayi wajib di imun.
Apa betul?  saya yakin Allah sudah menyediakan "Perlindungan" pada setiap bayi.
Anugerah Imun  dititipkan lewat ASI. Itu cukup jadi pegangan saya dalam menghadapi kontoversi seputar Vaksin.

Setelah mencari dan mendapatkan informasi, maka saya mencoba membaginya.
Tak ada kepentingan atau keuntungan Ilmuwan dibalik ajakannya. Malah menurut mereka Orang-orang yang menawarkan vaksin itulah yang mengambil keuntungan dari program vaksin tersebut.

Vaksinasi menurut Dokter ahli :

-“Satu-satunya vaksin yang aman adalah vaksin yang tidak pernah digunakan.” ~ Dr. James R. Shannon, mantan direktur Institusi Kesehatan Nasional Amerika


~ Dr. Richard Moskowitz, Harvard University

“Kanker pada dasarnya tidak dikenal sebelum kewajiban vaksinasi cacar mulai diperkenalkan. Saya telah menghadapi 200 kasus kanker, dan tak seorang pun dari mereka yang terkena kanker tidak mendapatkan vaksinasi sebelumnya.”

 ~ dr. Harris Coulter, pakar vaksin internasional

“Kasus polio meningkat secara cepat sejak vaksin dijalankan. Pada tahun 1957-1958 peningkatan sebesar 50%, dan tahun 1958-1959 peningkatan menjadi 80%.”

 ~ Neil Z. Miller, peneliti vaksin internasional

“Vaksin bertanggung jawab terhadap peningkatan jumlah anak-anak dan orang dewasa yang mengalami gangguan sistem imun dan syarat, hiperaktif, kelemahan daya ingat, asma, sindrom keletihan kronis, lupus, artritis reumatiod, sklerosis multiple, dan bahkan epilepsi. Bahkan AIDS yang tidak pernah dikenal dua dekade lalu, menjadi wabah di seluruh dunia saat ini.”


~ Barbara Loe Fisher, Presiden Pusat Informasi Vaksin Nasional Amerika

“Tak masuk akal memikirkan bahwa Anda bisa menyuntikkan nanah ke dalam tubuh anak kecil dan dengan proses tertentu akan meningkatkan kesehatan.


Vaksin Menurut Muslim:

 Penggunaan asam amino binatang babi dalam vaksin bukanlah berita yang baru. Muslim menentang itu. (QS: Al-Maidah-3)

Selain itu Islam menghubungkannya dengan metode genetik.
Vaksin yang telah diproduksi dan dikirim ke berbagai tempat di belahan bumi ini (terutama negara muslim, negara dunia ketiga, dan negara berkembang), adalah sebuah proyek untuk mengacaukan sifat dan watak generasi penerus di negara-negara tersebut.

Vaksin yang dibiakkan dalam tubuh manusia itu tidak kita ketahui bagaimana sifat,asal muasal, dan penyakit keturunan, orang itu.Apa anda rela  DNA  orang asing itu masuk ke darah bayi kita yang masih bersih?
Banyak sumber mengatakan,agar mudah dan murah DNA itu dari orang-orang tahanan.

Dalam Islam vaksin tercanggih dan termurni  adalah dari Allah lewat Kolostrum Air Susu Ibu.
Lalu seperti yang Rasulullah lakukan, memberi bayi sedikit kurma halus di langit-langit mulut bayi
Ternyata kurma mengatasi kekurangan glukosa
.Bila glukosa terpenuhi,bayi terhindar dari  Billirubin,lemas,pernafasan terganggu,sulit menyusu ASI, kejang,insomnia,lemah syaraf,gangguan penglihatan dan pendengaran.

     Barbara Leo Fisher bilang:
Sebetulnya Tubuh punya cara pertahanan tersendiri yang tergantung pada vitalitas saat itu. Jika dalam kondisi fit, tubuh akan mampu melawan semua infeksi, dan jika kondisinya sedang menurun, tidak akan mampu. Dan Anda tidak dapat mengubah kebugaran tubuh menjadi lebih baik dengan memasukkan racun apapun juga ke dalamnya.”

Di Amerika ada kelompok yang semangat menganjurkan para Ibu untuk tidak mengimunisasi bayinya.
Mereka bilang,disana ada 3 pemahaman umum tentang vaksin

1- Kelompok 1 : Vaksin tidak berguna
2- Kelompok 2 : Masih terpengaruh propaganda medis
3- Kelompok 3 : Belum mengenal Vaksin.

(Sumber: Family Health Freedom Network,  24 March 2014)



Jika kita merunut sejarah vaksin modern yang dilakukan oleh Flexner Brothers, kita dapat menemukan bahwa kegiatan mereka dalam penelitian tentang vaksinasi pada manusia didanai oleh Keluarga Rockefeller.
Kenyataannya, mereka adalah pendiri WHO dan lembaga strategis lainnya.

Memang ini masih dianggap kontroversi.Mengikuti atau menolak Program Pemerintah, itu pilihan!.
Asalkan sudah mempelajari sebelum memutuskan.


- .http://healthfreedomnetwork.com/








No comments:

Post a Comment