Wednesday, 16 April 2014

Memilah Memilih...

                                  
                                                  blogs.ubc.ca

Kalau tidak karna persyaratan lomba harus mencantumkan dan me-like tweeter, tentu saya tak mau membuat akun tweeter.
Memasuki  tweeter bagi saya sebenarnya hanya memenuhi ruang-ruang fikir saja.
Jika isinya sampah atau hanya bikin panas telinga.

Seperti di darat juga, hendaknya kita  selektif dalam memilih  teman atau status FB atau Tweet yang masuk.
Jangan segan-segan me-remove orang-orang yang gemar menampilkan gambar atau komentar-komentar tak pantas. Otak kita harus kembali ke Pemiliknya dengan bersih. Tanpa ada prasangka buruk karna terpancing.

Tak sedikit komentar menjengkelkan yang akhirnya tersebar luas bikin orang kesal berjamaah.
Si penulis dengan santai berlalu tanpa rasa, padahal dialah sumber hawa tak sedap.
Bisa jadi  pendapatnya benar,tapi salah sasaran atau penyampaian terlalu pedas.

Bagus kan? Bila Halaman maya  kita membawa hati jadi adem, gambar menyejukkan, status/kata-kata yang membangkitkan semangat dan jadi bahan renungan. Komentar bikin senyum dan manfaat.
(*Wahhh! ...  FB saya memenuhi syarat, enggak yaa..?)

Selalu saya ingat pesan ini :

"Tak selamanya fikiran harus dikomentari dan tak selamanya komentar harus dipikiri"

No comments:

Post a Comment