Tuesday, 29 April 2014

Mengenang Idris Sardi...


Dua karyanya yang mengisi 2 film lama ,selalu jadi kenangan...
Christina dan Karmila. Film dan lagu  saling mendukung hingga jadi tontonan dengan banyak pujian.

Sebetulnya banyak lagu tua yang terekam dalam jari-jarinya saat menggesek biola.Tapi  Bapak hanya mengkoleksi beberapa Piringan Hitamnya.
2 lirik lagu berjudul nama wanita itu  hingga kini  masih jadi kanvas khayal saya.

Christina, Perempuan berhati putih dan setia...
Karmila,  Perempuan  yang menyimpan luka...





Tiada lagi kata mesra
Tiada lagi gelak tawa
Tiada lagi belai menggapai rambut
Tiada lagi senyum merekah lembut
Tiada lagi semua itu, tiada lagi
Hilang semua hilang
Di suatu malam yang berkabut

Peluh dan embun
Membasahi tubuh dan Bumi
Sebasah wajah cinta tertetes airmata
Mimpiku telah gugur lebur bersama kasihmu
Diujungnya malam yang kelabu
Kini embun kering di mentari pagi
Sekering airmata hati ini
Kubiarkan hari berlalu
Berganti hari yang sepi
Namun kasihmu adalah kasihku
Cintamu adalah cintaku

Christina, cintamu seputih kasihmu
Christina, wajahmu seanggun hatimu
Christina, kasihmu setulus cintamu











Tiada angin dipanasnya hari
menyengat badan
membakar hati
Sehitam hidup hari ini
Tiada diri dalam badan
yang hilang pergi
Noda-noda menandai diri
Hilangkan suci hari ini
Reff.
Betapa panjangnya hari
Seolah enggan berganti
Hari kemarin dan esok
Seolah tidak pernah terjadi
Betapa duka diri
hari ini
Tiada lagi suci diri
hari ini


No comments:

Post a Comment