Thursday, 24 April 2014

Puisi... Oh,Puisi


Dream. by Sunday Rose

Pernah saya bergabung dengan komunitas pecinta puisi. meski sebenarnya saya tak pandai berpuisi.
Puisi bagi saya hanya penghibur. Seperti mendengarkan sebuah lagu cinta , saya menyanyi dan tak pernah dalam memikirkan  liriknya, apalagi sampai menangis karna lirik cinta, tidak!

Hanya lagu Bimbo yang membuat saya menangis.
Liriknya menyentuh, membuat akal tunduk pada Fitrah insani yang sudah Allah titipkan.
Menghasilkan perenungan yang dalam.Allah memang Maha Pencemburu... tak boleh ada 1 nama manusia
pun yang merajai hati selain nama-Nya.


Puisi hanya kegembiraan sejenak bagi pembacanya. Dan keberhasilan memuaskan bagi pengarangnya.
Si pengarang bebas membawa khayal pembaca kemana ia suka. Begitu luas arti 1 kata, yang bisa diartikan apa saja sesuai selera pembaca maupun penulisnya.

Hasil dari pengamatan saya, tak sedikit yang kadung larut dan terperosok ke dalam huruf.
Tak lagi peduli dengan realita. Ia mengesahkan seseorang jadi kekasih hidupnya meski hanya gambar khayal, atau seseorang itu nyata ada, tapi sama sekali tidak mengenalnya

Ada lagi yang lucu, seseorang menulis beberapa dialog, Ia berteman dengan 3 orang yang tak lain adalah dirinya sendiri. Dalam tulisan ia seolah gadis Korea berpenampilan seronok seperti di Telenovela Korea.Dan itu sangat jauh dari penampilan kesehariannya, jauh dari sifat aslinya.

Tentu sah-sah saja bagi yang namanya "Kebebasan". Namun belajar membohongi diri sendiri selalu ada efek,meski pun kecil.










No comments:

Post a Comment