Thursday, 29 May 2014

Maluku 10


                                    
                                             traveltroopers.wordpress.com

Aku dan rombongan Bapa Raja berpindah-pindah  mencari tempat aman.
Banyak sudah pulau  kami lewati, P.Nusu-nusu Sere, Hatala,Soya,Naku,Rutun,Batu Merah,Galala, bikin perut lapar di atas perahu berpenumpang 25 orang itu.
Bapa Raja bilang,

"Kita sudah kelaparan, sampaikan surat ini untuk Raja Rutun agar dia memberi kita makanan"

Negri Tulehu sudah jauh, kerinduan akan  kampung halaman begitu dalam.

Dua hari sudah arungi birunya laut
Senyap... tanpa daratan
Tulehu sudah jauh...

Pilu haru memenuhi kalbu
Malam hanya terdengar mesin perahu
Siang terpandang laut  dan laut

Sesekali ada burung putih datang silih berganti
Dari mana datang dan entah akan kemana
Rasanya memilukan hati

Kami berlayar punya tujuan
Tetap tawakal kepada Allah
Melihat Negeri indah terkoyak nafsu seorang

Satu pria  pro Indonesia berhasil lari dari pusat konflik, ia datang bawa berita RMS sudah kuasai Kota Ambon.
Tapi pulau Seram Barat,Amahei berhasil diduduki tentara Indonesia berbaret Merah, Hijau, dan hitam. Baret Merah adalah  Stoot Roof, baret hijau pnyerangan darat dan baret merah bertugas menyerang dengan meriam.

Menguasai Ambon paling sulit, kecuali setelah pasukan Tank dan pasukan landing boat datang.
RMS gigih bertahan meski menipis.Makanan ransum hanya untuk serdadu, anak dan istri mereka terpaksa mengalah. Harga makanan melonjak lebih tinggi dibandingkan dengan zaman Jepang.

Rapat Raja-Raja Putih dengan Mentri Dalam Negri RMS (25 September 1950) membuat peraturan baru yaitu membeslaag pohon-pohon sagu milik rakyat. Mengizinkan anggotanya orang Saparua,Haruku,Nusa Laut, untuk kembali ke kampung masing-masing guna meminta persediaan makanan.
Bertambahlah kebencian rakyat pada RMS. Mana bantuan Belanda, Amerika,Australia yang di janjikan?

Di Tulehu dan Waai  lautnya seperti kota. Kapal-kapal berpenghuni ribuan tentara bersandar tenang.
Lampu-lampu  kapal menghiasi wajah laut di malam hari. Sebagian tentara  tinggal di rumah penduduk.
hingga Tulehu terhindar dari kelaparan.






No comments:

Post a Comment