Wednesday, 21 May 2014

Maluku 1

                                                    
                                                              www.geheugenvannederland.n


Sebelum RMS diproklamirkan tanggal 26 Apri 1950 Maluku sudah berdarah. Kedatangn tentara istimewa KNIL atau Pasukan Baret Hijau tanggal 17 Januari 1950 membuat Maluku memanas.
Baru 5 hari manapakkan kaki sudah berani menganiaya rakyat. Banyak yang  mati dan luka-luka.  Pemerintah sangat lemah perlindungannya .
Sebab Indonesia masih berstatus RIS ( Repubik Indonesia Sementara) dan Maluku masuk kelompok NIT, Negara Indonesia Timur.

Isu yang diterbitkan persis sekarang ini, berawal dari pertengkaran beberapa orang saja.
Beberapa penduduk kampung dengan pemuda Maluku yang baru datang dari Jawa. Padahal semua skenario besar yang terencana lama.
Senjata- senjata sudah bertahap masuk. Berlagak  membawa jenazah keluarga dari Holland mereka mengiringi dengan tangis, ternyata dalam peti penuh senjata.

Rakyat lugu yang tak mengerti masalah harus  kehilangan nyawa dan keluarga.
Bahkan tega- teganya ada pihak yang memancing di air keruh
Rakyat terpecah dua. Sebagian tetap ingin dalam pangkuan Ibu Pertiwi, sebagian lain ingin lepas merdeka membentuk negara baru.

Dalam keadaan seperti itu pemuda yang ada mau tak mau, rela tak rela harus memanggul senjata seadanya untuk menjaga keamanan.
Aku yang  letih, lapar dan mengantuk, harus tetap siaga menjaga di muka pintu Rumah Sakit Karang Panjang. Karna tak terbiasa, membuat pundaku bukan hanya pegal tapi sakit.
Pertengahan malam membuat hati ciut, suasana bangunan tua  itu sepi, hanya suara langkah perawat sesekali dan erangan pasien.
tiba-tiba sunyi pecah, raung ambulance masuk halaman gedung. Dengan sigap petugas turun, memindahkan beberapa korban ke tandu.
Aku tak tahan... Dan muntah!  Melihat 1 korban  berkepala putih dan merah, isi otak nya keluar!




No comments:

Post a Comment