Monday, 19 May 2014

Maluku 3

                             
                                       groups.yahoo.com


(Pengalaman Bapak)

Kemana pergi, jiwa ini selalu cemas...
Masih adakah jatah umurku hari ini?
Sampai kapan ini berlangsung? Neraka dunia saja sudah sepedih ini!
Wahai empunya dunia... pemilik nyawa...Bagaimana MalaikatMu tak bertanya guna hadirnya insan?
Jika saling bunuh jadi biasa.

Pagi kelam...
Catatan takdir memaksa mataku melihat hal yang paling membuat jiwa berguncang kencang.
Nyawa manusia dihina, binatangpun tak pantas diperlakukan seperti itu.
Nampak pasukan bersenjata duduk berjajar. Dihadapan mereka orang-orang tawanan berdiri berbaris. Dengan pacul ditangan mereka dipaksa menggali lubang.
Wajah kusut putus asa, mata kosong seperti mayat. dengan kaki lemah menapak, tangan lunglai menggali lubang panjang.

Seketika perintah kasar memecah sepi di tengah pulau asing itu. Penggali lubang memaksa berdiri tegak.
Dalam hitungan detik mereka roboh hampir berbarengan. Darah belum keluar banyak,tubuh telah jatuh ke lubang galian sendiri. Tanahpun sedikit demi sedikit tertutup seiring rembesan darah membasahi bumi.
Tubuh mereka masih hangat, nafas masih tersisa lemah.

Pipi dan wajahku basah, terasa perih mengaliri guratan semak di pipi. Tenggorokan sakit menahan teriakan tangis.Hanya mampu  meremas  ilalang menahan sakit hati.

No comments:

Post a Comment