Friday, 23 May 2014

Maluku 6


                                   
                                               
Di usia senja ini sering ku dengar orang berpendapat,
" Tanpa Indonesiapun kita bisa jadi negara, mari hitung kekayaan kita!"
Kata-kata itu mengingatkan kembali pada ucapan Soumokil biang keladi RMS. Keturunan Ambon asli yang pindah menjadi warga negara Belanda.
Atau sikap Hasan Tiro yang akhirnya berlindung 3 dekade di Swedia.

Dengan gegabahnya Soumokil mengeluarkan pernyataan disaat rakyat tercekik lapar

"Djangan kuatir perkara uang, Dengan menjewakan sadja lapangan terbang kita jang ada di Ambon sekarang ini kepada Amerika, kita akan tjukup belandja!" 

Ia memberikan keterangan dusta. Datang ke Ambon hanya untuk membahayakan bangsa Indonesia di hari kemudian. Ia pengaruhi anggota-anggota pasukan bersenjata yang berada dibawah tanggung jawab Belanda.
Mereka buta politik.

Soumokil menambahkan lagi,  pemerintah Belanda membantu gerakannya. Amerika,Autralia akan menolong.
Ada rencana dari Jakarta, mereka akan membunuh orang-orang Indonesia yang berasal dari Maluku.
 (Peristiwa RMS by:Yusuf A.Fuar)

Sebetulnya hanya dia dan Manusama (Mentri Pendidikan RMS) yang kukuh memusuhi RIS.
Sementara Menteri-menteri lain Manuhutu ( Presiden), Wairisal (Wakil), Lauconsina (Mentri Sosial) dan lain-lain adalah kaum Nasionalis bekas kawan-kawan seperjuangan  di masa lampau.

Kecurigaan pasti muncul, siapa yang menolong Dr. Soumokil sampai ke negara Belanda dan memberinya kebebasan yang tiada terbatas di negeri itu,kalau bukan Belanda?
Pertanyaan itu pula yang muncul dalam dalam harian "Indonesia Raya" di Jakarta tgl 11 Agustus 1950.

Apakah RIS akan bertindak tegas? kita lihat nanti.. (Bersambung)



No comments:

Post a Comment