Monday, 26 May 2014

Maluku 8


                                          
                                                      garudamiliter.blogspot.com

Rakyat Maluku pro Indonesia bergembira karna utusan Pemerintah Pusat sudah datang mengupayakan perdamaian, darah telah banyak tumpah.
Kedatangan Korvet  pembawa rombongan Dr.Leimena itu seperti oase.

Menunggu...dan menunggu... namun berujung kekecewaan.
Kapal Hang Tuah yang bersandar dekat mercusuar itu hanya 1 jam disana.
Dr.Soumokil menolak berunding dan memerintahkan rombongan meninggalkan pelabuhan.
Misi baru Soumokil terima apabila datang dari kapal berbendera Belanda atau Amerika.
Artinya perjuangan dan penderitaan masih akan berlangsung lama.

Dr Leimana amat berduka, saudara-saudaranya telah jauh melangkah. Kekerasan hati mereka meluluh lantakkan persaudaraan. Sebelum meninggalkan pelabuhan sempat matanya melihat kejadian mengenaskan. Syah Bandar pembawa surat tadi dipukul habis-habisan oleh tentara di bawah asuhan Belanda (KNIL).
Tentara dungu buta politik yang membawa derita untuk saudaranya sendiri.

RIS sebenarnya ingin bertindak cepat dan tegas. Namun menahan diri lebih baik, sebab yang dihadapi adalah saudara sebangsa.
Adapun rencana ke depan bila jalan tertolak, RIS akan melakukan blokade. Jika masih buntu juga, maka terpaksa operasi militer seperti pendaratan dan lain-lain harus dijalankan.


No comments:

Post a Comment