Saturday, 24 May 2014

Selalu Dipaksa Melepas



Waktu itu telepon masih jarang, jadi berita selalu terlambat sampai.
Dullah, keponakan Bapak sering dapat tugas menyampaikan berita kematian. Dengan motor Vespanya rela mendatangi rumah saudara sampai ke pelosok kampung.
Asal melihat dia berhenti didepan rumah, dada kami sekeluarga berdegup, siapa lagi ??

Berita kematian senantiasa membalik cepat suasana rumah dan hati.
Beberapa kali saat saya santai dalam kamar, terdengar suara ibu menyambut tamu, lalu menyusul nada suaranya meninggi bertanya. Hati saya tak enak, pasti ada berita duka lagi.

Disaat lain, sering saya dengar tema obrolan orang tua mengenang Nenek anu... Ua anu...Om anu...Tante anu... yang telah lama maupun yang baru meninggal.
Bila bertemu dengan anak-anak kecil  almarhum di acara keluarga besar, Para bapak dan ibu menatap mereka dengan kasih dan prihatin.

Kini setelah jadi orang tua, giliran saya yang memainkan peran itu. 
1 tahun bisa 2,3,atau 4 atau lebih melepas orang-orang tersayang.
Sepertinya kita menikmati hidup hanya 1 sore saja. Setelah itu masuk dalam tahun-tahun penuh "Pelepasan"

Melepas sahabat karib yang  lengket dengan pacarnya, melepas saudara kandung berkeluarga, melepas masa lajang, melepas anak sekolah jauh, melepas anak nikah, dan...melepas kepergian abadi orang tua dan orang-orang pengisi lembar cerita hidup kita.

Manusia datang dan pergi...
Menghitung yang pergi rasanya pedih...padahal kitapun akan segera pergi  :(





2 comments:

  1. hiks dalam banget tulisannya mak...satu2 orang dlm kehidupan kta akan pergi.padahal kita menyadari tp tetap ada rasa "tidak rela" ya mak

    ReplyDelete
  2. Cuma 2 kejadian ya Mak, meninggalkan atau ditinggalkan! Tapi tetap saja sulit begitu kejadian. beruntung Allah kasih kita sifat lupa. Terimakasih, saya senang Mak sudah mau berkunjung :)

    ReplyDelete