Monday, 30 June 2014

Menikmati Samudera Quran



Kalau mau mengakui, seringkali kita bergantung pada buku-buku karangan manusia untuk menentramkan hati. Di rak-rak toko buku komplit  tersedia buku-buku bersampul keren . Dari terjemahan buku barat sampai buku dalam negeri.
Kenapa ya, kita belum mau serius menggali sumber ketenangan hati dan sukses dunia akhirat  yang disediakan Allah?

Quran itu tak punya batas. Tiap huruf punya ribuan tafsir. Segala macam persoalan ada disana.
Banyak penulis dan penterjemah  menganggap tulisannya paling lengkap, padahal tak ada yang lebih lengkap kecuali Quran itu sendiri.

Saya jadi ingat cerita seorang teman, kala hati sedang galau dia buka lembaran quran semaunya setelah sholat tahajjud. Disana ia temukan ayat-ayat yang persis seperti masalah yang sedang dihadapi.
Seolah Quran tau kegalauannya.
Ya tentu ! Alquran kan ayat nya berulang, dan Allah yang maha tau persoalan hidup.
Kejadian yang kita alami sekarang sudah terjadi sejak Nabi Adam turum ke bumi.


Ulama bilang 1 ayat saja pemahaman quran melebihi samudera. hingga  tak mungkin manusia menterjermahkan dalam 1 tafsiran.
Anda juga mungkin pernah seperti saya, membaca 1 ayat, lalu bertemu dengan ayat yang sama dihalaman lain, eh! kok jadi pemahaman baru dan lebih dalam lagi! hingga muncul perasaan baru.
Anehnya TIDAK BERTENTANGAN dengan ayat sebelumnya.
Yang tetap (tak berubah) hanya ayat-ayat  tentang hukum, ituu saja!  Emejing dehh!

Saya sampai berfikiran, firman Allah tu sama dengan sifat Allah yang tak terbatas.
Kalau belum ketemu sebagian kecilnya, yaa...itu karna ilmu saya saja yang masih cetek! hehehe
Saya jadi penasaran, bagaimana sih, supaya hati tetap bergantung pada Quran?
Pemahaman manusia kan ada ukurannya, tergantung bagaimana Allah membuka hatinya.

Seandainya hamba di anugerahi seribu pemahaman dari 1 ayat, niscaya ia tidak akan sampai pada makna akhir ayat yang disampaikan Allah. Sebab itu adalah Kalam Allah, dan kalamNya adalah sifatNya.
Sebagaiaman Allah sendiri yang tak punya akhir, begitu pula kalamnya

Akh, pokoknya jangan sampai kita meremehkan quran.
Tak menyentuhnya, tak mempelajarinya, kayaknya kok sama dengan menganggapnya cuma sebuah dongeng. Cukup dengar dari ustad atau orang lain.

Seorang Ulama besar bilang:
"Saya sulit memahami Alquran dan mengkajinya  selama 20 tahun, namun kemudian saya menikmatinya selama 20 tahun"

**Jadi berjuang dulu... baru menikmati alquran.

Bay de Wey, saya pernah mimpi, ayat-ayat Allah terukir cantik di langit. Sekali langitnya warna biru dengan tulisan emas, sekali lagi tulisan warna perak saat langit mendung. Apa anda pernah juga mimpi serupa?




Sunday, 29 June 2014

Nikmatnya Berdagang


Sudah hampir jam 5 waktu buka dagangan. Masih sepi... padahal tak lama lagi bedug magrib.
Orang- orang  lalu lalang cuma membaca iklan yang saya tempel di kaca belakang mobil.
Risoles, pisang goreng, dan es buah masih tertata rapih. 
Semoga laku, semoga banyak pembeli... Inikan hari pertama, kalau laku akan tambah semangat besok- besok. Begitu rengek saya dalam hati pada Allah.

Dagangan mendadak sebenarnya, untuk mengisi waktu liburan panjang putra saya yang tak betah  kalau banyak waktu lowong. Saya fikir ini kesempatan! niat dagang sudah lama terendap. Memulai dengan ditemani anak rasanya beda! Dari rumah kami sudah kompak bagi tugas dan berhitung bersama. Fun banget!
Pekerjaan jadi ringan dan kini saya tau, anak saya pandai mensiasati segala sesuatu. Keliatan deh, hasil sekolah perhotelannya! seneenng..

Jam 5.30...
Pembeli pertama seorang remaja yang lagi nongkrong tak jauh dari kami. Wahh ! saya lupa, harusnya dikasih bonus tuh!
Lalu seorang ibu pejalan kaki, berhenti...tengok... langsung buka tempat kueh dan beli beberapa.

Lumayan lama menunggu, saya dan Ekky mengisi waktu dengan Smartphone ( hihihi  bukannya baca quran kek!),  ada motor pelan menghampiri, 2 pria berpenampilan preman seram turun.
Kami kira mereka mau makan langsung ditempat, hehehe  maaf, tampangnya pantes kalau dia tidak puasa!
Eh, ternyata mereka pembeli Risoles  terbanyak + Es Buah. Lalu salah seorang tanya:

" Waktu buka jam berapa, ya Bu?"

 Duhh, langsung melorot menyesal ini hati. Waktu usai transaksi saya cuma bisa bilang : "Selamat berbuka Puasa ya.."  Wajahnya sumringah senang.
Hik! semoga sedikit kebaikan bisa menghapus dosa suuzon, dan rasa bersalah saya.
Perbuatan jelek harus cepat disusul dengan perbuatan baik,kan?

Ini ilmu sekaligus teguran ke 2 saya dalam berdagang.
Dulu pernah seorang ibu turun dari mobil mewah mendatangi stan saya, parfum mahalnya tercium.
Ia buka tempa-tempat kueh semuanya dengan banyak pertanyaan, suara gelangnya bergemerincing.
Besar harapan dia akan borong kueh, eh! nyatanya cuma beli 2 !

Ilmu jujur, sabar, melatih berhusnuzon, kebersihan, menyenangkan pembeli, teliti perhitungan, waspada, hanya bisa kita dapat dalam berdagang. Pantas yaa, bila Allah melebihkan pintu syurga untuk "Pedagang".
Sebab dari sana dia memperbaiki diri, sekaligus ajang dakwah akhlaknya!
HYuukk kita dagaaang !!

Jam 6 kurang 15...

Wajah-wajah orang yang berkendaraan sudah nampak panik, mata mencari kiri kanan. Makin dekat beduk makin tak banyak pilihan. Yang terdekat yang hampiri.
Laris maniiiss! tanjung simpul, makanan habis, duit kumpul! Eh enggak deeng... masih sisa pisang goreng.
Karna tiap ada yang mau beli, saya beri tau pisang kurang manis. Dari pada kecewa kan?
Besok-besok saya harus beli pisang  malam hari biar bisa dicicip.

Saat peralatan dagang masuk mobil, masih ada kendaraan berhenti. Alhamdulillah walau dia berlalu tetap bikin semangat untuk esok.

" Enak jualan disitu ya Ma, kita cuma berdagang 2 jam saja langsung dapat hasil. Lebih asik dari pada kerja part time di Jakarta, pulang pergi gelap, berdesakan pula di kereta"

Alhamdulillah, saya gembira bukan saja karna terbantu dari persiapan sampai setir mobil. terlebih lagi karna ilmu yang didapat dan melihat air muka nya yang senang.

Segitu dulu ceritanya...saya harus bikin risol lagi sekarang :)


Saturday, 28 June 2014

Masa Pencucian


Kemarin bisa lebih dari 2 atau 3 jam duduk di depan Komputer
Ramadhan kini, bisakah menggantinya dengan duduk membaca Quran?
Paling tidak, 2 atau 3 jus per hari

Kemarin sholat tak tepat waktu,
Bisakah Ramadhan kini menunggu waktu?
Paling tidak tak lewat waktu

Kemarin mata, dan bicara, banyak yang sia-sia
Bisakah Ramadhan kini menggantinya dengan amalan baru yang spektakuler?
Paling tidak, berusaha tak mengulangi kesalahan

Kemarin amarah, curiga, sering bermunculan
Bisakan Ramadhan kini menggantinya dengan kabaikan fikir?
Paling tidak berusaha mengindar agar tak terpancing.


Taklukan Diri



Rasulullah begitu siaga menghadapi Ramadhan seperti bersiap perang.
Berperang melawan diri sendiri.

Memaksa diri untuk berubah menuju kebaikan adalah haq
Menaklukan diri dari pesona kenikmatan semu adalah haq
Mendidik diri sendiri adalah haq

Ibadah dan ahlaq adalah ukuran sejauh mana kita bisa menguasai diri sendiri
Jika Rasulullah yg tinggi memohon-mohon agar diberi ahlak baik dan ibadah diterima
lalu sudah sampai mana kita yang masih  bodoh ini?

Bulan baik, kesempatan emas
lebih manis dari kolak, lebih mahal dari harga-harga di pasar
berdoa dalam keadaan lapar, Insya Allah doa mudah diijabah
Mari minta yang baik menurut Allah

Wallahu a'lam...

Friday, 27 June 2014

Lamar Pekerjaan


Lepas jam 5 pagi saya antar putra sulung saya ke Terminal.
Hari ini ia harus interview di Hotel Ibis-Daan Mogot Jakarta, jam 9.
Ia ingin sekali  dapatka pekerjaan guna mengisi hari liburnya yang lumayan panjang.

Jam 12 siang dia sudah kembali kerumah, bikin saya kaget. Apa macet Jakarta  yang bikin dia tak sampai ke Ibis Hotel?

Sambil ngaso dia cerita, tadi di test masak.
Saya berharap pengalaman Kitchennya selama 1 tahun di Qatar bisa jadi pertimbangan HRD nya.
Atau yang lain-lain...jangan sampai dia tidak nyaman dirumah karna banyak waktu lowong.
Pokoknya harapan saya besar agar dia bisa diterima!

Tapi waktu menyambutnya pulang,  terlihat datar, tidak sesemangat waktu berangkat tadi.
Dia bilang, tak dapat pekerjaan itu pun tak apa, asalkan pelamar yang tadi ngobrol bareng, bisa diterima.
Seorang laki-laki umur 35 tahun, ditinggal anak dan istri karna masalah ekonomi.

Jangan Main-Main Dengan Waris

Dapat Ilmu Hari Ini :


Satu-satunya masalah yang Allah jelaskan secara rinci dalam Al-Quran adalah masalah "Waris".
Meski Allah membolehkan manusia mengaturnya sendiri dalam wasiat yang dilakukan sebelum mati, tapi tetap diujung ayat ada penjelasan bahwa ketentuan atau hitungan Allah yang paling adil/pas!

Dianjurkan pembagian waris dilakukan secara  terbuka dihadiri seluruh anggota keluarga dengan menghadirkan orang yang faham syariah di tengah-tengahnya.
Bila pewaris tidak meninggalkan wasiat, Hukum Allah adalah jalan keluar penuh rahmat. Bukankah semua harta cuma titipan? Dan Allah maha tau segala isi hati manusia.

Bila ada salah satu saudara kandung lemah ekonomiya, maka selesaikan dulu pada rapat pertama hak  masing-masing.Setelah itu baru rapat kedua untuk menginfakkan bagiannya bila ikhlas.

Pembagian waris jangan di tunda-tunda. Orang yang menahan waris ( hak saudaranya) hukumannya sangat pedih bila sampai wafat ia belum menyelesaikannya.
Jika menahan waris karna ada nilai sejarah kenang-kenangan almarhum, boleh saja. Asalkan ada kesepakatan bersama.
Namun apabila ada salah satu penerima waris hidupnya susah, maka dahulukan kepentingannya (beri haknya).

Wallhu a'lam...

Kedatangan Sahabat Maya


Dulu saya kira berteman di dunia maya, ya sudah mayaaaa  selamanya. profil cuma di awang-awang.
Yang bikin akrab cuma kata-kata. Apalagi saya kurang suka copdar kalau hanya untuk acara fun-fun dan foto-foto, hehehe ...mungkin karna mikir umur.

Hari ini saya kedatangan beberapa teman maya  ( padahal cuma 2). Senangnya luarrrr biasa!
Kami sama-sama dalam satu grup IIDN dan tinggal di daerah yang sama. Sayang dan ihlaslah  pendorong temu kami jadi tak ada canggung sama sekali.

Dari malam sudah niat mau traktir mereka makan di Kedai Soto Jl. Pajajaran-Bogor yang adem. Sasaran  Wiskul (Wisata Kuliner) nya orang Jakarta.
Ternyata,eh ternyata...! Mbak Nefertiti dan Mbak Een bawa masakan  dari rumah,
Woooww! Menunya sik-asik! :)

Bukan cuma ngobrol saja lhoo...kami saling belajar utak-atik blog. Pertemuan yang manfaat bukan?
Di ambang Ramadhan dapat manisnya Silaturrahmi. Terimakasih  Mbak-mbak yang cantik dan baik...:)

Dapat Kue Semprong



Sedap! setelah beberapa tahun baru makan kue semprong lagi.
Tadi malam sepupu bawa dari Bazaar di Mesjid Sunda Kelapa, rejeki nomplok deh!

Ada aroma, dan rasa yang bisa kembalikan kita ke masa kecil, seperti kue yang satu ini.
Kalau dulu mudah didapat, warung-warung menyediakannya didalam toples biasa.
Beberapa lama kemudian kue semprong berubah model, ada yang beberapa warna di masukkan dalam plastik. Walau jadul tapi  kueh yang cepat alot ini masih punya rasa yang sama, terutama yang warna coklat, harumnya khas.

Alhamdulilah masih ada orang yang mau membuatnya, sementara jajanan modern banyak bermunculan.
Saya harap kueh-kueh kampung lain dapat saya temui lagi.

Citra Indah, Citra Kenangan


Cuma liat nama toko bertuliskan "Citra Indah" langsung ingatan berlari ke lirik Vina Pandiwinata.

Citra indah..diantara cinta
Ataukah hanya bunga khayalku
Wahai mentari disana, dan aku bumi disini 
jalinan kita kelak abadi

Kumpulan lagu Vina masih ada bersama kaset tua lainnya di laci saya.
Lama tidak saya putar,  kangen!

Sahabat punya kenangan dengan lagu ini?
Saya ingat kemunculan Vina pertama kali, masih polos tanpa make up, suara unik seunik lirik-lirik lagunya.
Nama James F Sundah yang sulit dipisahkan dari LCLR dan Prambors, ternyata menangkap keunikan itu, lalu terciptalah untuk vina, lagu yang pas!




Vina Panduwinata ~ Citra Biru

Suara Vina mewarnai setiap perjalanan saya dan teman-teman kampus menyusuri Jogja,Semarang,hingga Bali. Tahun segitu masih banyak Bioskop "Misbar" ( Gerimis Bubar) di sepanjang Pantura. Penasaran ingin mencoba bila tak ingat perjalanan masih jauh. Waktu larut turun bersama  dingin, kami nikmati kopi panas di warung yang  selalu ramai dengan sopir-sopir truk dan Bis. 

Hehehe...Lagu bisa menyeret-nyeret  kita ke cerita usang yaa...:)







Thursday, 26 June 2014

Nulis Yuuuuk !! :)


Writing by My.Life.With.Aspergers
                                             Doc : Indulgy


Kalau tak ada semangat dan paksaan dari IIDN  (Ibu-ibu Doyan Nulis) untuk melaporkan ODOA  (One Day One Article), mungkin saya tak tau kalau tulisan Kompasiana saya ada 18.
Sebab  menulis ikut mood saja, tak punya target.

Tulisan terbanyak milik sahabat saya, 31 artikel, sedangkan yang paling sedikit 8 artikel.
Insya Allah Saya masih semangat untuk menulis, asal jangan karna kejar setoran, hehe
Yang enak kan menulis karna senang, cinta, hobby, masih segar di kepala.

Menulis adalah latihan yang tak pernah usai. Meski puas  tulisan tuntas, saat membaca ulang pasti timbul rasa dan pemikiran baru.
Jadi...tunggu apa lagi?

"Banyak sekali orang bisa mengawali hal baru dengan kegiatan MENULIS "
(Edy Zaques, trainer Penulis)



Wednesday, 25 June 2014

Permohonan Sopir Angkot


- "Lo pulang pas lebaran aje deh!"
- "Jangan dong Bu, saya pengen liat orang tua, udah lama enggak nengokin."
- "Kan bisa, se-udahnya lebaran! 

- "Beda Bu...saya pengen banget malem takbiran udah di kampung. Kan Ibu tau jalanan macet, kendaraan susah,  3 hari sebelom lebaran dah, saya mulai kagak narik"

Sopir angkot ngobrol dengan majikan perempuannya yang ketemu di jalan.
Si majikan  kukuh meminta. Jelang lebaran penumpang pasti ramai seperti yang sudah-sudah.
Mendengar yang satu keras, yang satu melas, jadi  keenakan nguping deh! percakapan mereka jelas karna penumpang cuma saya.

Sayang, sebelum dapet ending, saya sudah turun.
Duh...Kok jadi ikut melas yaa.
Kasih anak tak terucap, jika saja ibu/bapak mereka mendengar percakapan itu...





Gadis Di Angkot







Naik angkot kali ini berbarengan dengan 5 orang gadis sekawan usia 17 sampai 20-an.
Kini seusia mereka banyak faham tentang perawatan tubuh/wajah. dibanding angkatan saya dulu.
Yang rutin perawatan hanya orang The Have, tak mungkin naik angkot begini.

Sepiii... nggak ada yang ngobrol, semua sibuk dengan hp nya masing-masing.
Jari-jari panjang lentik terawat bergerak cepat diatas keypad.
Saya naksir hp salah seorang, sepertinya Samsung Galaxi Camera terbaru. Woow! dambaan banget!!
Hp nya ber-zoom mungil 16 giga. Harga 4.900 rb.
Cocok deh, buat saya yang suka barang simple praktis. Bisa foto dan  langsung kirim ke mana saja.
Tak perlu berat-berat bawa kamera kemana-mana.

2 perempuan lain, saya taksir sepatu dan tas nya. kalau nggak malu, saya mau tanya, " Belinya dimana?"
Sepatu model sederhana, kesan santai, tidak capek, dan perempuan banget.
Tasnya tanpa rumbai, asesories, apalagi paku-paku yang disebelin putra-putra saya.

Melihat 5 gadis hari ini jadi pengen kembali gadis lagi. Hik hik!



Harga Samsung Galaxy Camera Terbaru

Devy Nadya Aulina: CARA MENGIRIMKAN TULISAN KE RUBRIK GAGASAN KORAN J...

Devy Nadya Aulina: CARA MENGIRIMKAN TULISAN KE RUBRIK GAGASAN KORAN J...: Alhamdulillah.., hadiah penghujung tahun yang indah setelah enam bulan saya enggak posting tulisan di blog. Tulisan dengan judul "Sa...

Tuesday, 24 June 2014

Sakitnya Tuh Disini!


Kalau sahabat lama tiba-tiba menjauh, berubah sikap saat temu, tak lagi membalas sms, tanpa kita tau apa salah kita, sakitnya tuh disini!!  *sambil nunjuk ulu hati!
Mendingan dimarahin orang sekampung deh! asal diberitahu kesalahan kita dimana?

Mau nggak mau, menelusuri lagi satu-satu jalan yang pernah dilalui bersama. meleburkan lagi bongkahan kata, meneliti tiap butirannya. Sebelah mana ?
Kalau enggak ketemu juga, pengennya menjauh masa bodo! Atau mendekat kerumahnya cuma mau tanya.

Berat memang, tapi yang paling berat kalau kepala sudah menghitung jasa-jasa kita selama ini untuknya. Kalau berwujud pengen dirobek-robek fikiran itu! lalu remas-remas dalam air sampai jadi bubur cair, menyatu dengan arus sungai pergi jauuuh!

Marah?
Rasanya tak perlu menyalahkan perapian terlalu panas, takut badan terbakar sendiri.
Memaafkan saja lah! sambil menanti jendela kebenaran terbuka.

Masih sakit?
Hehehe...nggak lagi! emang siapa,gue? Rasulullah yang akhlaknya paling tinggi  pun nggak sedikit yang memusuhi. Orang yang mencinta dan membenci datang pada beliau  silih berganti.
Eh, jadi inget cerita tentang pembicaraan seekor nyamuk dan pohon kurma.

- "Hati-hatilah! karna aku  akan terbang meninggalkanmu"

- "Demi Allah, aku tak merasakan apa-apa saat kau hinggap, lalu bagaimana akau akan merasakan sesuatu tatkala engkau terbang?"





Banyak Naksir



Begitu turun dari kendaraan lihat ACE Hardware, seperti pengen meluuuk aja! Tempat yang lebih banyak disuka para Bapak ini menyenangkan dan bikin betah.
Display produknya membuat pengunjung menggebu-gebu ingin mengubah, merawat, dan memperbaiki rumah. Apa lagi rumah yang saya tempati sudah tua.

Yang paling saya suka disana, bagian perlengkapan kamar mandi dan lampu interior.
Wastafle, toilet, kamar mandi kaca minimalis, tempat sabun dan kawan-kawannya yang enak dilihat dan dipegang, ggggrhhh!! bikin ngiler!

Liat lampu meja, lampu sudut, yang cantik romantis, rasanya sudah pindah keruang kamar khayal saya. Hadeehh! *urut dada.

Mau lebaran begini? itu toples-toples cantik model susun pasti enggak bikin meja tamu jadi penuh, sumpriit! saya naksir abis!
Hihihi...untung duit mengingatkan, sabar... sabar...

Keluar dari sana cuma nenteng tempat sampah kamar mandi dan botol termos warna ungu tua kesukaan. 2 benda yang memang betul-betul butuh!
Berjalan sambil menghibur diri, ingat sepotong cerita teman:

" Sumpah! Gue mah enggak pernah ngiler ngeliat barang-barang mewah! Mau Ace Hardware keq, IKEA keq, atau lebih keren lagi! Gue ngiler kalo tidur miring doang !"

Monday, 23 June 2014

Tak Enak Kalau Tak Terlihat


Ini perbincangan 2 orang sahabat kental yang lamaaaa tak bertemu, tiba-tiba salah satunya telepon dengan cerita panjang berisi keluhan dan kemarahan selama perjalanan umroh bersama Tukang Cuci yang ia ongkosi.

" Kesel! sepanjang perjalanan dia ( Tukang Cuci) bikin repot! obat gue dia taro di tas yang masuk bagasi. Belom lagi waktu disana, susah diatur! Bla..bla..bla...

Dari ceritanya ini keberapa kali dia membiayai orang luar untuk Umroh selain sanak familinya.
Rupanya roda kehidupan sedang diatas, ingin pula beramal seperti yang dilakukan orang kaya lain.

Pembicaraan berlanjut...

" Eh ! gimana keadaan anak-anak loe, gue denger sekolah di Pesantren?"

" Ya bener! Alhamdulillah kalau diliat anak gue sehat, tapi sebetulnya dia bermasalah dengan tulangnya.Scelorosis!"

" Oh gitu? Udah berobat belom?"

" Udah , tapi gue pilih penyembuhan dengan therapy aja walaupun nggak ada perubahan besar. Soalnya untuk operasi butuh biaya besar"

" Wahh! mudah-mudahan bisa normal lagi ya, maaf gue nggak bisa bantu apa-apa selain bantu doa"

" Ya, nggak apa-apa, terimakasih doanya"

" Ehh! udahan dulu yaa, gue ada tamu nih!"


Sampai disitu pembicaraan terputus. Hingga ke tahun-tahun berikut tak pernah muncul lagi nomornya di hp sang sahabat.

Entah!  tidak jeli memilih bentuk amal, atau ingin amal yang terlihat?
Menolong secara sembunyi-sembunyi hingga tangan kiri tak tau rupanya sulit, meski sudah faham hadisnya.
Mendengar keluh susah siapa saja, sebetulnya pintu tawaran Allah sedang terbuka. Manusia tak peka.
Lebih suka beramal sesuai selera dan berumur pendek.
Menolong orang sakit sampai ia aktif dan bisa manfaat, menolong daerah yang sulit air, membiayai sekolah dhuafa, mewakafkan tanah untuk pertanian, adalah "Jariah" , artinya mengalir, tak putus! Transferan abadi  kita di kampung akhirat, nanti.

Wallahu a'lam...









Mengenang Seno


Waktu kepanitiaan Seminar Sehari Mar'atun Sholihah  (kebetulan jadi Sekretaris) saya tengah sibuk-sibuknya menghubungi sponsor. Baru tutup telepon tiba-tiba bunyi dering masuk. Yang ngomong bapak-bapak bersuara berat dari Polsek, suaranya wibawa dan agak marah, katanya surat Seminar tidak bisa di tanda tangani Kepala Polisi dan acara harus dibatalkan.
Waah !! deg-degan!, berusaha sopan sambil nahan gemetar jelasin kalau acara itu nggak melanggar aturan,dan minta waktu untuk dilaporkan dulu ke Ketua RISKA.
Maklum waktu itu belum lama kejadian "Tanjung Priok", jadi kegiatan Seminar berbau agama agak dipersulit.

Masih dalam keadaan bingung dan bicara formail,  Eeehh!!...langsung kedengeran ngakak puas , ketawanya Seno! Dia ada di telepon umum deket toilet Masjid..

Berita "pergi"nya sahabat Seno sepertinya segar terus.
Selalu begitu, rasa kehilangan yang berat setiap dengar berita berkurangnya sahabat.
Masa manis berkumpul kok singkat betul yaa? Setelah itu kita di paksa melepas dan melepas!

Melepas sahabat jadi penganten, melepas masa lajang, melepas saudara kandung yang di gondol suami, melepas anak sekolah jauh, melepas kepergian orang tua, dan mulailah melepas sahabat seliftingan pergi abadi  satu-persatu...

Pasti sahabat-sahabat RISKA punya kenangan tersendiri akan almarhum. Tapi saya yakin kita semua tak bisa melupakan senyum dan perawakannya  yang seperti anggota ABRI itu.
Suka iri dehh... kalau dia buka stan saat pesta RISKA, pasti cewek-cewek cantik yang dipajang.
Sambil bercanda saya nge-test,

-"Seno! kenapa sih, lo nggak  minta gue jagain stan? apa gue kurang cantik?"

-"Ya Allah Tiik... bukan gitu, lo kan mungil!"

Akhirnya kami tertawa. Hehehe...emang sih, yang jaga berbadan twigy semua! )

Meski jarang ketemu, tapi sekali ketemu pasti seru! Anak RISKA biasa gitu, kan?  kalo udah sampe sekretariat misah! masing-masing cari habitatnya.
Kadang kalau papasan baru ngobrol banyak. Di lorong telepon umum dekat Pos Satpam, di Halte Taman Menteng, atau di tangga Mesjid usai sholat, inget banget rambut cepaknya itu masih basah.
Dia rapihkan dengan jari tangan yang dililit jam tangan digital warna hitam. Enggak pernah ganti! dia telaten+apik  dengan barang-barangnya.

Pernah makan siang rame-rame didepan mesjid.
Liat dia makan lagi setelah makan nasi, langsung ni mulut iseng,

-"Lo masih lapar, Sen?"
-"Hehehe...enggaaak. Gini Tik! emak gue ngebiasain  tiap hari harus makan 3 macem. 
Nasi, buah, trus es krim"
- "Duuuh...anak emak!"

Almarhum baik banget, pernah  dengan Mas Yon anter saya ke Kantor Pos Pasar baru.
hihihi  kalau dipikir, kok mau yaa...nganter cewek nge-posin surat buat cowoknya? apalagi jalan kaki dari depan Stasiun Gambir.
Sepanjang jalan ketawa terus denger cerita lucu mereka.
Hhhmmm... sweet friends, sweet memory.

Seno...Semoga Allah kasih tempat terindah buatmu,penuh rahmat dan ampunanNya.
Oty enggak pernah lupa kebaikan dan kenanganmu. Baju kotak-kotak warna biru, sepatu sandal warna hitam, tas perut warna biru tua, suara berat, dan senyum...
Kalau panggil oty dari jauh  nggak cukup sekali, pasti... tik tik otik!

Allahummaghfirlahuu,warhamhuu,wa'fuanhuu...  :(














Hijab Sebenarnya Mempermudah




Seorang Ibu masuk Musholla sebuah Mall dengan tergesa-gesa. Wajahnya yang  basah wudlu, mencari-cari mukena... menyusul terlihat air mukanya berubah drastis penuh kecewa. Mukena atasan cuma sedikit, selain itu bagian dahi dekil, berjamur, apek!

Ia mengenakan baju muslim, seharusnya tak perlu lagi repot mencari mukena atau berat-berat bawa mukena.
Pakaian muslim yang memenuhi syarat bukan seperti yang selama ini banyak berseliweran.
Tanpa bermaksud menggurui apalagi merasa paling benar. Enggak salah kan, kalau kita pelajari lagi maksud Allah dalam perintah menutup aurat.

Busana muslim yang sesuai dengan maunya Allah cuma wajah dan telapak tangan yang terlihat.
Tidak ketat dan berwarna menyolok.
Kalau ihlas  menuruti, maka kita punya ide/inspirasi baju muslim yang sesuai. Allah enggak akan kasih harga mati. Allah maha bijaksana dengan segala ke maha tauannya tentang hati dan selera hamba. DiberiNya kita kebebasan berkreasi.
Mau tau gaun anda sudah memenuhi syarat atau belum? kalau sahabat bisa memakainya untuk sholat tanpa mukena, berarti sudah pas dengan yang Allah mau.

Gampang kok! bisa juga kita terinspirasi dari gaun non muslim. Yang penting kerudung menjulur menutupi.
Tanpa banyak peniti atau untelan bunga, nanti repot!  habis wudlu enggak bisa benerin lagi!
Islam mempermudah perempuan,kalau saja perempuan  mau meneliti dan memahami.
Kemanapun pergi, tinggal wudlu dan langsung berdiri dihadapanNya, enak! Seolah menemui kekasih tanpa seremonial, tanpa seragam.Coba yuk!


Memilih Dengan Happy!

                                                  politik.news.viva.co.id


Tadi malam saya menghadiri Tabligh Akbar Syech Ali Hasan Halabi yang diselenggarakan oleh beberapa stasiun TV muslim. Baru kali ini acara tabligh yang dikunjungi ribuan orang itu berlangsung setelah Asar sampai jam 20.30. Jemaah wanita tak sebanyak biasanya bila berlangsung siang hari.

Ini cuma tebak-tebak sih, memilih tema "Meneladani Kepemimpinan Abu Bakar Dan Umar Bin Khatab",
mungkin untuk memenuhi dahaga bangsa kita yang tengah merindukan sosok pemimpin seperti ke dua Khalifah tersebut, singkatnya karna mau Pemilu barangkali?

Benar, setelah Syech mengulas tema, datanglah pertanyaan yang bertumpuk diatas mejanya.
Salah satu pertanyaan seperti yang saya duga,  capres mana yang sesuai dan mewakili ummat Islam? Wow! ada yang berjingkrak di dada saya, I need the answer!

Jawabannya diluar dugaan! dengan santunnya syech berakhlak tinggi itu bilang:

" Saya cuma tamu disini, kalian lebih tau siapa pemimpin yang manfaatnya lebih banyak.
 Gaya kemimpinan Abu Bakar dan Umar bin Khatab adalah teladan, patokan untuk pemimpin ideal.
 Tak mungkin lagi ada yang menyerupai, paling tidak mendekati saja"

Bagaimana? Hopeless? Tidak perlu lah! seperti yang syech katakan,

...."Pesta ini akan berakhir maka berdirilah diatas kasih sayang.
Pemimpin yang lemah tak akan mendominasi, tak mampu merubah masalah, bahkan akan terpengaruh. 
Mohon bimbingan pada Allah. Jika pemimpinmu bukan orang yang memuaskan hatimu bahkan mengecewakan, doakan Agar Allah memberinya hidayah"...

Siapapun yang akan jadi nanti, saya sudah tawakal. Berusaha sebisa mungkin untuk tetap memberikan kabar yang manis menyenangkan buat pembaca. Kesandung sih, pernah! terbawa rasa dengan berita. Tapi cukup sampai disitu saja! Masih saya ingat pesan Rasulullah

"Lebih baik punya pemimpin yang zalim, dari pada 1 hari tanpa pemimpin"

Jadi...Yuk! memilih dalam kegembiraan!  :)

Saturday, 21 June 2014

Workshop Dompet Dhuafa


                               

Undangan Dompet Dhuafa dengan tema " GERAKAN ZAKAT MELALUI GORESAN PENA"
jatuh pas di tanggal pembagian raport Sekolah. Banyak Emak-emak bloger yang berkeinginan hadir terpaksa melewatkan kesempatan baik itu.

Setelah perjalanan panjang Bogor-Jakarta dengan kereta yang memakan waktu 1,5 jam sampai juga kaki ini menapaki tangga Sofyan Hotel yang bergaya tua. Di ruangan sejuk lobby ada beberapa orang bapak berpakaian muslim, sementara  suara ceramah dari speaker terdengar dari ruang seberang. Wah! tamu DD (Dompet Dhuafa) Islami sekali penampilannya!
Saya cek daftar hadir di meja, tapi tak ada nama saya. Hehehe ... ternyata itu daftar hadir peserta Manasik Haji ! Ruang Work Shop DD harus melewati 2 lorong, tak jauh dari situ.

Begitu buka ruang Meeting, para undangan sudah disuguhi sarapan pagi.
Meja sudut bertaplak putih terisi penuh dengan kue-kue cantik dan minuman hangat.
Dari KEB hanya saya seorang, begitu juga dari IIDN (Ibu-Ibu Doyan Nulis) cuma 1 perwakilan namanya Mbak Dian, itu pun anggota KEB juga. Hal itu bikin kami cekikikan diam-diam.
Peserta lain  dari kalangan Guru, Mahasiswa, Wartawan, Penulis, Bloger-bloger yang sudah punya nama, penulis-penulis Kompasiana, dan masyarakat umum.

Ada satu orang ibu bergaun ungu yang menarik pehatian saya, siapakah itu? Ya... Ibu Pipit Senja.
Asiik! bisa copdar sekarang, sebelumnya hanya lewat sms karna ada satu urusan. Senang bisa bertemu beliau yang keibuan, humoris,dan kalau ngobrol seperti sudah kenal lama.
Itulah sifat penulis umumnya yang saya tau, mereka terbuka, hangat, dari hal kecil  bisa berkembang jadi cerita panjang, persis seperti saat menulis.








Baik langung saja ke cerita inti yaa..

ISI CERAMAH NARASUMBER

Sesi pertama diisi oleh Nara sumber Bapak Ahmad Shonhaji selaku Deputi Direktur Zakat Dan wakaf Dompet Dhuafa. Beliau menerangkan bagaimana DD (Dompet Dhuafa) menyalurkan amanah masyarakat sampai ke desa-desa terpencil. Fitrah kita sebetulnya butuh  berzakat. Ini yang membuat hadirin tersadarkan sejauh mana semangat zakat  dan sejauh mana memikirkan kaum dhuafa. Orang yang berzakat akan dibayar tunai oleh Allah bila ikhlas, begitu pesannya.

Ibu Paini di sesi berikutnya bercerita tentang "Penerima Manfaat Program Ekonomi Dompet Dhuafa"
Beliau ketua HWDI/KUBEPENCA kota Bekasi, satu wadah Wanita Disabilitas yang semangat berkarya di berbagai bidang, dari berwiraswasta kuliner sampai menulis. Maka tak heran ada 2 ibu hadir menggunakan kursi roda.

Menarik kisah perjalanan beliau ke Desa Cigelap-Jawa Barat dalam "Garakan Cahaya", membantu biaya Sekolah anak-anak petani yang cerdas.
Satu perjalanan amal yang menghasilkan banyak tulisan, sesuai dengan prinsip beliau, kenyataan sehari-hari yang amat disukai akan jadi tulisan menarik.

HUBUNGAN DOMPET DHUAFA DENGAN MENULIS

DD sebagai pelayan masyarakat perannya amat terasa di bidang kesehatan, berbeda dengan pelayanan pemerintah yang  sistemnya belum memadai. Wah! keluhan banyak terdengar disini termasuk ibu Pipit Senja yang harus pontang-panting mengurusi BPJS untuk mengobati Talasemia yang dideritanya. Sampai-sampai harus pindah status dari warga Depok  menjadi warga DKI.
"Good Bye Jawa Barat!" katanya berseloroh.

Sudah sewajarnya bila peran DD kita tunjang, orang berprofesi apapun bisa melakukannya termasuk penulis-penulis. Ibu Pipit Senja mengajak kita menggunakan kemampuan atau hobby kita jadi sedekah.
Saya jadi teringat zaman Rasulullah dulu, tidak semua diperkenankan ikut berperang. Sebagian besar ummat berjihad dengan pedang, sedangkan ulama  yang pandai menulis berjihad dengan tintanya.


TAWARAN MENARIK:

Dompet Dhuafa ingin menghimpun 5000 tulisan dari berbagai daerah. Start dari DKI, terus ke Lampung,Situbondo sampai Pekan Baru.
Kami yang hadir kemarin adalah penyetor tulisan perdana. Wahh! merasa spesial sekali!
Ibu Pipit Senja sudah menilai dan memilih  6 tulisan terbaik, alhamdulillah tulisan saya yang berjudul
 "Ibu Wahyu" termasuk didalamnya. Hehehe,  enggak malu-maluin deh bawa nama KEB! :)
Hingga tanggal 12 Juli tulisan kami yang lain ditunggu untuk mengisi Buku Antologi Dompet Dhuafa yang insya Allah akan di komersilkan. Hasil dari sana sepenuhnya disumbangkan kepada Fuqaha.

Tulisan lain yang saya ingat berjudul :

1. Sedekah dan Sosialisasinya
2. Kue Ketawa Membuatku Menertawakan Diri Sendiri
3. Tetanggaku
4. Bencana Alam
5. Kisah Perempuan di Lingkungan Dolly


SUMBANGAN NASEHAT:

Kenal di dunia maya biasa saja, tapi begitu copdar terperangah!  ternyata yang dihadapan kita adalah orang-orang yang blognya punya segudang penggemar, kaya ide, dan tak asing di dunia bloger.
Seperti Mas Jay  ( Wijayalabs.wordpress.com), banyak penghargaan yang didapatnya pada ajang lomba maupun moment lain. Tak sedikit Allah beri rejeki kagetan karna  ia murah  ilmu dan ihlas membimbing orang lain menulis. Beliau bukan saja Guru SMA tapi juga guru para penulis.

Nasehat beliau,
- Berbagilah ilmu dengan ihlas
- Tiada cara yang baik untuk menulis selain menulis
- Cari Waktu yang tepat untuk menulis
- Sering kita menertawai tulisan kita, selalu tak puas dengan tulisan kita, itu tanda agar kita selalu semangat
- Mau jadi penulis sukses? bergaul dan belajarlah dari penulis sukses!


Acara ditutup dengan hidangan kue-kue lagi. Rupanya tak cukup DD menngenyangkan perut kami dengan makanan siang komplit dan lezat tadi. Kesempatan itu pun kami gunakan untuk berfoto bersama dan ramah tamah.
Sempat sholat Asar di musholla mungil, keren dan bersih. Disanalah saya buka bingkisan penghargaan tulisan saya. Alhamdulillah...dapat Flash disc! Terimakasih DD, terimakasih KEB...;)



























Ajakan Dompet Dhuafa

Saya baru saja pulang menghadiri undangan Dompet Dhuafa (DD) di acara WORK SHOP dengan thema
"GERAKAN ZAKAT MELALUI GORESAN PENA". Acara yang digelar di Hotel Sofyan-Menteng-Jakaarta Pusat itu berlansung dari jam 8 pagi saampai jam 3 sore.
 Hati senang luar biasa dan ingin segera membagi kepada pembaca.

Dompet Dhuafa mengundang komunitas penulis untuk membicarakan keinginan mereka mengubah tinta penulis jadi sedekah. Pas, tepat, persis dengan keinginan terpendam saya selama ini. Saya yakin kemampuan kita menulis dapat jadi jihad juga. Mengingat ulama-ulama terdahulu ada yang berjuang dengan pedang ada pula yang dengan pena.

Lama saya mencari dan memikirkan, bagaimana agar waktu saya yang berlarut-larut didepan komputer tidak menguap sia-sia. Sebagai hamba kurang amal, ingin sekecil apapun yang dilakukan menjelma jadi catatan baik di buku malaikat.

Tak dipungkiri, banyak waktu dan fikiran yang tercurah diatas layar. Akan jadi sesal bila tak dapat ddipertanggung jawabkan dan tak sedikitpun bisa kita banggakan dihadapan Allah kelak.
Maka ajakan DD ini seperti air sejuk dipuncak dahaga.

DD mengharap tinta-tinta penulis dapat menggugah masyarakat untuk semangat berzakat,bersedekah.
Pertemuaan yang menyatukan hati dan cita-cita, luaar biasa!
Bagaiamana jalan acara nya? saya bicarakan nanti  yaa... saya ngaso dulu...:)

Pungut Ilmu Di Jalan Raya


Siang tadi angkot yang saya tumpangi mau isi bensin. Di pintu masuk terhenti karna didepan ada angkot sulit stater . Sopir tak sabar, beberapa kali klakson. Lha...! jelas-jelas didepan mata itu teman seprofesi sedang kesulitan kok tegaaa?

Dengan kesal dia mundur dan ambil jalan sisi untuk mendahului  (dari tadi kek! jalan masih luas)
Tak makan waktu lama, tiba-tiba gantian angkot yang saya tumpangi  di klakson mobil lain.kena damprat sopirnya pula!

Saya pernah tak mau  memberi jalan pada kendaraan lain, dalam hari yang sama tindakan saya terbalas. Sebaliknya bila saya mempermudah orang, maka dengan cepat orang memudahkan saya.

Ilmu atau nasehat memang bertebaran dimana saja.
Dari pada marah-marah, memaki, atau mengeluh, lebih baik teliti dan pungut ilmu di jalan.



Friday, 20 June 2014

Rindu Dengan Jokowi Yang Dulu...




Sebetulnya malas dengan urusan Pilpres, tapi berita ini benar-benar menyayat hati saya yang paling dalam.
Macam apa orang yang dibelakang PDIP dan Jokowi?
Wimar adalah orang berilmu, apa dia tak tau atau pura-pura tak tau bahwa lebel Terorisme dari asing adalah untuk memburukkan pandangan dari negeri lain terhadap Indonesia? Lebel itu pula yang membuat Muslim malu terhadap agamanya sendiri.

Saya belum punya pilihan... tapi berdiri bersama mereka dan berseberangan dengan Ulama Islam Mayoriti, hati saya tak menerima!
Bukan membenci Jokowi, tapi tak suka dengan orang-orang dibelakangnya. Pemimpin adalah siapa pemilihnya. Seperti apa pemimpin seperti itulah pemilihnya. Wallahu a'lam

  Meri kita perhatikan dan cari tau siapa dan bagaimana pemahaman orang-orang pendukung Jokowi macam Wimar, Gunawan Muhamad, Alwi Shihab, Anis Bawesdan, Jalaluddin Rahmat. Komunitas Utan Kayu.

Wimar Witoelar Serang Islam?

Kamis, 19 Juni 2014, 14:00 WIB


Facebook
Capture akun Facebook Wimar Witoelar
Capture akun Facebook Wimar Witoelar
A+ | Reset | A-
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ahad (15/6), Wimar Witoelar memposting sebuah foto di akun Facebooknya. Isinya, berupa foto yang memerlihatkan Prabowo Subianto dan elite koalisi Merah Putih yang dipadukan dengan tokoh terorisme.    
Foto yang diduga rekaan tersebut memperlihatkan Prabowo bersama Hatta Rajasa bersama serta elite partai pendukungnya. Seperti Anis Matta, Aburizal Bakrie, Suryadharma Ali hingga Tiffatul Sembiring. Terdapat juga tokoh Islam garis keras seperti Ketua FPI Habib Rizieq Shihab dan Abubakar Ba'asyir. 
Namun di bagian atasnya, tampak beberapa tokoh terorisme. Misalnya, terpidana mati kasus bom Bali Imam Samudera dan Amrozi. Ada juga pimpinan Alqaidah Osama bin Laden. Tokoh-tokoh tersebut mengapit mantan presiden Soeharto yang juga merupakan bekas mertua Prabowo.
Sementara di bagian bawah, terpampang logo partai dan beberapa ormas Islam. Seperti Muhammadiyah dan Hizbut Tahrir Indonesia (HIT). Meski pun, tak terlihat logo Nahdlatul Ulama (NU) yang merupakan salah satu ormas Islam tertua di Indonesia.
Selain itu, Wimar juga memberikan komentar terkait foto itu. "Gallery of Rogues.. Kebangkitan Bad Guys" (Galeri Bajingan.. Kebangkitan Orang Jahat).
Sontak, tindakan Wimar itu memunculkan banyak komentar. Mulai dari yang menyatakan dukungan hingga permintaan untuk menghapus foto tersebut.
Komentar protes muncul karena foto itu menyertakan tokoh dan logo ormas Islam. Misalnya Dahliah Umar yang mempertanyakan keterlibatan Muhammadiyah dan Aa Gym. "Bung Wimar Witoelar, apa kesalahan Muhammadiyah dan AA Gym?"
"Jangan2 dengan mengungkapkan gambar ini jadi malah memberi kesan ada calon yg anti dengan kelompok dan ormas Islam, padahal sebenarnya tidak...."
Kemudian Mokh Ikbal yang juga menyayangkan munculnya simbol-simbol ormas Islam. "Pilpress ini menjebak kita dg menuduh seenaknya lawan politik. Semoga pak Wimar Witoelar bs semakin bijak".
Muzdalifah Laily juga mempertanyakan pemuatan logo ormas Islam dalam foto itu. Apalagi logo itu disertakan dalam barisan Prabowo dengan latar belakang teroris.
"Wimar, apa yg anda tulis menyakiti orang Muhammadiyah. Kalau itu cara Anda mendukung Jokowi, get lost," tulisnya. 
Menanggapi komenter orang terkait foto dan status yang ia unggah, Wimar tak banyak bicara. Malah, dalam satu komentarnya, ia seakan lepas dari tanggung jawab. "Silakan ribut sendiri," tulis dia. 

Thursday, 19 June 2014

"Kenapa Ribut Masalah Syiah?"


Sebetulnya belum tau apa yang akan saya tulis pagi ini, tapi saya ingat pertanyaan Ipar saya via inbox FB tadi malam. "Kenapa ummat Islam ribut soal Syiah?"

Ipar saya sudah 20 tahunan tinggal di San Francisco yang hidup disana berbagai etnik dan agama.
Kebebasan beragama meluaskan kesempatan sekte atau aliran apapun masuk ke masyarakat yang umumnya logik. Maka kalau dengar Islam berkembang pesat di Negeri Paman Sam, ribuan orang masuk Islam setiap tahun, saya biasa-biasa saja! Sebab memang sudah janji Allah.

Tapi disamping itu saya berfikir, Islam apa dulu? para imigran datang kesana dengan membawa Islamnya masing-masing. Misalnya orang-orang Irak korban perang yang legal dari PBB ditempatkan di USA atau Australia, kebanyakan mereka Syiah, maka menyebarlah faham itu.

Kembali ke soal, kenapa ribut?
Sebetulnya Islam Sunni seperti umumnya kita di Indonesia tidak mempermasalahkan perbedaan faham.
Kita hanya melindungi anak-anak dari pemahaman mereka yang menyimpang dari ajaran Rasululllah.
Pakaian sama, Quran sama, bahkan kelihatan Imam-imam mereka seperti impian umat islam yang rindu  bersatu. Ribut tidak perlu, anak-anak lah yang harus kita bekali lebih banyak lagi.

Tak salah jika kita (Sunni) menuntut pemerintah melalui MUI untuk menjamin keamanan umat bergama yang sudah berlangsung lama ini dengan menurunkan pernyataan bahwa Syiah bukan Islam! karna syahadat mereka beda! Mereka yakin Malaikat salah menurunkan wahyu. Seharusnya bukan Muhammad tapi Ali RA.

Syiah punya banyak aliran juga, dan yang paling berlawanan dengan ajaran Rasulullah adalah
 "Syiah Rafidhah" . Baik nya dipelajari saja pemahaman mereka supaya jelas perbedaannya.
Yang saya tau, mereka membenci para sahabat Rasulullah. Padahal para sahabat itu perkataannya bisa dijadikan sumber hukum.Dan masih banyak lagi yang bertentangan. Misalnya masalah Kawin Mut'ah, dan Taqiyya.

Anda akan kesulitan meminta penjelasan mereka, sebab mereka dibolehkan Taqiyya ( Halal  bohong demi kebaikan). Mereka mengaku Islam murni dan tak akan  membuka kedok asli.
Jadi...Mari kita pelajari saja!
Dan ingat, kita tak mungkin bisa melindungi keturunan kita dari pemahaman yang salah bila kita sendiri kurang bekal AQIDAH.





Halaman Blog Terkotori


Saya agak kesal pagi ini waktu buka blog . Beberapa gambar menempel seenaknya di halaman.
Gambar perempuan iklan sex dan tebak gambar berhadiah. Kalau saya delete gambar hilang pula halaman saya. Saya kira hanya youtube yang dibegitukan.Ya ampun, maksa banget! Sangat tidak nyaman!

Masih cari informasi nih... bagaimana memusnahkannya.
Saya pun belum tau, apakah pembaca melihatnya juga atau hanya saya?




Wednesday, 18 June 2014

Yang Didapat Dari Nge-blog


Satu hari tanpa tulisan terasa ada yang kurang, itu kalau sudah berjalan rutin. Tapi kalau sedikit macet, pasti keterusan jadi malas!
Nge-blog  cara  bagus bagi  saya untuk melatih "Ketekunan".

Banyak kejadian terekam di kepala, namun  untuk menumpahkannya terkadang terkendala waktu.
Bagaimana dengan anda?
Kalau  saya akan mencatat sedikit dalam draft yang akan dikembangkan setelah lowong.
Atau saya akan foto bila tema yang akan saya ceritakan ada dihadapan. Penuhlah kamera seluler saya dengan gambar bercerita, tapi ya gitu... beberapa menumpuk tanpa penyelesaian! hehehe

Menulis dengan rajin akan terlihat perbedaannya, coba saja lihat tulisan kita di awal-awal, pengen ketawa rasanya! :)
Tapi tanpa bermaksud meremehkan karya kita lho! Bagaimanapun perjalanan itu penuh perjuangan.
Berkarya erat  dengan ketekunan. Membuat kita hidup dan menikmati hidup.


Devy Nadya Aulina: CARA MENGIRIMKAN NASKAH KE MEDIA MELALUI EMAIL

Devy Nadya Aulina: CARA MENGIRIMKAN NASKAH KE MEDIA MELALUI EMAIL: 1.       Buka akun email kita. 2.       Klik TULIS maka layar akan terbuka bertuliskan pesan baru. 3.       Tulis alamat email ...

Me...Me..


Nature, Feelings, Emotions

                    

Melly Ganti Penampilan


Melly Goeslaw © KapanLagi.com

Tampilan Melly Guslow yang baru amat menyejukkan.
Dia yang dulu modis, kreatif memilih gaun, selera tidak pasaran, kini justru gaun sederhana jadi pilihan.
Katanya ia suka dengan gaun-gaun hitam yang dikenakan Pipik, istri alm Ustad Buchori.
Hehehe, asik! selera kita sama!

Baju hitam selain sederhana tak membuat kita repot dengan asesories.
Kerudung lilit tak perlu banyak  peniti/jarum, apalagi di untel-untel untuk bikin bunga.
Perhiasan apapun yang dikenakan pasti masuk, baik emas kuning maupun putih. Satu perhiasan saja sudah manis, kesannya malah menonjol diantara hitam kelam. Tambah anggun dan terkesan mahal. Perhiasan tak perlu ramai!

Pemakai abaya dari Timur Tengah yang sering saya temui adalah orang yang percaya diri, tak suka diperhatikan orang.
Kalau diteliti, bahan hitamnya luar biasa mahal. Tas dan sepatu kwalitas tinggi. Cincin hanya satu tapi wooow! kilapannya galak,segalak harganya!
Mereka memakai sesuatu  karna ingin dinikmati sendiri, nyaman, dan berkelas.
Itu yang saya mau!....:)








Tuesday, 17 June 2014

Mengahadapi Vanya


Baru sekali punya murid privat yang susah diraih hatinya.
Vanya, Umur  5 tahun. Dari wajahnya  bisa ditebak tak suka dengan orang asing.
Saya biarkan dia menggambar meninggalkan buku Iqro, dengan perjanjian sehabis gambar langsung baca.
Tapi gambar nggak jelas itu selesai dia malah menangis minta ditemani ibunya. Hadeehh!

Saya mengingat-ingat kembali, mungkin pernah baca di majalah atau buku apapun menghadapi anak begini, tapi nihil! Cuma menunggu, mungkin karna hari pertama ada kegiatan yang mengganggu kebebasannya.
Akhirnya saya katakan bahwa kali ini tak ada belajar, hanya baca sebentar untuk tau kemampuan bacanya sudah sampai mana?

Mulailah Vanya mencoba sedikit membaca, alhamdulillah!
Tepatnya sih dia bukan baca tapi hafal. Banyak huruf yang salah,asal tebak. Tapi  mau duduk berdua dengan saya sudah awal yang bagus. Walaupun terputus dengan rengekan kecil nggak jelas, hidungnya berkeringat dan garuk-garuk kepala, sepertinya cepat bosan.

Jam mengajar perdana singkat sekali, lamanya saat ngobrol dengan Mama Vanya dan menyantap soto tankar yang sudah disiapkan.

Yang saya ceritakan ini kejadian 3 minggu yang lalu, alhamdulillah kini 1 jam belajar dia mampu.
Tapi teteeep, mama nya harus mendampingi di awal. Duduklah sang ibu tak jauh dari situ sambil asik BB-an  :)


Devy Nadya Aulina: ALAMAT EMAIL MEDIA YANG MENERIMA PUISI/CERPEN/ESSA...

Devy Nadya Aulina: ALAMAT EMAIL MEDIA YANG MENERIMA PUISI/CERPEN/ESSA...: BERIKUT alamat-alamat email redaksi koran, majalah, jurnal dan tabloid yang menerima kiriman CERPEN/PUISI/ESAI. 1. Kompas opini@kompa...

Monday, 16 June 2014

Bikin Adem Beranda FB


Beranda Facebook  sudah penuh dengan sampah hujatan, panas dengan fitnah.
Capek rasanya! Tidak sabar menunggu tanggal 9 Juli, biar semua berlalu.
Hehehe...tapi siapa tau setelah itu lebih heboh lagi?

Begitu besar pengaruh tv dan medsos hingga mendominasi fikir penggunanya.
Pemahaman dan keyakinan berusaha di giring sesuka  mereka.
Yang bingung yang belum punya pilihan, kesiaan...

Berita,wawancara, masih bertema dan bergambar sama. 2 wajah kandidat.
Saya sampai lupa kalau kita masih punya presiden, SBY!
Ya sudah.! saya bikin adem saja beranda dengan gambar-gambar ini.

Dok: