Wednesday, 11 June 2014

Bersedekah Karna Sesuatu



Saya kira, orang yang prihatin  pada kaum dhuafa, sering mengungkapkan fikiran tentang solusi mengatasi kemiskinan, ia akan tergerak hati menolong langsung denga hartanya,
Nyatanya tidak, ada diantara mereka yang hanya pandai mengamati.
Harta banyak, tak pula tergerak hati untuk mengubahnya jadi "Bekal akhirat".
Ada pula yang rumah kosongnya di pakai untuk kegiatan sosial, tapi tetap mengharap keuntungan dari situ.

Tak jarang saya temui orang yang semangat bersedekah hanya pada hari-hari besar Islam saja. Atau ketika ingin doanya/cita-citanya dikabulkan. Mengundang anak-anak dhuafa lalu memberi mereka uang atau makanan,cukup!

Pengalaman baru-baru ini beberapa kali saya diminta seorang Caleg untuk membawa puluhan anak-anak dhuafa, harapannya doa-doa dhuafa cilik itu bisa mewujudkan cita-citanya.
Meskipun itu perbuatan mulia, tapi sesungguhnya terkotori niat baiknya.
Berbuat sesuatu tanpa ada "apa-apanya" sepertinya sulit sekali!

Pengalaman-pengalaman ini membuat saya ingin berhenti menerima amanat-amanat semacam itu lagi.
Berat menghadapi orang-orang yang tidak mengerti bahwa, menolong yang berkepanjangan adalah yang diperlukan. Misalnya untuk biaya sekolah anak, atau untuk biaya berobat kepala keluarga yang sakit. Dengan dia sehat maka keluarganya akan kenyang dan anak bisa sekolah.

No comments:

Post a Comment