Thursday, 12 June 2014

Bu Hany


Sarapan Nasi Goreng sudah tersedia, tapi kami belum menyentuhnya. Saya menunggu Bu Guru TK yang masih terdiam.

"Ayo bu kita makan !"
  
Beliau malah terlihat sedih, tak lama keluarlah air matanya. Saya jadi terbawa sedih meski belum tau masalahnya.

"Saya haru, ibu selalu perhatikan makanan saya . tidak hanya itu, sayapun sangat berterimakasih selama ini ibu beri saya kebebasan  dalam cara mendidik murid-murid , itu tak kan pernah saya lupakan. Saat memegang TK sendiri nanti, cara berfikir dan keihlasan Ibu lah yang jadi patokan saya"

Akh, malah sebaliknya...saya yang amat bersyukur punya guru seperti dia. Sedikit sekali tenaga saya buat TK. Beliau pengharum nama sekolah dan dibanggakan para orang tua murid. Kesabarannya selalu jadi bahan perbandingan dengan guru-guru TK lain. Lulusan TK kami banyak yang juara di SD hingga ke level SMA karna jasanya menyemangati murid .
Memiliki teman kerja seperti dia amat menguntungkan.

Tak lama lagi kami akan berpisah. Peralatan TK sudah saya hibahkan.
Perjalanan amal tak pernah kita tau. Akal manusia bilang, kita yang melakukan dari awal hingga akhir. Tapi kehendak Allah beda, amal ternyata bisa estafet. Berarti yang kita tanam akan berakar,berbuah, dan beranak lagi ditempat lain. Jadi berbuat saja! nanti Allah yang atur, Allah yang menggantikan peran kita selanjutnya. Hidup kita seperti di tawari ragam warna koleksi Allah yang tak pernah habis...Subhanalllah.




No comments:

Post a Comment