Sunday, 15 June 2014

Bu Wahyu



Bu Wahyu datang dengan tentengan berat, berulangkali saya minta jangan bawa sesuatu kalau bertandang, tapi masiiih saja.

Dulu dia rutin datang untuk ambil jatah beasiswa Wahyu putranya. sayang...sekolah wahyu terputus karna tak mampu menyerap ilmu banyak-banyak. Pentium1 kapasitas memang beda!
Anak binaan tak semua bisa mewujudkan keinginan donatur, itu kenyataan. Dan tak adil kalau hanya memberi kepada yang pintar saja. Paling tidak wahyu punya mental yang baik. Tidak pendek akal meski ekonomi sulit. Orang- orang seperti mereka perlu hadir guna wadah infaq. Sehebat apapun mobil butuh mur kecil.

Wahyu pandai bercocok tanam dan penjaga kebun yang amanah, jatahnya selalu sampai kerumah saya. Singkong, ubi,jagung, labu. Tak mungkin saya makan semuanya, jadi tetangga pun menikmati.
Wahyu tetap jadi manusia manfaat dalam perannya. Tak perlu sama dengan kehendak kita.
Bersedekah... Lupakan... Biar Allah yang atur!

Kadang tidak enak selalu di beri, tapi tak apalah...mungkin itu cara mereka balas budi. Kegembiraan kita adalah kebahagiaan mereka, jadi pahala juga. Selain itu Sedekah  mudah mengalir tanpa kita cari orang.
Bukankah kini sulit menemukan  orang yang tepat menerima?.
Biar Allah saja yang memilih. 

2 comments:

  1. Wah, singkong, ubi, jagung, labu, makanan tradisional yang kaya manfaat :) apalagi kalau kualitasnya bagus pasti enak banget diolah.. Alhamdulillaah ya mak..

    ReplyDelete
  2. Hehehe gratis pula! Alhamdulillaaah....:)

    ReplyDelete