Friday, 13 June 2014

Celoteh Anak


Membaca tulisan teman tentang anaknya yang cerewet menggemaskan, jadi teringat anak ke 2 saya.
Dulu cerewetnya bukan main, apa yang diomong bikin ketawa.Tingkahnya tak bisa ditebak, matanya bersahabat meski kepada orang yang baru dikenal.

Setelah masuk SD mulai pendiam, SMP, SMA,kuliah juga begitu
meski kata teman-temannya dia bisa juga kocak dan supel di pergaulan.
Sebetulnya  kehilangan dia  yang dulu...

Dalam syukur dan bahagia saya saksikan perjalanan spiritualnya
semakin tekun memahami agama semakin ia  hormat dan menjaga perasaan saya.
Nuansa baru, membawa cinta dan sayang saya yang makin beragam rasa
menatap dia bukan lagi dengan tawa, tapi penuh bincang dengan Allah
"Saksikan ya Allah, dia Shaleh!"

Kata-katanya yang dulu menggemaskan
kini  mencerahkan buat saya yang tambah usia makin kurang faham kekinian.
Bisa dibayangkan... betapa berbunga nya hati kala dengar lagi tawa lepas dan candanya saat ia hadir ditengah saudara-saudaranya.

No comments:

Post a Comment