Thursday, 12 June 2014

Di Traktir Abang

  

Nyicipi gaji abang malam ini. Dia baru selesai membantu dosen  mewawancarai  wisatawan  asing di Bandara Soekarno-Hatta.
Berani dan percaya diri membuat daftar panjang orang-orang yang di wawancarai, jadi lumayan lah, honornya ! Alhamdulillah...

Agar berbekas, saya biarkan hasil kerjanya dibelikan sesuatu yang lama jadi dambaan.
Sisanya kami nikmati bareng di tempat yang belum pernah kami kunjungi.
Abang menentukan Rumah Makaroni-Bogor yang  selama ini cuma kami lewati saja. Tak tau apa menu yang ditawarkan dan bagaimana interiornya.
Biasa, tidak hanya klinik alternatif, restaurant pun banyak dikunjungi justru oleh orang-orang jauh.

Ternyata tempatnya remang-remang romantis. Rumah tua,perabot tua masih komplit.Diiringi lagu-lagu tua kami menikmari Makaroni, Steack lidah, Salad, dan Nasi Goreng. Minuman segarnya wenaak...warnanya pun menarik!

Rumah-rumah kuliner makin bertambah sekarang. Sepanjang jalan "Taken" (Taman Kencana) yang dulunya banyak beroperasi Waria, kini jadi tempat Wiskul (Wisata Kuliner). Syukur mereka masih mempertahankan gaya rumah asli.




2 comments:

  1. Ini terkenal ya mak :) saya beberapa kali liat ulasannya di TV.. Enak gak mak Makaroni panggangnya?

    ReplyDelete
  2. Kalau menurut saya enak,Mak, atas nya renyah gurih keju, dalamnya lembut. Tapi menurut anak-anak, lebih enak yang saya bikin karna lebih lembut dan padat. Hehehe memang kalau bikin sendiri saya beri banyak susu,keju dan telur. :)

    ReplyDelete