Tuesday, 3 June 2014

Ganti Label Sabar



Nampaknya saya harus mengganti label "SABAR" dengan label  "SYUKUR".
Kalau kata sabar, yang terbayang seseorang memendam perasaan, bertahan, muka sedih,sampai badannya kurus.
Siapa tau dengan merubahnya bisa tercapai  "Sabrun Jamiil"  Sabar yang cantik seperti yang Allah maksud.

Gara-garanya pagi ini saya dapat nikmat kepala sehat setelah tadi malam luar biasa pusing, cenut-cenut, keringat dingin dan muntah. Pekerjaan terbengkalai sementara harus ambil uang yang tak bisa diwakilkan orang lain.
Nikmat sehat yang saya dapat memudahkan segala rencana terwujud. Alhamdulillah,subhanallah.
Dan saya bingung harus dengan apa mengucapkan terimakasih pada Allah selain bersedekah.

Ketika keluar rumah banyak hal yang ditemui. Tukang ngamen yang prolognya halus mengancam, antri panjang di Bank, sopir angkot semena-mena, surat penting yang belum kelar sesuai janji dan lain-lain.
Saya terima semua karna bersyukur saja. Berusaha tidak mengeluh karna ini lebih baik daripada saya terkapar dirumah.

Nampaknya kita baru  bisa sabar karna kita bersyukur. Lebih enak menghitung mampu bersyukur dari pada menghitung berapa kali kita mampu sabar.
Terus, yang benar-benar sabar, kapan? Ya..itu! Sabar untuk selalu  mengingatkan diri.

Wallahu a'lam...



2 comments:

  1. sabar sama syukur saling brdampingan ya mbk....smg qt sllu diberi knikmatan keduanya aamiin

    ReplyDelete
  2. Amiin..ya Rabb. Memang, Sabar dan Syukur seperti mata koin, sisi berbeda dalam kesatuan. trmks doanya :)

    ReplyDelete