Sunday, 15 June 2014

Guru Ngaji


Guru itu pernah sedih karna gaji yang diterima tak layak. Hatinya ribut berdebat mempertahankan pendapat.
Yang satu bilang, mereka sombong  tak menghargai ilmu, tidak fair!
Yang satu lagi bilang, sudahlah memang itu jatahmu. Besaran rejeki sudah ada ketentuannya. Boleh jadi Allah sedang menguji keihlasanmu dalam membagi ilmuNya. Atau engkau sendiri yang sebetulnya sedang diajarkan Allah bahwa pintu rejeki sudah diatur pintunya.


Hari berlalu, seorang kerabat sahabat menelpon minta anaknya dibimbing mengaji.
Rumah megah tempat tinggal mereka cukup jauh dari jalan raya utama. Semangat membagi ilmu mampu menghilangkan rasa capeknya.
Rupanya disana ia temui jawaban Allah, seusai mengajar ia menerima honor yang diluar dugaan,berpulu-puluh kali lipat jumlahnya. terperangah juga hatinya.
Tapi bagaimanapun juga hati harus punya kendali, kembali ke niat semula, lillah...

No comments:

Post a Comment