Kamis, 12 Juni 2014

Hati-Hati Pada Orang Berilmu


Seorang guru TK dhuafa tinggal di rumah kontrakan kecil, 3 ruang.
Disana ia menerima anak-anak desa mengaji dengan bayaran sesanggupnya.
Karna pembantu TK belum pandai baca latin  dan arab, diajaknya untuk belajar setelah anak-anak usai.
Alhamdulillah, dari asalnya asing dengan huruf Quran akhirnya menguasai, meski butuh waktu lama.

Suatu saat pembantu TK mendapat warisan 7 juta dari orang tuanya. Dipinjamkanlah uang itu untuk sang guru yang kebetulan saat itu tak sanggup bayar kontrakan 1 tahun kedepan. Hitung-hitung menyimpan uang itu dari pada terpakai sia-sia. Ia pun  berjanji  akan memberi sang guru beberapa persen dari uangnya untuk bayaran ngaji selama ini yang sudah lebih dari 2 tahun

Lama pinjaman hanya beberapa bulan saja, tapi berita sudah tersiar kemana-mana. Membuat muka bu guru tertekuk bila bertemu dengan orang tua murid. Fitnah selalu punya jalan untuk berkembang membuat luka Bu Guru  sabar itu.

Ulama bilang, " Jangan sampai kita menyakiti orang yang berilmu, karna akan jadi racun "
Apalagi orang yang berilmu itu punya hati ikhlas.
Benar saja, beberapa lama berselang, Pembantu TK tadi dapat penyakit entah apa nama jenisnya. Bibirnya membengkak besar hingga malu keluar rumah berhari-hari.

Guru yang sabar dapat kemudahan dari Allah melalui pintu yang tak diduga. Sebelum jatuh tempo ia dapat mengembalikan uang pinjaman, tak kurang se-sen pun. Kemudahan lain ia mendapatkan rumah cicilan paling ringan.
Bagaimana dengan janji Pembantu tadi ? Karna geram, tak sepeserpun ia mau melaksanakan niatnya.
Tak mengapa, sang guru ihlas atas perlakuan murid tua  sebab Allah sudah menggantikannya dengan yang lebih banyak dan lebih baik.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar