Wednesday, 4 June 2014

Kartini Atau Malahayati?


                     

                            ajiprabowo.wordpress.com




Ada satu orang koment di Facebook

"baru surat-menyurat saja, sudah dijuluki Pahlawan!"

Komentar muncul karna sebuah status sejarah  pejuang wanita dari aceh "Malahayati", nama aslinya Keumalahayati.
Tahun 1585-1604 memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana Panglima Rahasia dan Panglima Protokol Pemerintah dari Sultan Saidil Mukammil Alauddin  Riayat Syah 1V.

Malahayati memimpin 2000 orang pasukan Inong Balee (janda-janda pahlawan yang telah tewas). Mereka menghadang dan menyerang kapal dan benteng Belanda tanggal 11 September 1599.
Dalam pertempuran di geladak kapal satu lawan satu, Malahayati berhasil membunuh Cornelis De Houtman, Kepala ekspedisi pertama Belanda ke Nusantara yang ambil alih dominasi Portugis atas hasil bumi kita.

Versi Belanda mengatakan Cornelis yang hobby mabuk itu terbunuh karna minumannya di racuni Raja Aceh pada acara penyambutan Kehormatan ekspedisinya yang ke 2.

Setelah Malahayati berhasil membunuh dedengkot Belanda itu, ia pun di naikkan pangkatnya menjadi "Laksamana Malahayati". Kelak nama itu di abadikan pada kapal perang TNI-AL 362: KRI Maahayati.
Kepahlawanannya hadir jauh sebelum ada Cut Nya Dhin, apalagi Kartini...

Seandainya dia yang dijadikan contoh pahlawan putri sejati karna keberanian memimpin dan berjuang langsung, mungkin lebih komplit lagi pemahaman "Emansipasi". Bukan sekedar menunjukan mampu sekolah tinggi atau  "Pria bisa wanita pun bisa" di segala profesi. Cukup puas dengan melihat wanita jadi manager atau berpakaian pilot/ABRI.

Hihihi, saya kok kurang sreg kalau dengar pendapat, wanita sekarang hebat karna Kartini.
Artinya wanita Indonesia hebat karna surat menyurat dan dapat arahan dari sahabat Kartini yang Belanda itu.
Diujung jadi ada kesan, tetap saja "Belanda" yang mengarahkan.








No comments:

Post a Comment