Tuesday, 3 June 2014

Keluarga Maluku di Belanda tentang Maluku di Indonesia


Yang mau saya tanya:

-Apa mereka tidak tau bahwa Belanda itu Penjajah, membuat rakyat menderita, membawa hasil bumi selama 360 tahun  di Indonesia termasuk Maluku?

-Apa mereka tidak ingat, bahwa dulu Maluku Tengah mayoritas Muslim dengan selalu menangnya partai NU?

-Kalau mau ikut penjajah dan mengatas namakan Maluku Selatan, tak mengapa! asal jangan bawa masyarakat Maluku secara keseluruhan ( muslim). 
Maluku selatan itu kecil, dan akhirnya hidup terpencil/disisihkan  juga di Holland  kebanggaannya.

-Warga Nasrani ditindas?  dalam kasus apa? 
Bukankah Muslim Maluku yang paling menderita saat RMS?
Kalau bicara keseluruhan, bukankah telah berdiri  banyak Gereja di Indonesia yang mayoritas muslim, dibandingkan jumlah masjid di negara Nasrani (Eropa) yang pembangunannya sangat...sangat... dipersulit? Aneh !!



Inilah Sikap Tegas Jusuf Kalla Soal Gereja di Depan 700 Pendeta


JAKARTA (voa-islam.com) - 

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla bicara soal toleransi 56.000 gereja, itulah tema sebuah kiriman Broadcast BlackBerry Messenger yang banyak tersebar dan diterima redaksi voa-islam.com.

Isi dari pesan tersebut mengisahkan Jusuf Kalla yang kini menjadi Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang menanggapi secara tegas pertanyaan tentang GKI Yasmin, Bogor di hadapan 700 ratus pendeta. Ia juga berbicara soal toleransi yang harus berasal dari kedua belah pihak. Berikut ini kutipan lengkap kisah Jusuf Kalla yang berani bersikap tegas di hadapan para pendeta.

Jumat sore kemarin (1/3/2013), Pak Jusuf Kalla memimpin rapat DMI. Sehabis Magrib beliau cerita bahwa baru saja ceramah di Makasar dalam konferensi gereja dihadapan 700 pendeta. Dalam sesi tanya jawab ada yang tanya tentang gereja di Yasmin (GKI Yasmin- red.)  Bogor beliau menjawab: “Anda ini sudah punya 56.000 gereja seluruh Indonesia tidak ada masalah, seharusnya berterima kasih, pertumbuhan jumlah gereja lebih besar daripada masjid, kenapa urusan satu gereja ini anda sampai bicara ke seluruh dunia?”

“Toleransi itu kedua belah pihak, anda juga harus toleran. Apa salahnya pembangunan dipindah lokasi sedikit saja, Tuhan tidak masalah kamu mau doa di mana. Izin Membangun gereja bukan urusan Tuhan, tapi urusan Walikota,” begitu khasnya Jusuf Kalla dengan nada yang tinggi.

- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/03/03/23469/inilah-sikap-tegas-jusuf-kalla-soal-gereja-di-depan-700-pendeta/#sthash.yJRaVvXk.dpuf


***Tapi apakah sama pendapat mereka? Tentu tidak! Hanya generasi muda yang tak tau sejarah bisa mengatakan hal negativ. Sedangkan generasi awal yang mengalami langsung masa migrasi, jujur mengatakan di video ini.
Persis yang  sepupu-sepupu saya katakan di Tulehu. Rombongan generasi tua kalau datang wajahnya menahan sedih.
Kampung tak punya, negarapun tak punya. Mirriss! 

" BIAR  HUJAN  EMAS DI NEGRI  ORANG,  KAMPUNG SENDIRI   LEBIH   BERHARGA"













No comments:

Post a Comment