Monday, 2 June 2014

Maluku 12


                             
                                                           ianmc95.wordpress.com                   


Group 2 dibawah pimpinan Kolonel Slamet Riyadi dan Kolonel Kawilarang dapat tugas merebut benteng Nieuw Victoria yang berdiri di Sirimau, wilayah Ibu Kota RMS.
Pertempuran sengit dengan taktik 3 serangan.Pasukan darat menyerang dari arah Utara dan Timur, sedangkan pasukan laut diterjunkan langsung di Pelabuhan Ambon. Pasukan Riyadi dengan gagah merangsek menembus rawa-rawa.
Perjalanan yang memakan waktu 1 bulan itu diiringi serangan RMS yang  bersenjatakan Jungle Carbine, dan Owen Gun,membuat tentara Indonesia terjepit.

Slamet Riyadi tak sedikitpun menunjukkan wajah gentar. Putra Idris Prwiro Pralebdo, Perwira Prajurit Kasunanan Surakarta itu pernah melarikan perahu kayu milik Jepang yang datang menjajah menggantikan Belanda.
Dengan menggalang kekuatan pemuda ex Peta berhasil merebut dan melucuti senjata tentara Jepang.

Belanda juga  kerap kocar-kacir menjauhi daerah Solo dimana beliau dilahirkan. Dengan gigih ia pertahankan sampai Belanda sepakat melakukan gencatan senjata disusul penyerahan Solo ke pangkuan Indonesia dalam waktu 4 hari. Belanda tak pernah melihat wajah beliau, tak heran mereka terkejut saat melihat pimpinan gerilyawan itu ternyata masih muda belia.
(Sumber : http://angkasa.co.id/)

Menembus Benteng yang dibangun oleh Portugis (1775) itu amat sulit. Ada mitos bahwa benteng itu dilindungi ghaib hingga tak mudah di taklukan. Tapi pasukan bersikukuh

 "Hari ini benteng harus di taklukkan, patahkan mitos , kita tidak mengenal istilah gagal! karna kegagalan akan menutup kesempatan menaklukan tempat-tempat lainnya"

Melihat keberanian Slamet Riyadi yang selalu ada di depan membuat tentara KNIL mantan TNI geleng kepala,

" Beta su perang dimana-mana, tapi beta bolong lia lain manusia semayon muda yang ada di muka, beta heran par mati, nyong muda pung mata seng bacuti par sadiki lae! itu manusia laki-laki batul, beta par heran skali!
( Saya sudah perang dimana-mana, tapi belum pernah melihat orang muda memimpin di depan, saya betul-betul heran. Anak muda yang matanya sedikitpun tak lengah, dia laki-laki sejati yang membuat saya heran!)

Pukul 11.30  tanggal 3 November 1950 RMS berhasil di terobos. Waitatiri, Passo berasil dikuasai menyusul Galal dan Halong. Pemberontak berlari tunggang langgang mencari pengasingan. Namun Tentara Indonesia mengejarnya terus sampai ke lubang-lubang pertahanan yang telah mereka persiapkan.

Kol. Slamet Riyadi mendapat kawat dari Kawilarang :
" Segera serbu, kalau dapat berlarilah! Ambon harus selesai jam 12 siang ini !"

Penyerbuan ini mempunyai tragedi sendiri. Terjadi kesalah pahaman diantara pasukan.
Kawan dikira Lawan, yang mengakibatkan gugurnya sang pahlawan muda itu.





                              
                                                          ianmc95.wordpress.com
         














No comments:

Post a Comment