Saturday, 7 June 2014

Maluku 13

                                  
                                             davefeodora.blogspot.com



Di Kecamatan Sirimau benteng Victoria berdiri megah. Ruas jalan disisinya menuju bibir pantai Honipopu.
Berdiri di benteng  akan kelihatan  cantik saat senja, Matahari pamit ke peraduan  di balik Teluk Ambon.
Ekornya meninggalkan jejak warna romantis.
Belanda dan  Portugis menjadikannya Pusat Pemerintahan karna dekat dengan Pelabuhan.
Simpanan harta kekayaan rakyat pribumi  yang tersimpan disitu didistribusikan langsung ke Benua-benua Eropa.

Benteng dengan 4 cerita,tempat dimana  Belanda dan Portugis mempertahankan diri, lalu Patimura di eksekusi, terakhir tempat pertahanan RMS.
Serangan laut dan udara bertubi-tubi dari  Tentara Indonesia, dan pertempuran berhadapan langsung  membuat RMS terjepit dan akhirnya  bertekuk lutut di hadapan Tentara Indonesia.

Kemenangan yang menggembirakan, dalam letih dan bahagia seluruh prajurit beristirahat  dalam benteng.
Hingga mereka terlena, dilihatnya diluar serombongan pasukan datang dengan baret hijau dan bendera merah putih. Mereka berdiri menyambut,Kolonel Slamet Riyadi berada diluar saat itu.

Tak disangka, tentara KNIL  menyamar menyerbu. Tak dielakan lagi perang tanpa kenal mana musuh mana lawan di depan Benteng, pakaian mereka sama.
Di tengah simpang empat waktu Asar,  terdengar tembakan dari kendaraan berbendera merah putih. Overste Slamet Riyadi berseru pada pasukan

 "Mari! mari! Majuu!"

Siapa yang menyengka itulah kata-kata terakhirnya berulang-ulang sambil meraba perutnya. Darah merembes didinding perut yang biasanya terlindung rompi besi.
Hingga jam 9 malam Pahlawan pemberani itu disuntik penenang, tapi Tuhan memanggilnya dalam keadaan terus menyemangati prajurit.

" Mari! Mari! Majuu!"

Dibawah lindungan pohon nyiur,
berteman ombak putih,  samudra biru
beristirahat tubuh sang kolonel muda diantara 250 pahlawan lainnya.
Mata rakyat Tulehu tertuju pedih kesana...
Beberapa tahun kemudian baru dipindahkan ke
Taman Makam Pahlawan  "Pasir Putih"- Kota Ambon.

Kematian mulia  penuh duka  yang membakar semangat prajurit , hingga Kota Ambon berhasil ditundukkan.
Sisa-sisa anggota RMS menyerah lalu berlarian panik ke dusun-dusun disekitar seperti Hutumuri,Soya dan ke gunung-gunung. Dukungan pada RMS makin menipis semua kembali dan menyerahkan diri pada APRI (Angkatan Perang Indonseia)







wisata.kompasiana.com
lantamal9.koarmatim.tnial.mil.id



kusumorini.com

No comments:

Post a Comment