Tuesday, 17 June 2014

Mengahadapi Vanya


Baru sekali punya murid privat yang susah diraih hatinya.
Vanya, Umur  5 tahun. Dari wajahnya  bisa ditebak tak suka dengan orang asing.
Saya biarkan dia menggambar meninggalkan buku Iqro, dengan perjanjian sehabis gambar langsung baca.
Tapi gambar nggak jelas itu selesai dia malah menangis minta ditemani ibunya. Hadeehh!

Saya mengingat-ingat kembali, mungkin pernah baca di majalah atau buku apapun menghadapi anak begini, tapi nihil! Cuma menunggu, mungkin karna hari pertama ada kegiatan yang mengganggu kebebasannya.
Akhirnya saya katakan bahwa kali ini tak ada belajar, hanya baca sebentar untuk tau kemampuan bacanya sudah sampai mana?

Mulailah Vanya mencoba sedikit membaca, alhamdulillah!
Tepatnya sih dia bukan baca tapi hafal. Banyak huruf yang salah,asal tebak. Tapi  mau duduk berdua dengan saya sudah awal yang bagus. Walaupun terputus dengan rengekan kecil nggak jelas, hidungnya berkeringat dan garuk-garuk kepala, sepertinya cepat bosan.

Jam mengajar perdana singkat sekali, lamanya saat ngobrol dengan Mama Vanya dan menyantap soto tankar yang sudah disiapkan.

Yang saya ceritakan ini kejadian 3 minggu yang lalu, alhamdulillah kini 1 jam belajar dia mampu.
Tapi teteeep, mama nya harus mendampingi di awal. Duduklah sang ibu tak jauh dari situ sambil asik BB-an  :)


2 comments:

  1. Mak Mutia mengajar privat apa? Mengajari anak kecil memang harus punya stok sabar banyak ya mak, apalagi kalau bukan anak sendiri, kan gak bisa kita kerasin, nanti malah gak mau lagi diajarin :)

    ReplyDelete
  2. Ngajar Agama dan Bahasa Arab,Mak...Bener tuh, padahal saya punya anak-anak TK yang aktif dan sulit, tapi tetap masih ada yang lebih sulit.Hehehe emang perlu sabar yaa...:)

    ReplyDelete