Thursday, 5 June 2014

Mengapa Memberi Itu Mulia?


                                       
                                                            indokarikatur.blogspot.com


Ditengah hari bolong, 2 anak muda berkeringat  kelihatan capek, turun dari motornya.
Dari parkiran mereka langsung ke deret etalase. Cukup lama matanya  sibuk mencari. Rupanya  mau pilih kado untuk sahabatnya yang Ultah.
Penjaga toko sudah berusaha membantu tapi belum cocok. Sesekali dengan teman berdiskusi sambil menatap aneka barang cantik di depan.

Seorang bapak tua  memilih duduk dibelakang Bis meskipun  tempat tak nyaman  karna guncangan lebih kuat.
Ia telaten dan hati-hati menjaga barang bawaannya yang terbungkus rapih dalam beberapa kardus Mie Instant. Kadang ia geser, takut menghalangi orang lewat.
Dari obrolan dengan penumpang disebelahnya, bapak itu dari kampung hendak menengok kerabatnya.
Buah Mangga, rengginang mentah, jagung, dan sedikit beras hasil sawah di kampung, jadi buah tangan.

Kita tidak pernah tau, bagaimana seseorang berusaha, berletih untuk menyenangkan hati kita.
Menyisihkan uang, memikirkan, memilih yang terbaik, ikhlas mereka lakukan.
Sudah sepantasnya kita menerima sekecil apapun pemberian dengan terimakasih yang tulus dan wajah senang

Kalau orang Sunda suka bilang,
" Nuhun pisaan... katampih nya, Neng..."
(Terimakasih sekali, saya terima ya,Neng...)

Kalau muslim, menerima sambil mendoakan
"Jazakallah Khairaan"  ( Semoga Allah membalasnya dengan yang lebih baik)

Tangan yang diatas selalu lebih mulia. Jika yang menerima juga ihlas dan membalasnya dengan doa maka pahala juga akan didapat si penerima.




No comments:

Post a Comment