Monday, 23 June 2014

Mengenang Seno


Waktu kepanitiaan Seminar Sehari Mar'atun Sholihah  (kebetulan jadi Sekretaris) saya tengah sibuk-sibuknya menghubungi sponsor. Baru tutup telepon tiba-tiba bunyi dering masuk. Yang ngomong bapak-bapak bersuara berat dari Polsek, suaranya wibawa dan agak marah, katanya surat Seminar tidak bisa di tanda tangani Kepala Polisi dan acara harus dibatalkan.
Waah !! deg-degan!, berusaha sopan sambil nahan gemetar jelasin kalau acara itu nggak melanggar aturan,dan minta waktu untuk dilaporkan dulu ke Ketua RISKA.
Maklum waktu itu belum lama kejadian "Tanjung Priok", jadi kegiatan Seminar berbau agama agak dipersulit.

Masih dalam keadaan bingung dan bicara formail,  Eeehh!!...langsung kedengeran ngakak puas , ketawanya Seno! Dia ada di telepon umum deket toilet Masjid..

Berita "pergi"nya sahabat Seno sepertinya segar terus.
Selalu begitu, rasa kehilangan yang berat setiap dengar berita berkurangnya sahabat.
Masa manis berkumpul kok singkat betul yaa? Setelah itu kita di paksa melepas dan melepas!

Melepas sahabat jadi penganten, melepas masa lajang, melepas saudara kandung yang di gondol suami, melepas anak sekolah jauh, melepas kepergian orang tua, dan mulailah melepas sahabat seliftingan pergi abadi  satu-persatu...

Pasti sahabat-sahabat RISKA punya kenangan tersendiri akan almarhum. Tapi saya yakin kita semua tak bisa melupakan senyum dan perawakannya  yang seperti anggota ABRI itu.
Suka iri dehh... kalau dia buka stan saat pesta RISKA, pasti cewek-cewek cantik yang dipajang.
Sambil bercanda saya nge-test,

-"Seno! kenapa sih, lo nggak  minta gue jagain stan? apa gue kurang cantik?"

-"Ya Allah Tiik... bukan gitu, lo kan mungil!"

Akhirnya kami tertawa. Hehehe...emang sih, yang jaga berbadan twigy semua! )

Meski jarang ketemu, tapi sekali ketemu pasti seru! Anak RISKA biasa gitu, kan?  kalo udah sampe sekretariat misah! masing-masing cari habitatnya.
Kadang kalau papasan baru ngobrol banyak. Di lorong telepon umum dekat Pos Satpam, di Halte Taman Menteng, atau di tangga Mesjid usai sholat, inget banget rambut cepaknya itu masih basah.
Dia rapihkan dengan jari tangan yang dililit jam tangan digital warna hitam. Enggak pernah ganti! dia telaten+apik  dengan barang-barangnya.

Pernah makan siang rame-rame didepan mesjid.
Liat dia makan lagi setelah makan nasi, langsung ni mulut iseng,

-"Lo masih lapar, Sen?"
-"Hehehe...enggaaak. Gini Tik! emak gue ngebiasain  tiap hari harus makan 3 macem. 
Nasi, buah, trus es krim"
- "Duuuh...anak emak!"

Almarhum baik banget, pernah  dengan Mas Yon anter saya ke Kantor Pos Pasar baru.
hihihi  kalau dipikir, kok mau yaa...nganter cewek nge-posin surat buat cowoknya? apalagi jalan kaki dari depan Stasiun Gambir.
Sepanjang jalan ketawa terus denger cerita lucu mereka.
Hhhmmm... sweet friends, sweet memory.

Seno...Semoga Allah kasih tempat terindah buatmu,penuh rahmat dan ampunanNya.
Oty enggak pernah lupa kebaikan dan kenanganmu. Baju kotak-kotak warna biru, sepatu sandal warna hitam, tas perut warna biru tua, suara berat, dan senyum...
Kalau panggil oty dari jauh  nggak cukup sekali, pasti... tik tik otik!

Allahummaghfirlahuu,warhamhuu,wa'fuanhuu...  :(














No comments:

Post a Comment