Monday, 23 June 2014

Tak Enak Kalau Tak Terlihat


Ini perbincangan 2 orang sahabat kental yang lamaaaa tak bertemu, tiba-tiba salah satunya telepon dengan cerita panjang berisi keluhan dan kemarahan selama perjalanan umroh bersama Tukang Cuci yang ia ongkosi.

" Kesel! sepanjang perjalanan dia ( Tukang Cuci) bikin repot! obat gue dia taro di tas yang masuk bagasi. Belom lagi waktu disana, susah diatur! Bla..bla..bla...

Dari ceritanya ini keberapa kali dia membiayai orang luar untuk Umroh selain sanak familinya.
Rupanya roda kehidupan sedang diatas, ingin pula beramal seperti yang dilakukan orang kaya lain.

Pembicaraan berlanjut...

" Eh ! gimana keadaan anak-anak loe, gue denger sekolah di Pesantren?"

" Ya bener! Alhamdulillah kalau diliat anak gue sehat, tapi sebetulnya dia bermasalah dengan tulangnya.Scelorosis!"

" Oh gitu? Udah berobat belom?"

" Udah , tapi gue pilih penyembuhan dengan therapy aja walaupun nggak ada perubahan besar. Soalnya untuk operasi butuh biaya besar"

" Wahh! mudah-mudahan bisa normal lagi ya, maaf gue nggak bisa bantu apa-apa selain bantu doa"

" Ya, nggak apa-apa, terimakasih doanya"

" Ehh! udahan dulu yaa, gue ada tamu nih!"


Sampai disitu pembicaraan terputus. Hingga ke tahun-tahun berikut tak pernah muncul lagi nomornya di hp sang sahabat.

Entah!  tidak jeli memilih bentuk amal, atau ingin amal yang terlihat?
Menolong secara sembunyi-sembunyi hingga tangan kiri tak tau rupanya sulit, meski sudah faham hadisnya.
Mendengar keluh susah siapa saja, sebetulnya pintu tawaran Allah sedang terbuka. Manusia tak peka.
Lebih suka beramal sesuai selera dan berumur pendek.
Menolong orang sakit sampai ia aktif dan bisa manfaat, menolong daerah yang sulit air, membiayai sekolah dhuafa, mewakafkan tanah untuk pertanian, adalah "Jariah" , artinya mengalir, tak putus! Transferan abadi  kita di kampung akhirat, nanti.

Wallahu a'lam...









4 comments:

  1. hehehe... seneng mampir kemari dan baca postingan yang bikin senyum

    ReplyDelete
    Replies
    1. Putri, terimakasih kunjungannya ya..,salaam :)

      Delete
  2. Ikhlas itu perlu dilatih dan diasah ya mbak. Nggak cukup hanya semangat beramal saja. Sebab syarat diterimanya ibadah kan 2. Sesuai tuntunan dan ikhlas

    ReplyDelete
  3. Kayaknya belajar ikhlas harus setiap detik yaa... pekerjaan, amal, perlu ihlas. Angkat kertas tanpa ihlas akanterasa berat. Senang dapat kunjungannya ...:)

    ReplyDelete