Wednesday, 30 July 2014

India Jadul

Gramaphone Bapak sudah rusak. Piringan-piringan hitamnya lama tak tersentuh.
Saya tau kadang Bapak rindu dengan lagu tua dari  Arab,India,Jepang, Lagu kroncong, Langgam Jawa, Karawitan sunda, Lagu Melayu, dan lain-lain.
Sedikit-sedikit saya lacak di Google dan Youtube. Agak sulit dan lama karna tanpa melihat label piringan hitamnya yang Bapak simpan rapih.Lumayan! dapat beberapa.
Biar  cucu-cucunya yang memperlihatkan lewat Laptop saat temu nanti....:)

Kalau mencari lagu Ummu Kaltsum mudah, huruf Arabnya meski gundul masih bisa terbaca. Tapi lagu-lagu Old Japan?  sulit! tulisannya keriting. Sedikit terbantu dengan album Teresa Teng yang beberapa menggunakan huruf latin.

Buat anda yang lama mencari, tanpa tau judul dan nama penyanyinya, selamat menikmati!  :)




Plus Minus


Duluuu sekali... teman dari sahabat saya sering bertanya pada dirinya sendiri dan orang lain, kenapa ada perang? Kenapa banyak orang miskin?  Mengapa pemerintah gemar membohongi rakyat?
Perbincangan dengan siapapun pasti seputar masalah itu, hingga membuat teman- teman perlahan menjauh. Bagaimana tidak? Pemikiran orang lain selalu dibantahnya.
Hingga satu saat ia jadi aneh, sarafnya terganggu hanya karna terlalu idealis dan tak kuat menghadapi realita.

Berkaca dari itu, teman- teman jadi berhati- hati dalam mengolah fikir. Belajar Memilah mana yang masuk otak dan mana yang harus dilewatkan. Tak semua harus difikirkan, apalagi tak diiringi dengan  tindakan tentu akan terasa lebih berat lagi.

Cerita serupa datang lagi dari seorang sopir taxi.
Betapa tersiksanya dia dengan masalah ketidak adilan. Kenapa harus ada yang hidup sengsara, sementara yang lain kaya dan berfoya- foya?
Banyak protes pada ketimpangan, membuatnya akrab dengan minuman keras.

Satu saat ia kesulitan menyelesaikan tugasnya sebagai tehnisi perusahaan mobil. Mesin tak juga berbunyi, dicarinya sumber kesalahan dan ternyata salah pasang aki!
Hidayah turun seperti rejeki, kadang datang tak terduga dan tak dapat ditolak.
Berfikirlah dia bahwa hidup seperti aki, harus ada plus minus.
Pertentangan itu akan saling mengisi hingga menghasilkan sesuatu yang dahsyat!





Tuesday, 29 July 2014

Love...BLACK !








CUMA MELURUSKAN KEKELIRUAN:


Ucapan Minal Aidin walfaizin, bukanlah doa utuh,terlalu dipaksakan dan BUKAN berarti Mohon maaf lahir dan bathin.
MINALAIDIN WAL FAIZIN artinya :
(Termasuk orang kembali dan menang )

“Para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bila bertemu pada hari raya, maka berkata sebagian mereka kepada yang lainnya :
(Al Hafidh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari [2/446] Dalam 'Al Mahamiliyat' dengan Isnad yang Hasan)

TAQABALALLAHU MINNA WA MINKUM, SHIYAMANA WA SHIYAMAKUM
(Semoga Allah menerima amalan-amalan dari kami dan darimu, puasa kami dan puasamu).

AS-ALUKAL AFWAN ZAHIRAN WA BATHINAN
(Mohon maaf Lahir dan Bathin)

KULLU AAM WA ANTUM BIKHAIIR
(Semoga sepanjang tahun anda dalam keadaan baik)

Jadi...
Dari hati terdalam saya ucapkan dengan utuh :
”Taqabbalallahu minna wa minkum, Shiyamana wa Shiyamakum. Ja’alanallaahu Minal Aidin wal Faizin” 

Monday, 28 July 2014

Lebaran Di Rumah Bapak

Apa yang istimewa di hari ied anda?

Penuh syukur sampai ied kali ini rumah Bapak masih jadi pusat temu para tetangga.
Mareka merasa mendatangi rumah bapak atau kakek. Krn kebanyakan ortu mereka sudah meninggal.
Makanan yang terbayang saat khutbah ied belum  bisa langsung santap, anak-anak kecil dan dewasa sdh menunggu didepan pintu. Yang kecil siap terima amplop, yg ortu mau cepat pergi lagi kekota lain. Jam 10 lewat baru bisa serbu meja makan, sesekali sambung putus kalau datang tamu yang cuma beberapa orang.

Tamu kerabat dekat datang agak siang sampai Isya. Tema perbincangan berbeda dari yang sudah-sudah.
Itu lho...masalah pilpres!
Karna ada yang berseberangan jadi seru! Kesimpulannya kalau disimak sama- sama curang, sama- sama tidak suka pada person dibelakang calon.
Hihi, Bapak memilih tidur dari pada ikutan. Tak mau beropini apalagi debat, setiap pemilu pilihannya selalu rahasia.

Diam- diam putra saya mengingatkan:

Kalau sama saudara atau sopir taxi , jangan bicara Pemilu!"

Eh, ada yang spesial juga di dapur tempat tinggal saya. Pipa sink macet dan rusak!
Terpaksa deh, cuci piring gaya jadul! Duduk di jengkok, dikelilingi piring kotor, bak besar penuh air, piring terendam dalam air. Setelah kelar harus sapu lantai dengan sapu lidi.
Rempong deh! tapi lebih enak krn tak perlu pompa air lebih dulu dan mencuci tanpa sabut kelapa!

Semoga keceriaan mememuhi hari fitri keluarga sahabat semua.
Taqabalallahu minna wa minkum, taqabbal yaa kariim..

Saturday, 26 July 2014

Doa Di Malam Terakhir

Lihat jutaan muka di sekeliling Ka'bah berurai air mata, dan doa qunut yang dibaca Imam,rasanya kok saya hadir disana...
Doa-doa untuk muslim dunia yang tengah tertindas, bikin perih.
Diujung 10 malam terakhir ramadhan.

Jika kita mampu menangkap semua kejadian, apa kuat?
Di satu negeri banyak yang menangis berdoa untuk ibu yang menjerit kehilangan, rakyat sipil  di bawah reruntuhan. dan jenazah bergelimpangan  mengenaskan. 

Sementara di negeri lain ada yang asik menghibur diri dengan harta, mengambil keuntungan, menaikkan kedudukan dari tanah dan darah rakyat sipil tak berdosa.
Adapula yang tengah berpesta, bermaksiat, saling caci dan fitnah dalam politik.

Allah maha tahu segala, kuat sekali dalam menyaksikan segala kejadian yang membuat kita muak ya..
Sementara Ia maha lembut, penyayang, memperhatikan semua mahluk sampai yang terkecil, lebih halus dari kuman.
Pantas jika Ia keras dalam murkanya!

 Dan pantas jika malaikat sampai bertanya,
"untuk apa menciptakana manusia yang akan saling membunuh? Bukankah kami tak pernah putus memujiMu?"

Dibalik peristiwa derita yang mengaduk-aduk hati kita ini...ada hikmah yang terlalu besar hingga tak terjangkau mata kita yang lemah.

Friday, 25 July 2014

Extra Sabar,Extra Lembut


Dulu, kalau liat  perempuan satu ini, geregetan nggak habis-habis.
Bicara terlalu blak-blakan tanpa fikir perasaan orang lain.
Sedikit masalah pasti telepon ke Pak RT, seperti sampah got orang yang melewati gotnya, ada yang melihat pohon jambu / mangganya yang sedang berbuah ranum, air mati, PLN byar pet, dll..

Memang sih dia blasteran, lahir dan besar di Paris, terbiasa complain dan terlayani, tapi masa nggak ngerti juga adat disini setelah bertahun bersuamikan orang Indonesia asli?
Pak RT bukan  119 yang siap panggil!
Dan yang aneh, kalau kami papasan di jalan mendadak ading, seolah tak pernah kenal, padahal baru kemarin ngobrol di arisan.

Tapi apa reaksi ibunya kalau tetangga mengeluh karna tersinggung?
Dengan lembut sang Ibu cuma bilang, "Anak saya memang begitu, maklumin saja yaa.."
Jawaban memaksa dimengerti tanpa mau mengerti. Tinggal tetangga urut dada, dalam hati bilang
"Kalau anak gue begitu, pasti udah abis gue kucek! gue giles! bikin malu orang tua!

Lama tak bertemu setelah keluarga sang anak berpisah tinggal dari Ibunya. Sesekali datang tanpa terlihat tetangga. Dan terakhir bertemu baru-baru ini ternyata, alhamdulillaaah ada perubahan yang luar biasa!
Dari cerita sang Ibu, Ia sudah mendirikan sekolah Dhuafa di garasi rumahnya. Ketegasan, cermat, peduli,dan lantang bicara membuat namanya banyak dikenal sekelurahan. Hingga masyarakat tulus mengangkatnya jadi caleg, tapi tegas-tegas dia menolak!

Masyarakat butuh dengan ketegasan dan kejujurannya .
Kerelaannya berkorban asal anak-anak asuhnya senang belajar, sangat dikagumi. Mungkin membandingkan dengan murid-murid Paris yang sedari dini sudah ditanamkan menghargai dan cinta  ilmu, hidup hina tanpa ilmu.

Bukti bahwa Allah lah yang mengangkat atau menurunkan derajat, memuliakan atau menghinakan siapa saja yang Dia kehendaki.
Sang Ibu yang sabar itu rupanya faham, untuk diri sendiri harus tegas,keras. Membimbing siapapun kepada kebenaran perlu extra sabar dan extra lembut.

Di Ujung Ramadhan


Menjelang hari raya begini, teman-teman sudah asik didapur bikin kue-kue kering.
Seorang teman mengeluh, siang bermacet ria di jalan, malam begadang tungguin oven.
Lama-lama dirasakannya seperti menghamba pada perut dan lidah.

Memaknai kegembiraan sering membuat kita terpeleset.
 "Keharusan"  jadi sesuatu yang sebenarnya membelenggu kebebasan diri kita dalam memilih sikap.
Harus ada baju baru, harus ada kueh, harus nge-cat rumah, harus ngumpul,dll...

Waktu anak-anak masih kecil, kami melakukannya. Berdesakan di pasar becek, pilih baju sambil kejar-kejar anak yang sudah tidak betah menunggu, wajahnya cemberut saat mencoba baju/sepatu.
Senang bisa membahagiakan mereka seperti orang tua membahagiakan kami dulu.

Untuk menanam memory yang bagus, kami berkumpul. Melihat Kakeknya membagi-bagikan lembaran uang licin baru pada dhuafa membuat anak merasa ada diantara orang yang saling kasih dan senang memberi.

Kini... leluasa, dapur tak sesibuk dahulu.
Sepuluh hari terakhir ramadhan mereka bermalam di mesjid. Makanan buka dan saur tak lagi utama.
Yang perempuan di rumah, mencoba mengisi hari dengan membaca meski harus perang dengan kantuk,dan kalah!

Bagaimana dengan persiapan Idul Fitri?
4 anak ini cuma pesan bickuit Monde dan es Cream buat dimakan setelah sholat Ied di Kebun Raya.
Mereka menyadari, itu pun sudah makanan mewah dan membuat malu jika melihat tayangan anak-anak Palestina di TV.
Semoga Allah melindungi, menghibur anak-anak suci itu dengan caraNya...

Tamu itu akan pulang...akankah kita bersua kembali? Umur yang akan menjawab!
















Wednesday, 23 July 2014

Menyatu Erat



115 ribu orang mengikuti Kajian Akbar di Masjid terbesar se Asia Tenggara, Mesjid Istiqlal.
Saya ambil gambar dari lantai 4, Terpana menyaksikan jemaah salaf ini.

Saat turun waktu Zuhur, azan memutus kegiatan.
Dengan tertib jemaah ini mengatur saf, kaki dan bahu merapat.
Tanpa sajadah  membuat saf  tak bercelah, seperti anjuran Rasulullah.

Barisan rapat, hati terikat, rasa saudara semakin erat, luruhlah segala sekat!
Menyatu dalam gerak berimamkan  Syaikh Abdurrazzaq ahli Syariah, guru besar kota cahaya, Madinatul Munawwarah.
Gema ayat mengalir penuhi ruang megah dan ruang hati.
Bening suara syech berakhlak mulia itu, sebening  ilmunya.

Jakarta 20 Februari 2012





Tuesday, 22 July 2014

Cuma Urusan Duniawi



Ini cuma urusan dunia!
Yang melibatkan Tuhan saat meminta " Kemenangan"
Setelah itu, bangga...dan lupa!

Tanpa tanya,
Sesuaikah dengan pandangNya?
dapatkah dipertanggung jawabkan kelak?

Dan pecahlah riuh ria!
Menyatu dengan penantang-penantang Tuhan
Yang dikira kemenangan ternyata istidraj

Kerudung kita sama
Bacaan kita sama
Cara pandang menipu mata

Kenyataan apa di depan?
Yang selamat adalah yang berani "berbeda"
memihak pada Allah, meski diasingkan mahluk

Ini cuma urusan manusia
Semua ada umurnya
Kita kan kembali,
membawa catatan pilihan kita
yang berakibat besar pada sejarah ummat

Kita menunggu...Allah menunggu
Sesungguhnya makar Allah lebih dahsyat!
Mengerikan...!
Menatap Allah menguak semua rahasia hati
Bongkahan daging busuk nan harum
menipu siapa yang Dia kehendaki.
















Monday, 21 July 2014

Mobil Warna Silver



Kalau liat mobil Avanza/Xenia warna silver, saya jadi ingat 2 peristiwa.
Yang pertama, mobil berwarna pasaran itu pernah membuat ipar saya mencari mobil temannya sampai 3 jam di parkiran enggak ketemu-ketemu. Dan yang ke dua peristiwa yang saya alami sendiri

Pulang dari mengaji saya menumpang mobil saudara. Sepanjang jalan Cibubur yang banyak warung kuliner itu saya minta diturunkan sejenak di warung soto. Niatnya beli bungkus buat makan nanti malam.

Seperti biasa,  paling tak enak bila ditunggu orang, apalagi untuk kepentingan pribadi.
Menunggu pelayan lelet itu menyiapkan, bikin  gemess!
Kebetulan suara Hp bunyi, jadi menunggu, membayar, berjalan keluar, sambil bicara dilakukan dengan tergesa.

Alhamdulillah... mobil parkir  tak jauh dari pintu, jadi tak perlu waktu untuk mencari.
Masih sambil bicara saya duduk di jok belakang, tapi saya heran, kok mobil nggak jalan-jalan meski mesin bersuara? sementara mobil dibelakang sudah beri klakson.

Waduhh! ternyata 2 orang di jok depan yang senyum-senyum itu, tidak saya kenal!
Kata maaf  meluncur agak-agak panik, dan dengan malu saya buka pintu bergegas keluar.
Di mobil belakang yang sama persis sis! saudara saya  sudah menanti dengan gelak tawa, halllah!!



Sunday, 20 July 2014

Peta Semakin Kecil



Ngenes liatnya yaa...
Kapan pertolongan datang?
Bukankah selalu ada takbir di derai air mata?
Bukankah Allah saksi tiap percikan darah dan pekik kehilangan?
Sekuat apa mereka sampai Allah mengulur pertolongan?

Kalau Menyamakan derita Palestine dengan ujian hidup kita
Uluran tanganNya datang saat derita di tenggorokan
betapa 1 jawabanNya  mampu mencengangkan! menghapus beribu tanya.

Menunggu sambil menatap penderitaan saudara sungguh menyakitkan
jika tak ingat bahwa kapling syurga menanti
derita dunia hanya sebutir zarrah
bulir air mata dan darah menjadi kesejukan beraroma kesturi

Mengapa mereka tak juga beranjak seperti imigran Iran,Iraq?
Saya yakin...
Tak mungkin Allah menitipkan Al Aqsa di tangan mereka.
jika mereka tak punya nyali yang hebat!








Saturday, 19 July 2014

Tebar Tulisan


Waktu kumpul bloger di acara "Ngobrol" dengan Menteri Perhubungan dan event-event lain, kelihatan makin banyak perangkat pemerintah atau pengusaha yang butuh penulis sebagai penyambung lidah mereka.
Klop dengan maraknya penulis-penulis perempuan yang semangat dan kreatif, muda maupun tua.
Satu kegiatan yang buat saya pun sangat menarik, badan tetap dirumah, ilmu bertambah, dan menghasilkan!
Siapa yang enggak mau?

Tapi kok ada perasaan khawatir...
Kegiatan memberi berita sangat rentan. Mudah jatuh dalam ketidak jujuran, berlebihan, bahkan fitnah.
Kegiatan menulis terus terang tidak terang terus.

Terangnya bila mampu tebar pesona tulisan dengan tetap berpegang pada fitrah nurani.
Menyadari perlu hati-hati dalam menerima dan menjalankan amanah.
Paling tidak berusaha untuk

- Menghindari perkataan yang berlebihan
- Memperhatikan hal-hal sensitif
- Memilah sumber informasi yang benar

Semoga dalam berkarya selalu mengandung kebaikan yang tidak hanya di depan mata manusia.





TAKZIAH



Pagi tadi bertakziah ke rumah kerabat.
Ibu yang saya panggil Nenek itu meninggal di usia 80 tahun, saat azan jumat di bulan berkah berkumandang.
Orang baik, meninggal dalam keadaan baik.

Mungkin anda pernah temui juga, terlalu banyak usulan dan pandangan dalam mengurusi jenazah membuat suasana tak lagi hikmat, bahkan gaduh.
Ada cara-cara yang sama sekali tak dicontohkan Rasul, tapi justru itu yang mereka utamakan.
Sebaliknya yang di larang malah dijalankan.

Saya baru tau tuh! kalau tikar alas mayit ada aturannya. Anak-anak 1 lapis, dewasa 2 lapis, dan orang tua 3 lapis, lho kok?
Dan masih banyak lagi aturan yang akhirnya memberatkan. Padahal Allah bermaksud memudahkan.

Selain itu bersegera dalam memakamkan jenazah masih banyak yang belum  bisa menerima meski tau.
Bukankah orang baik pasti ingin segera menemui Allah-nya?

Wallahu a'lam...

Thursday, 17 July 2014

AyatMu Di Sana...

Putar Video



Bagaimana hati bisa tawar saat membaca tintaMu
sementara di beda tempat,
getar bibir  melafazkannya diantara genangan darah
tenggelam di dahsyatnya dentuman
perut kosong  tak terpikirkan

Bagaimanan bisa gema aksaraMu berlalu semu
sementara ada yang mendekapnya bersama senjata

Lantunan halus dibalik reruntuhan beraroma dahsyat
menyusup di lubang-lubang persembunyian
di sela rongsokan tank

Lantunan  menyayat namun tak perih
meski di derai air mata bocah berdada merah.
Penyemat asa tak berbilang di pundak syuhada.

Dan kita tak pernah merasa malu...






Puasaku...


Mungkin ini puasaku yang paling buram
Terlingkup dalam riuh fitnah,kemarahan dan curiga

Mungkin ini puasaku yang paling kering
duri-duri sesal menancap

Tangan lunglai
mencoba memungut butiran ghirrah
yang lepas dari untaian

Sepuluh hari terakhir...
kuminta ibaMu sedikit saja!
kan pecah jadi samudera hikmah

Sanggupkah  rinduku merayuMu?





Wednesday, 16 July 2014

Kritisi Media Islam


Salah satu media sosial Islam mengekspos  twiiter seseorang,
Isinya:
1 orang anggota Aliansi Hindu Bali mengecam kebijakan menejemen jalan tol Bali, yang mewajibkan petugasnya memakai jilbab dan peci. Begitu kabar dari Islam Pos, 17 Juli 2014.

Kontan  muncul macam-macam komentar yang akhirnya leluasa mencerca.
Mereka merasa di semena-menakan oleh umat mayoritas. Akhirnya ya gitu...kita jadi terhina ulah pena 1 orang.

Sebetulnya Menejer tol Bali dan menejer-menejer lain yang melayani masyarakat tak perlu demikian.
Menghargai agama lain atau menghormati Ramadhan bukan begitu caranya. Muslim tidak mengenal "Paksaan". Boleh jadi wanita penjaga tol itu tersenyum tapi hatinya kita tidak tau.
Sama dengan hati wanita petugas swalayan yang dipaksa memakai topi Santaklaus. Jadi kelihatan aneh! nggak matching dan kelihatan dipaksakan.

Sudahi saja cara-cara begitu. Menghormati agama lain adalah dengan menjaga hak-hak mereka.
Bukan dari simbol atau tampilan.

Dilain sisi, hendaknya media Islam tidak menampilkan hal-hal remeh yang bisa bikin gesekan antara agama,
dan memupuk rasa benci


Amal Bukan Sebab Masuk Surga? (Kritik Atas Klarifikasi Prof. Quraish Shihab)


Rubrik: Opini | Kontributor: Abdullah Haidir - 16/07/14 | 22:06 | 19 Ramadhan 1435 H
Ilustrasi. (cfnewsads.thomasnet.com)
Ilustrasi. (cfnewsads.thomasnet.com)
dakwatuna.com –

 Sebenarnya maju mundur juga menurunkan tulisan ini, khawatir dapat tuduhan macam-macam (fitnah, tak paham, dll) apalagi dari orang sekelas ustadz TKI berbanding prof. DR. dan ahli tafsir ternama. Namun, bismillah, saya turunkan juga tulisan ini dengan niat saling menasihati tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada Pak Quraish Shihab. Semoga ada manfaat yang dapat diambil.

1. Kita apresiasi klarifikasi Pak Quraish tentang ucapannya ‘tidak ada jaminan Rasulullah SAW masuk surga’. Meskipun masih terkesan muter-muter jawabannya, namun setidaknya beliau telah nyatakan bahwa uraiannya bukan berarti tidak ada jaminan dari Allah bahwa Rasul akan masuk surga.

Sebenarnya lebih elegan kalau beliau katakan ‘Saya minta maaf, saya ralat ucapan saya yang menyatakan ‘tidak ada jaminan Nabi Muhamad masuk surga’. Karena memang itu kesimpulan yang langsung dapat ditangkap oleh siapapun yang mendengar ucapannya.

 Bahkan dia tekankan dengan kata-kata ‘saya ulangi lagi…’ Silakan perhatikan lagi ucapannya di tayangan tersebut. Hanya saja, banyak yang sudah kadung terkesima dengan ilmu dan nama besar beliau, sehingga kata-kata tersebut masih  ingin dicarikan pembenarannya.
Sedangkan bagi yang mengkritiknya hanya ada dua pilihan; Tidak tahu atau ingin fitnah.

2. Pernyataan beliau “Ini karena amal baik bukan sebab masuk surga tapi itu hak prerogatif Allah” juga sebenarnya tak kalah berbahayanya dari sebelumnya.
Kalau amal baik atau amal shalih bukan sebab masuk surga, lalu buat apa beramal?

Apa kedudukan amal? Buat apa Allah turunkan ajaran-Nya melalui Kitab dan Rasul-Nya yang memberi kita panduan untuk beramal shalih dan menyerukan kita beramal shalih? Kemudian di akhirat nanti ada hisab, mizan (timbangan) terhadap amal shalih, untuk apa semua itu kalau amal shalih bukan sebab masuk surga? Dalam Al-Quran, nyaris tidak disebutkan kalimat ‘Orang-orang beriman’ kecuali disandingkan dengan ‘Dan mereka yang beramal shalih’  (allaziina aamanuu wa amilushshalihaat). 

Karena itu, para ulama memasukkan amal sebagai bagian dari iman.

Surat Az-Zukhruf ayat 72,

وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan.” (QS. Az-Zukhruf: 72)

umumnya disimpulkan oleh para ulama tafsir bahwa amal merupakan sebab masuk surga.

Saya kutip beberapa kitab tafsir tentang ayat ini;

Tafsir Ibnu Katsir;

أي: أعمالكم الصالحة كانت سببا لشمول رحمة الله إياكم، فإنه لا يدخل أحدًا عمله الجنة، ولكن بفضل من الله ورحمته.

Maksudnya adalah Amal-amal shalih kalian merupakan sebab datangnya rahmat Allah kepada kalian, karena amal seseorang  tidak memasukkannya ke dalam surga, melainkan karunia dan rahmat Allah. (7/239)

Tafsir At-Tahrir Wat-Tanwir, Ibnu Asyur;

والباء في ” بما كنتم تعملون ” للسببية وهي سببية بجعل الله وعده


Huruf “ب” dalam ayat  بما كنتم تعملون  menunjukkan ‘sebab’ sehingga Allah memenuhi janjinya. (13/321)
At-Tafsir Al-Muyassar, disusun oleh sejumlah ahli tafsir di bawah bimbingan Syekh Abdullah bin Abdul-Muhsin At-Turky;


وهذه الجنة التي أورثكم الله إياها؛ بسبب ما كنتم تعملون في الدنيا من الخيرات والأعمال الصالحات، وجعلها مِن فضله ورحمته جزاء لكم.

“Surga yang Allah berikan kepada kalian adalah karena sebab amal yang kalian lakukan di dunia berupa amal kebaikan dan amal shalih yang dengan karunia dan rahmat Allah surga dijadikan balasannya bagi kalian.”

Jika dikatakan bahwa amal bukan satu-satunya sebab seseorang masuk surga itu lebih tepat. Karena memang di sana ada rahmat dan karunia Allah Ta’ala yang menjadikan amal sebagai sebab seseorang masuk surga.
Hal inilah yang dinyatakan oleh Ibnu Rajab Al-Hambali dalam kitabnya, Jami’ul Ulum Wal Hikam, 1/70l

لن يدخل الجنة أحد منكم بعمله فالمراد والله أعلم أن العمل بنفسهلا يستحق به أحد الجنة لولا أن الله عز و جل جعله بفضله ورحمته سببا لذلك والعمل بنفسهمن فضل الله ورحمته على عبده فالجنة وأسبابها كل من فضل الله ورحمته.

“Ungkapan ‘Tidaklah seseorang dari kalian masuk surga karena amalannya’ Maksudnya adalah –wallahua’lam- bahwa amal saja tidak menyebabkan seseorang berhak dapat surga kalau bukan karena karunia dan rahmat Allah yang menjadikan amal tersebut sebagai sebab untuk itu. 

Amal itu sendiri merupakan karunia dan rahmat Allah terhadap hamba-Nya. Maka surga dan sebab-sebabnya, seluruhnya merupakan karunia Allah dan rahmat-Nya.”

Menyatakan begitu saja bahwa amal bukan sebab masuk surga, tapi itu hak prerogatif Allah, dapat menggiring sikap meremehkan amal shalih atau bahkan mencampakkannya, untuk kemudian dia hanya 
berharap rahmat dan karunia Allah saja. Ini jadi mirip prinsip kaum liberal yang terkenal anti syariat. 

Wallahu a’lam.
Hadaanallahu wa iyyaakum ajma’iin.


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/07/16/54742/amal-bukan-sebab-masuk-surga-kritik-atas-klarifikasi-prof-quraish-shihab/#ixzz37gXCAZsK 
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook

NICE PLACE....

















Tuesday, 15 July 2014

Kebebasan!

Adeemm...sekarang!
Sudah remove orang-orang yang cuma mengisi beranda FB dengan sumpah serapah dan masukan tidak manfaat, nyeleneh, meremehkan agama dan meringankan hukum Allah.

Katanya demokrasi, liberal, tapi sulit menerima pendapat orang lain.
Katanya Pluralis, tapi untuk agamanya sendiri ia hina.

Allah akan gantikan sesuatu dengan yang lebih indah, bila kita ihlas meninggalkan sesuatu karna Allah.
Semoga Allah ganti dengan teman dan lingkungan yang lebih baik, lebih manfaat.
Pilih teman dari sekarang, bukankah kita akan dibangkitkan bersama orang terdekat yang kita cintai?

Cinta karna Allah, tidak suka karna Allah...
Sertakan Allah dalam berbagai hal...

Demikian sekilas info! :)



Nge-blog Adalah Pilihan.


harotecnoinformatica.files.wordpress.com


Berapa lama anda nge-blog?
Tahukah kapan hari blogger dan siapa yang mencanangkan hari blogger?

Konon tanggal 27  Oktober tahun 2007 para blogger mengadakan pertemuan di Bioskop Blitz Megaplex- Jakarta. Menteri komunikasi M.Nuh waktu itu secara spontan menyatakan, hari itu adalah hari Nasional Blogger.
Semeriah pesta hari itu, blogger terus  bermunculan dengan segala gaya. Yang masih awam menulis hingga pakar sama-sama menikmati mengekspresikan rasa dan fikir.

tahun 2011 saya hanya pembaca, lalu coba-coba menulis dengan sesingkat-singkatnya.
Buka halaman sesekali. Meninggalkannya lebih sering. Rata-rata pengunjung hanya 10 orang saja dari tiap judul. itupun setelah setahun kemudian. Rasanya seperti sedang  menari di luar panggung.
Tak ada penonton, kecuali yang tak sengaja melihat.

Dalam  lingkaran besar, nge-blog seperti marathon di banyak mata penonton.
Ada yang megap-megap kehilangan nafas,tak dapat lagi tepukan tangan.
Atau seperti yang Ndoro Kakung bilang...seperti kembang api ditengah gegap gempita.Pesta dimana manusia saling mengenal dan memberi manfaat.Banyak gagasan banyak inisiatif.

Bagaimana perjalanan nge-blog anda?
Seperti kembang api yang melesat cepat lalu terhuyung kebawah...lenyap di kegelapan?
Atau terus punya bara yang memuntahkan warna-warna cahaya cantik?
Atau lebih suka berjalan di kesunyian menghindari kemasyhuran yang membelenggu?

Buat saya, nge-blog kegiatan yang menyenangkan, sunyi atau gempita saya masih bermain didalamnya.
Selamat nge-blog sahabat semuaaa!...:)





Monday, 14 July 2014

Kota Pilihan



Saya  merasa beruntung, tinggal di tempat yang strategis,Bogor!
Mau ke Jakarta yang sarat dengan sarana penting, tinggal  naik Bis/Kereta.
Pulangnya kemalaman? dont worry! Rumah orang tua masih ada disana!

Kangen  dingin halimun, hijau kebun teh, sambil makan jagung bakar? tinggal naik angkot!
pilih saja selain sabtu minggu, jalan belum dikuasai tamu Jakarta.
Tetangga saya kalau lagi jenuh, sholat subuh disana. Butuh waktu 20 menit saja!

Sekeliling Bogor banyak berdiri tempat wisata baru, area kuliner bertambah. Makin kreatif dengan menu baru, dan layout unik ala Bandung. Menjadikan warga Jabodetabek lebih suka ke Bogor dari pada bermacet ria di Jakarta atau tol Cipularang saat libur.

Supaya mirip-mirip Bandung sebaiknya pemda teliti dan tegas dalam menata kota.
Rumah-rumah tua jangan dibiarkan hancur semua. Ruko-ruko pinggir jalan dilarang menebang pohon seenaknya agar keteduhan tetap didapat.

Keuntungan lain yang didapat di kota hujan ini, bisa meredam nafsu konsumtif.
Barang-barang mewah tak banyak yang menggoda.
Relatif aman, pulang pagi pun tak kami dapati  orang minum/mabuk di jalan, peraturan daerah masih ketat mengawasi peredaran minuman keras.
Alhamdulillah...Semoga saja penduduk Jakarta yang stress banjir tidak berduyun-duyun pindah kesini.











Sunday, 13 July 2014

Di Separuh Ramadhan


Tadi malam bulan sempurna penuh
Artinya separuh Ramadhan terlewati.
masih sedikit hasil hitung amal
Padahal rencana, idul fitri tanpa penyesalan

Kok datar melihat hari berkah beringsut pergi?
Kok ngantuk baca Quran lama-lama?
Kok belum ada air mata di kesendirian?
Kurang  keras menghardik diri
harusnya dipecut sekalian!

Putra kedua  datang dengan wajah lunglai
Rebahkan kepala disisi pangkuan.
air matanya mengalir. Sakitkah? atau ada masalah?

Tidak,
Ia rindu manisnya air mata ramadhan.
yang hilang dibalik tumpukan kertas disain...



Pilih Pemimpin Yang Paling Dibenci


Waktu reporter Indonesia memegang peta dan bertanya "Dimana letak Indonesia?"
Penduduk US yang berseliweran ditempat umum itu tak satupun yang tau! mereka menunjuk benua Afrika, Australia,Inggris, bahkan US sendiri!

Indonesia enggak nge-top! tapi ramai-ramai pengusaha asing kesini mengeruk harta.
Freeport yang tak bisa mensejahterakan rakyat Papua tak terekspos, Newmont yang mencemarkan air sungai hingga ribuan penduduk berpenyakit dalam dan luar, tak terdengar penyelesaiannya.
Sample darah penderita flu burung yang dibawa keluar tanpa ada laporan balik sesuai perjanjia, tak ada yang berani mengusik, Menkes cuma mengeluh tak daya, segitu dia mentri lho!
Penggagas HAM, hamba HAM paling patuh, ternyata hanya untuk kepentingan mereka saja.

Indonesia tak boleh muncul dipermukaan, karna akan terkuak kerakusan mereka disini.
Indonesia diusahakan jangan nge-top, supaya mereka puas memonopoli semua.
Boleh sih, ngetop! tapi sebatas Wisata saja, itupun cuma Bali!

Hanya US dkk yang boleh  tau, bahwa emas banyak di Maluku.
Maka mereka usil, jail dengan pemilu kita. Sebab kepentingan mereka terlalu banyak disini.

Jadi...kalau saya ditanya, kamu pilih siapa?
Saya pilih pemimpin yang paling dibenci US dan Yahudi, itu saja!


JSC Sampaikan Indikator Keterlibatan Asing di Pilpres 2014
Sabtu, 12 Juli 2014, 15:50 WIB

Rakhmawaty La'lang/Republika
Ketua Divisi Advokasi Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI), Simon Tambunan (tengah) melaporkan empat lembaga survei, yaitu Pusat Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis), Lebaga Survei Nasional (LSN), IndonesiaResearch Center (IRC), da
REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Jenderal Soedirman Center (JSC) menilai ada bentuk intervensi asing pada pelaksanaan pilpres 2014.
"Ditemukan adanya intervensi asing pada pilpres 2014. Antara lain keberpihaan media asing dalam pemberitaan kepada salah satu capres dan 'membunuh' capres lain dengan argumentasinya," kata Ketua Umum JSC Bugiakso di Sleman, Sabtu (12/7).
Menurut dia, bentuk intervensi juga dilakukan Dubes AS untuk Indonesia Robert Blake lewat tulisannya di "Wall Street Journal". Tulisan itu mendiskreditkan Prabowo Subianto.
"Selain itu, ada keterangan pers yang menyebutkan capres nomor urut dua sebagai pemenang pilpres 2014. Padahal, hasil pilpres itu baru akan diumumkan KPU pada 22 Juli, setelah menghitung semua perolehan suara," katanya.
Ia mengatakan diduga ada skenario terorganisasi untuk menggalang dukungan dalam menekan KPU. Khususnya terkait perhitungan dan penetapan pilpres 2014.
"Ada pembentukan opini jika Jokowi-JK pemenang meski dalam versi quick count. Hasil resmi pilpres baru diumumkan 22 Juli nanti, tapi sejak 9 Juli banyak media asing sudah memberitakan Jokowi-JK adalah pemenang," katanya.
Bugiakso mengatakan, beberapa pemberitaan media asing yang jadi bentuk intervensi yaitu ABC News Australia. Media ini memberitakan kalau Jokowi telah memenangkan pilpres dengan mewanwancara Director Roy Morgan, suatu lembaga survei yang menyatakan capres pasangan nomor urut 2 sebagai pemenang.
"Lembaga Roy Morgan sudah terbukti salah memprediksi hasil pileg lalu dengan mengatakan bahwa Jokowi effect akan membawa PDIP memenangkan 35 persen kursi di parlemen. Roy Morgan meleset 17 persen karena PDIP mendapat 18 persen parlemen.Kok bisa suatu lembaga polling sudah kelas dunia meleset 17 persen prediksinya," katanya.
Terkait intervensi yang dilakukan Dubes AS, ujarnya, Menlu Marty Natalagawa sudah menegur yang bersangkutan.
"Dubes Amerika Robert Blake sudah melanggar kode etik diplomasi dengan melakukan campur tangan dalam pilpres 2014. Kami tidak mempermasalahkan siapa pemenangnya, tapi bentuk-bentuk intervensi asing ini yang mengusik hati kami," katanya.

Redaktur:Mansyur Faqih
Sumber:antara
BERITA TERKA

Saturday, 12 July 2014

Namanya Juga "Usaha"



Awalnya saya kira, cover majalah Tempo terbaru (yang saya posting di status sebelumnya) dibuat pakai editing desain grafis belaka. Artinya, pihak Tempo hanya mengutak-atik foto Jokowi dan jadilah seperti itu.

Namun ternyata, itu FOTO ASLI. Jokowi benar-benar dilibatkan dalam proses pembuatan cover. Luar biasa sekali, betapa besar upaya mereka dalam membangun opini publik, sampai-sampai Jokowi pun dilibatkan dalam pembuatan cover sebuah majalah.

Berikut adalah sebuah foto yang saya temukan barusan, berisi adegan "the making of" cover Tempo tersebut.



               

Meraih Hati Anak-Anak


Vanya sudah mau belajar, tapi di awal harus penyesuaian dulu seperti kali ini.
Dia berdiri senyum-senyum liat saya dari balik kaca jendela. Begitu saya tunjukkan hadiah yang saya janjikan, dia langsung masuk dan membuka.
Syukur dia suka buku gambar Kitty warna pink itu, biasanya segala barang harus bergambar Barbby.

Perlu tau cara mengambil hati anak-anak supaya dia senang belajar. Sebab  SENANG belajar lebih penting dari pada MAU belajar.
Vanya condong bertype KHINESTHETIC. Mudah menerima pelajaran dengan fisik. Jadi saya dituntut kreatif agar pelajaran cepat menyerap.
Kadang dengan cara bermain, menantang dia mencari , menghitung, atau menyalin huruf.
Jangan harap dia bisa tenang seperti anak lain, bila cuma membaca.

Umumnya anak ingin serba tau, memberi yang pas buat dia tentu akan menumbuhkan antusias
Jangan lupa kasih waktu  istirahat paling tidak 20 menit.
Pelajaran sulit akan membuat nya stress, terlalu mudah membuatnya bosan, hihihi seperti kita juga.

Kumpul RISKA 2




"Kalo bikin acara yang judulnye Booming,dong! orang tau itu acara Nasional, padahal yang dateng cuma orang-orang Jakarta doang!"

Begitu kata Bang Molla mantan Ketua Riska tahun 80-an, ditujukan kepada Ketua RISKA sekarang, di acara Bukber Pengajian.
Gaya khas RISKA dari dulu yang kepede-an tapi selalu berdampak besar buat organisasi dan personnya.
Tanpa itu mungkin saya enggak akan berani datang ke rumah Mbak Tutut, ngobrol dengan Mentri Kehakiman, kumpul bareng dengan Ikatan Dokter, Asosiasi Notaris,tamu-tamu dari Brunei yang antusias ingin tau management Remaja Masjid. Belajar beginian enggak ada sekolahannya tuh!

Riska kini masih meneruskankan acara-acara  jadul. Kecuali kegiatan olah raga yang tidak sesemangat dulu.
Mungkin karna pergeseran minat, kali ya? sekarang lebih suka kompetisi IT.

Ada butir pesan yang Bang Molla tinggalkan, supaya anggota Riska tetap jaga hubungan baik dengan pengurus mesjid, perluas hubungan keluar, dan berharap semoga ketua mesjid Sunda Kelapa  diketuai  orang non pemerintah.

Ada kebanggaan di tiap pertemuan, hati tetap menyatu meski berbeda kelompok pengajian.
Akan tau bahwa, Radio Rasil bukan Syiah, Volunteer Mercy bukan syiah, Hizbuttahrir yang ditakutkan non muslim akan menguasai Indonesia, ternyata mereka berlepas diri dari politik dengan tidak turut serta mencoblos. Jadi tak perlu dicurigai, kan?

Riska majemuk,manis, hangat. Sehangat makanan malam yang dihidangkan keluarga Ikhsan Thalib, semanis singkong Thailand yang dibawa Mas Budi Priyono.
Harusnya ada event yang bisa bikin ummat sadar bahwa beda pandang bukan berarti perpecahan.
Kayaknya mau bilang gini sama khalayak;

"Eh! eh!...sini liat deh! akuur kaaann...?!