Thursday, 17 July 2014

AyatMu Di Sana...

Putar Video



Bagaimana hati bisa tawar saat membaca tintaMu
sementara di beda tempat,
getar bibir  melafazkannya diantara genangan darah
tenggelam di dahsyatnya dentuman
perut kosong  tak terpikirkan

Bagaimanan bisa gema aksaraMu berlalu semu
sementara ada yang mendekapnya bersama senjata

Lantunan halus dibalik reruntuhan beraroma dahsyat
menyusup di lubang-lubang persembunyian
di sela rongsokan tank

Lantunan  menyayat namun tak perih
meski di derai air mata bocah berdada merah.
Penyemat asa tak berbilang di pundak syuhada.

Dan kita tak pernah merasa malu...






No comments:

Post a Comment