Wednesday, 16 July 2014

Kritisi Media Islam


Salah satu media sosial Islam mengekspos  twiiter seseorang,
Isinya:
1 orang anggota Aliansi Hindu Bali mengecam kebijakan menejemen jalan tol Bali, yang mewajibkan petugasnya memakai jilbab dan peci. Begitu kabar dari Islam Pos, 17 Juli 2014.

Kontan  muncul macam-macam komentar yang akhirnya leluasa mencerca.
Mereka merasa di semena-menakan oleh umat mayoritas. Akhirnya ya gitu...kita jadi terhina ulah pena 1 orang.

Sebetulnya Menejer tol Bali dan menejer-menejer lain yang melayani masyarakat tak perlu demikian.
Menghargai agama lain atau menghormati Ramadhan bukan begitu caranya. Muslim tidak mengenal "Paksaan". Boleh jadi wanita penjaga tol itu tersenyum tapi hatinya kita tidak tau.
Sama dengan hati wanita petugas swalayan yang dipaksa memakai topi Santaklaus. Jadi kelihatan aneh! nggak matching dan kelihatan dipaksakan.

Sudahi saja cara-cara begitu. Menghormati agama lain adalah dengan menjaga hak-hak mereka.
Bukan dari simbol atau tampilan.

Dilain sisi, hendaknya media Islam tidak menampilkan hal-hal remeh yang bisa bikin gesekan antara agama,
dan memupuk rasa benci


No comments:

Post a Comment