Saturday, 12 July 2014

Kumpul RISKA 2




"Kalo bikin acara yang judulnye Booming,dong! orang tau itu acara Nasional, padahal yang dateng cuma orang-orang Jakarta doang!"

Begitu kata Bang Molla mantan Ketua Riska tahun 80-an, ditujukan kepada Ketua RISKA sekarang, di acara Bukber Pengajian.
Gaya khas RISKA dari dulu yang kepede-an tapi selalu berdampak besar buat organisasi dan personnya.
Tanpa itu mungkin saya enggak akan berani datang ke rumah Mbak Tutut, ngobrol dengan Mentri Kehakiman, kumpul bareng dengan Ikatan Dokter, Asosiasi Notaris,tamu-tamu dari Brunei yang antusias ingin tau management Remaja Masjid. Belajar beginian enggak ada sekolahannya tuh!

Riska kini masih meneruskankan acara-acara  jadul. Kecuali kegiatan olah raga yang tidak sesemangat dulu.
Mungkin karna pergeseran minat, kali ya? sekarang lebih suka kompetisi IT.

Ada butir pesan yang Bang Molla tinggalkan, supaya anggota Riska tetap jaga hubungan baik dengan pengurus mesjid, perluas hubungan keluar, dan berharap semoga ketua mesjid Sunda Kelapa  diketuai  orang non pemerintah.

Ada kebanggaan di tiap pertemuan, hati tetap menyatu meski berbeda kelompok pengajian.
Akan tau bahwa, Radio Rasil bukan Syiah, Volunteer Mercy bukan syiah, Hizbuttahrir yang ditakutkan non muslim akan menguasai Indonesia, ternyata mereka berlepas diri dari politik dengan tidak turut serta mencoblos. Jadi tak perlu dicurigai, kan?

Riska majemuk,manis, hangat. Sehangat makanan malam yang dihidangkan keluarga Ikhsan Thalib, semanis singkong Thailand yang dibawa Mas Budi Priyono.
Harusnya ada event yang bisa bikin ummat sadar bahwa beda pandang bukan berarti perpecahan.
Kayaknya mau bilang gini sama khalayak;

"Eh! eh!...sini liat deh! akuur kaaann...?!








No comments:

Post a Comment