Tuesday, 1 July 2014

Presiden Orang Indonesia




Pagi-pagi dapat gambar ini...Bisaaa aja ngedit beginian. Kalau liat dasinya seperti editan foto mantan presiden Soeharto, yang wajib terpajang di ruang kelas.

Lucu ya, liat pelampiasan anak muda yang sebagian masih bingung mau pilih siapa?
Sementara banyak yang garang di 2 kubu  membela capresnya masing-masing sampai diluar batas kewajaran. Teman dekat jadi jauh, teman yang selama ini anggun dan terhormat akhirnya bisa memaki dengan kata tak pantas, menghina pola Allah, dll... bikin saya panas hati dan memutuskan libur ber- FB

Bagusnya Iwan Fals tidak mau berpihak, meski Jokowi bertandang kerumahnya. Dia bersikap netral dan tetap merahasiakan pilihan. Apa karna Bapaknya TNI kelompok "Hijau", jadi condong ke PS? *ngarang.
Mungkin kelompok 2 menganggap dialah yang mampu mengimbangi Oma Irama. Setelah gagal, beralihlah ke Slank. 
Tapi saya liat pendukung fanatikpun (Slanker) akhirnya tetap punya pilihan sendiri, nggak seru-seru amat mendukungnya. Bisa jadi pendukung Oma Irama atau Iwan Fals pun serupa. 
Hari begini informasi media Sosial lebih gencar dan banyak mempengaruhi daripada idola-idola an.

Nggak perlu ribut-ribut sebenarnya. Toh, siapapun yang terpilih Allah mewajibkan kita untuk menghormati pemimpin.
Saya lebih suka melihat kelebihan 2 calon tersebut lalu membaca asal-muasal dan peran mereka sebelumnya. Peran yang tersembunyi lho! bukan yang didepan kamera.
Setelah itu melihat siapa-siapa yang ada dibelakangnya. Tak ada masalah!
Kecuali setelah gambar "tega" nya Wimar Witoelar di Medsos yang sangat-sangat menyinggung agama saya.

Ingin cepat tanggal 9 juli berlalu
Ingin cepat punya presiden baru
Mau lihat, apakah perbedaan kemarin justru bikin kita kangen untuk bersatu kembali?





          

4 comments:

  1. Kami di rumah juga berbeda mbak tapi tak terjadi apa2 tetep fine heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu baru LUBER namanya,... Memang melatih menghargai pilihan orang lain harus dari dalam keluarga dulu yaa. Keren Mak! :)

      Delete
  2. Saya lebih setuju Iwan Fals sebagai presiden daripada Oma Irama

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau sudah liat fotonya begini, kayaknya dia lebih cocok memang... hehehe :)

      Delete