Monday, 7 July 2014

Senang Mensucikan


Sedang memikirkan sesuatu...

Ibu yang saya jenguk  terbaring di sehelai tikar depan TV. Rumah kecil berplafon rendah itu kurang terurus. disekeliling pembaringan bertumpuk barang tak berhubungan yang nampak tak terpakai lagi.

Di usianya yang ke 80-an, baru kali ini ia menderita penyakit berat. Dikelilingi anak cucu yang tak bisa berbuat apa-apa. Biaya tak punya untuk rawat inap seperti yang disarankan dokter.
Khawatir akan menambah tumpukan hutang, sementara penyakit ibu kecil harapan untuk sembuh.

Memang dilihat dari fisiknya beliau tak mampu lagi makan, bibir tertutup rapat, pandangan hanya satu arah.
Badannya biru-biru, tangan kaku, sesekali matanya terbelalak dan gigi gemeretak kuat.
Nafasnya sulit, menurut anaknya sudah lama ia menderita komplikasi darah tinggi dan jantung.

"Ini lumayan bu, bisa diam sekarang. 2 hari kemarin ibu mengamuk tanpa bicara apa-apa. Kepala dibentur-benturkan ke dinding, semua barang disekelilingnya habis terlempar, makanya badan jadi lebam" kata anak perempuannya.

Pelan saya bisikkan di telinganya. Selain talkin saya bilang:

"Istighfar yang banyak bu...Allah maha Rahman Maha Rahiim. Katakan pada Allah,Tiada daya kekuatan kecuali dari Allah saja. Zikir yang banyak Bu... Ayo, saya bimbing!"

Keluar sedikit air mata di ujung mata.Saya selalu yakin meski dalam keadaan koma, seseorang mampu mendengar dan mengikuti.

Keesokan sore saya menjenguk lagi, nafasnya teratur meski berbunyi keras. Mata tertutup.
Saya tak tau beliau tidur nyenyak atau koma. Yang penting tak seresah kamarin, saya jadi lega.

Kasih sayang Allah dan perjalanan hidup manusia saya gambarkan seperti Air gunung, air sungai dan air laut.
Asal manusia itu bersih-sebersih bersihnya. Di perjalanan hidup bertemulah dengan kotoran, sampah, limbah, maka tercemarlah!. Jika sampai ke laut, sama semua air. Seperti sama nya semua manusia di hadapan Allah.
Jika dapat ampunan Allah maka berbahagialah dia! Allah naikkan derajatnya seperti uap yang naik jadi awan. Allah jadikan kumpulan air kotor menjadi suci lagi dan bermanfaat.

Allah Maha Suci, senang yang suci dan mampu mensucikan.
Semoga di Ramadhan mulia ini  Allah berkenan memberi maghfirah (ampunan) kepada Ibu tadi. Selama nyawa belum sampai ditenggorokan Insya Allah harapan itu masih ada.



No comments:

Post a Comment