Friday, 11 July 2014

Status FB seorang Doktor


Tadinya saya malas berkomentar apapun pada status orang. FB pun sedang libur.
Sekali mbuka kok dapet yang nyakitin.
Baru tadi malam saya membandingkan pengikut-pengikut 2 kubu. Karna orang bijak bilang, kamu adalah bagaimana temanmu. Setiap orang punya habitatnya masing-masing. Tak akan lama ia berada di satu kelompok bila bertentangan dengan hatinya.

Saya teliti sahabat-sahabat yang sama pilihan, terutama yang berkerudung lebar. Ternyata mereka sedikit sekali  ber-FB. Namun yang sedikit itu membuat status yang sangat...sangat menyejukkan. Mereka seperti oase di bumi tandus kerontang.

Lalu saya cari lagi, adakah di kubu seberang yang berjilbab lebar? Apakah saya deskriminasi? memandang orang dari pakaian? Tidak! semata-mata karna yang saya tau golongan mereka tak pernah menentang syariah Islam meski tak menganjurkan. Saya kenal mereka, kebanyakan sadar diri, ini bukan negara Islam!
Kewajiban mereka adalah patuh pada pemimpin. Itu yang saya dengar pada kajian-kajian mereka.

Lalu apa hubungannya?
Ya, mereka tak akan bisa bersatu dengan Islam modern, liberal, pluralis, sekuler yang kebanyakan di kubu seberang. Singkatnya gini,mereka tak akan nyaman duduk bersama dengan orang macam Wimar Witular yang membenci muslim, apalagi hukum muslim.
Apa buktinya?

Ini khusus wanita ya...dan muslim! karna lama mengenal dan sering baca status mereka, maka saya dapati kesamaan dalam cara pandang mereka.
Oh ya, ini tidak termasuk wanita yang salah pilih, karna keterbatasan info, mungkin karna terlalu lama tinggal di luar negeri. Atau wanita yang hanya ikut, tak mau repot memikirkan politik.
Boleh saja anda marah/menolak,tapi memang itu yang saya temui di FB, sekali lagi FB!

1. Semua agama sama
2. "Kebaikan" jadi agama  (Yang penting orang itu baik)
3. Hukum Islam itu kuno, memalukan, jadi beban
4. Alergi pada teman yang selalu bicara agama
5. Jilbabkan dulu hatimu, baru kepalamu
6. Saat Ramdhan jadi orang bijak, kalau pemilu jadi pakar politik. Kesehariannya jauh dari itu.
7. Islam itu jorok,kumuh,bodoh, (Benahin dong!)
8. Selalu melihat kekurangan anak bangsa.

Alhamdulillah...meski sahabat dan kerabat di kubu saya ada pula wanita yang belum berhijab, tapi hati mereka sama. Anti dengan sekuler. liberal, apalagi syiah!

Maaf, mungkin saya keep pendapat, atau tulisan masuk draft, atau  tak menulis sama sekali tentang ini, tapi  tulisan dan postingan di FB mantan wartawan bergelar Doktor Ilmu filsafat (Satrio Arismunandar) memaksa saya,contohnya ini:



Partai Islam di Kubu Prabowo Tak Pengaruhi Pemilihhttp://t.co/saKWItwZb7 via @tempodotco
TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin...
TEMPO.CO
  • 4 orang menyukai ini.
  • Haerudin Tea Rupanya genderang perang masih ditabuh ya doktor ?
    17 jam · Suka
  • Zulkhaery Basrul Pemilih Prabowo itu gak taat agama, suka minum2, santai merokok dsb saat puasa, klu konvoi knalpot motor keras2., kepung media yg tak sejalan. 

    Sedangkan pemilih Jokowi itu santun-santun, taat agama, gak pernah main kepung media, pada puasa semua, klu lagi kampanye santun, klu lagi konvoi senyap taat aturan #NGAKAK
  • Dian Alamanda Menurut gw justru itu membuktikan partai islam berhasil 
    16 jam · Suka
  • Asri Al Jufri Ini pasti survey abal2..
    13 jam · Suka
  • Sutrimo Sumarlan Kalau yg begitu di seberang sana bisa juga banyak....
    13 jam · Suka
  • Muhamad Zulkarnain Halaahh..kyk gini pake diberitaiinn..bikin sampah..penyakit.
    13 jam · Suka
  • Agus Salman Betul survey abal-abal, gak mungkin
    11 jam · Suka
  • Ali Binter ah burhanuddin lagi....semakin banyak fitnah semakin banyak dia dapat uang karena itu mata pencahariannya, nauzubilla himinzalik
    11 jam · Suka · 1
  • Ahmad Huzaifi Ahh.. sedap cakap! Ya di kubu prabowo kebanyakan. Di kubu jokowi semuanya kalee.....
    10 jam · Suka · 1
  • Bambang Haryanto Akh,.. Bijaklah..
    10 jam · Suka
  • Sakti Qu masih ribut dua pendukung,bwt apa ente2 puasa? makin tua spt anak tk
    6 jam · Suka
  • Mutiah Ohorella Menulis keburukan, lalu pergi! Apa niatnya? Kalau anda muslim,pasti tau, apa kedudukan hamba yang senang menyebar kebencian dimata Allah. Kalau anda muslim yg baik pasti tau kata-kata yang di ridloi Allah adalah seperti pohon rindang berakar kuat,buahnya manfaat. Kalau anda muslim real pasti tak mau duduk bersama dengan Wimar Witoelar yang menghina muslim. Anda adalah bagaimana teman anda! Semoga Allah memberi hidayah...
    1 jam · Suka · 1
  • Mutiah Ohorella Buat sahabat yg ada disini...dari pada meracuni hati dengan statusnya setiap hari,, lebih baik unfriend, blokir. Mari jadi hamba yang pintar di mata Allah meski tak bergelar Doktor. Hamba yang pintar adalah yang menjaga sikap dan kata-kata. Ambil keputusan! mau seperti apa teman anda?
    1 jam · Suka





2 comments:

  1. Kalau saya gak 'melek' politik mak :p jadi saya gak minat ikut menyimak perang komentar tentang pilpres di sosial media termasuk FB

    ReplyDelete
    Replies
    1. Koment mereka mengotori beranda saya,Mak... jadi terbawa gini deh! :(

      Delete