Sunday, 31 August 2014

Hasil Tindakan Kita


Tengah hari kemarin saya terjebak dalam kemacetan panjang.
Heran juga sih... tak biasanya Jatinegara macet pada hari minggu disaat jam yang sama.
Daripada kegerahan didalam Mikrolet dan berlama-lama mencium asap knalpot, saya pilih jalan kaki sampai ketemu jalan lowong lalu sambung perjalanan dengan kendaraan lain.

Ambil senang saja, anggap mengeluarkan kalori sambil menikmati toko-toko tua langganan almarhum Ibu kami dahulu. Dalam hati geregetan, penasaran berat ingin tau macetnya karna apa? 
Sesekali pandangan mentok hingga ujung jalan yang meruncing, akh, badan mobil-mobil masih rapat! Belum terlihat sumber penyakit.

Jelang TKP , ck..ck..ck! Alangkah "terkagum-kagumnya" saya!
Ulah 1 bajay yang sedang menunggu penumpang dengan ambil posisi agak ke tengah jalan karna  bahu jalan ada mobil parkir, lalu tak jauh dari situ 1 mikrolet santai diam menunggu penyewanya memasukkan barang satu persatu. Kendaraan yang lewat tersendat disebelahnya sama sekali tak mengundang perhatiannya.

Sikap tak peduli, egois dijalan, sangat menyusahkan  dan terlihat langsung efeknya.
Apa yang ia rasa jika tau dibelakangnya rentetan panjang karna  ulahnya? Banyak keluh, kesal dan sumpah dalam antrian karna waktu orang tersita, bensin terbuang, dan panas!

Akh, nggak enak hati! bisanya cuma bisa ngedumel tanpa tindakan
Punya nyali kalau menegur sopir yang ngebut doang!


Saturday, 30 August 2014

Mata Air Kehidupan




Water is life...water is life
There is no love
There are no children
And theres no more life
When the waters runs dry

(Bait lagu Vicky Sianipar)

Tak ada air, tak ada kehidupan! Kata-kata yang membuat hati tersadarkan, apa jadinya bumi bila tanpa air? Itu sebabnya ilmuwan astronomi terus mencari dan menyelidiki adakah  planet selain bumi yang memancarkan air? pasti pernah ada kehidupan disana.

Karna Sungai Efrat,Turki dan Suriah konflik. Begitu juga Mesir dan Ethopia memperebutkan Sungai Nil. Dengan air akan mempermudah transportasi perdagangan, dengan air pula tanah akan menyerap, menyimpan, dan menumbuhkan benih yang dikandungnya.

Kita seringkali lupa bahwa air sungai dan air hujan adalah anugerah termahal. Keduanya sudah memberi kita modal hidup.
Dengan air yang sama akan muncul aneka warna dan jenis bunga sedap dipandang.
Dengan air yang sama tumbuhan dan  ternak  akan sehat untuk memenuhi kebutuhan manusia, dan dengan air yang sama mengisi bak-bak mandi kita.
Pernahkah anda membayangkan bila air menjadi barang lux? orang mau menjual apa saja asal mendapatkan air bersih?

Sebetulnya tak perlu takut akan kekuarangan air. Bumi akan selalu mengeluarkan air dengan volume  stabil karna ada siklus air. Cuma masalahnya bukan pada kwantitas, tapi kwalitas air.




Tapi bagaimana mememenuhi kebutuhan air, sementara kwalitas air turun terus menerus disebabkan lalai nya manusia dalam menjaga lingkungan alam?
Cara yang terbaik adalah melakukan menejemen air.

Manejemen Air Untuk Indonesia Sehat.

Bulan September Tahun 2010 silam, Berggren mengemukakan pendapatnya dalam acara Pekan Air Sedunia Di Stackholm. Krisis air dapat diatasi dengan mengoptimalisasi pasokan, penyimpanan dan penyaluran air itu sendiri.
Hampir senada  makna dengan konsep drainase negeri kita, yaitu :

"Menyimpan air selama mungkin, dan memanfaatkan air semaksimal mungkin"

Bapak Djoko Kirmanto selaku KemenPU mengatakan, sudah target pemerintah bahwa tahun 2019 mendatang seluruh wilayah Indonesia mempunyai akses air minum dan sanitasi yang laik.
Pada acara Stackeholder's Forum di Surabaya tanggal 21/5/2004 itu beliau mengungkapkan besar nya dana yang dibutuhkan untuk niat pemerintah tersebut.
Rp 274,8 Trilyun atau 27 Milyar USD untuk pengembangan air minum.
Dana tersebut tak mampu dipikul oleh pemerintah sendiri, maka pemerintah membutuhkan bantuan Pengelola Air Minum pada pihak swasta

Menurut BPS 2013, sebanyak 67,73 %  penduduk Indonesia sudah memiliki akses menuju air minum
yang aman.

Peran Donone Aqua Dalam  Membantu Pemerintah

Perusahaan air mineral ini telah mengembangkan pendekatan berbasis masyarakat yang inovatif, dan beekerja sama dengan pemangku kepentingan. Diantaranya dengan melibatkan masyarakat secara aktif dari mulai survey, perencanaan,  pelaksanaan dan pemeliharaan; berbagi sumber daya /dana antara masyarakat, LSM, dan perusahaan.

Telah banyak Perusahaan minum Aqua ini berbuat untuk kepentingan umum dengan tak segan-segan melibatkan masyarakat dan karyawannya. Misalanya memperhatikan daerah kumuh di perkotaan,
Memperhatikan komunitas Pemulung dengan mengembangkan bisnis sosial, sebagai contoh Program Bina Mandiri di kota Bekasi  bekerja sama dengan pemulung dengan memberikan teknologi air bersih. Kemudian program 1 liter air bersih di Aceh dan NTT ( 2007-2011)
Kesemuanya adalah target Millenium Development Goals (MDGS)

Indonesia butuh air bersih
http://nasional.sindonews.com/










 Air Bersih, Masyarakat Sehat.

Dulu, air putih dalam kemasan masih sangat aneh dipandang. Untuk apa jual beli air putih?
Dirumah bisa masak sendiri untuk bekal dalam perjalanan, bukan?
Namun dengan berkembangnya zaman seiring dengan terus bertambahnya jumlah penduduk Indonesia, rupanya pandang seperti itu akhirnya berubah.

Masyarakat banyak tentu banyak pula hajatnya. Makin kesini orang makin mencari yang serba praktis. Aqua sebagai kebutuhan vital keseharian harus hadir dalam perjalanan, pesta, rapat penting.
Dan paling dibutuhkan adalah pada saat terjadi bencana alam.

Jika terjadi bencana alam, korbannya tentu  berduka, stress, dan serba kekurangan, kadang penyumbang/donatur menomor duakan air minum. Padahal manfaat air putih yang diminum pagi hari akan menunjang beragam aktivitas dan menggantikan cairan tubuh yang hilang karna lelah atau sakit.

Memastikan Aqua Danone Bersih

Aqua group berusaha memastikan produk yang dihasilkannya sehat dan berkwalitas. Upaya dilakukan sejak pengambilan air baku dari sumbernya, sampai teknologi  tinggi saat memproses produksi dan pengemasannya. Terlihat dari tutup botol yang sambung menyatu tak terputus.

Michael Leimena selaku Corporate Comunication Danone Aqua mengatakan di Brastagi bahwa;

"Luar dalam itu saling berkait, sehingga tidak ada satu celahpun yang membuat air dalam kemasan kami keluar. Inilah komitmen kami melayani dengan baik dan hygienis"

Selain itu inovasi baru yang dilakukan Danone Aqua  dalam rangka melindungi kesehatan masyarakat adalah dengan mencantumkan tanggal produksi ganda pada badan dan tutup botol.
Dengan teknologi double date coding, membuat aqua menjadi satu-satunya perusahaan Air Minum Dalam Kemasan ( AMDK ) yang menerapkan standar tersebut.
Tidak hanya mencantumkan tanggal kadaluarsa saja, bahkan mencantumkan menit dan jam kemasan tadi di produksi.





                                         

AQUA Dan Lingkungan Hidup.

2 foto ini saya ambil di Halaman belakang Istana-Bogor. Miris melihat masyarakat yang belum menghargai kekayaan dan keindahan tempat wisatanya.
Mereka tak pandai menjaga kebersihan lingkungan.  Padahal perusahaan Aqua Group  sendiri sudah berupaya mengelola daerah aliran sungai di lokasi pabriknya.
Melalui program Aqua Lestari pun  mereka mengajak masyarakat untuk berkomitmen menjaga lingkungan. Menjaga air agar tak tercemar demi memudahkan masyarakat mendapatkan air bersih. Seperti slogannya;


Kebaikan Alam Di Setiap Tetesnya

Slogan singkat namun punya makna yang besar. Masyarakat mudah menangkap bahwa produk ini mengedepankan pentingnya arti kesehatan dengan mengkonsumsi air yang bersih dan murni, jauh dari unsur kimia. Teliti dalam proses dan penyajian tanpa melepas perhatian pada isue lingkungan hidup yang marak akhir-akhir ini.








Referensi :

- Indonesia Bussiness Links 4/Maret/2010
- Kompas.com 31/Agustus/2014
- Sumut Berita.com 30/Mei/2014
- Tentang Aqua/ http://www.aqua.com/
- Youtube https://www.youtube.com/watch?v=XnFWNQ-2jZw





Tulisan ini diikut sertakan dalam Lomba Blog Anugerah Jurnalistik AQUA (AJA) IV ini akan mengambil tema

“AIR DAN KEHIDUPAN, UNTUK INDONESIA YANG LEBIH SEHAT”



628e24d0b6756573c6c7005ff002e71b_lomba-blog-aqua-aja









Friday, 29 August 2014

Rumah Yang Manis..

Tulisan Ini diikut sertakan dalam Blog Kontes Mimpi Properti


Masih ingat lirik salah satu lagu Ully Sigar Rusady?


Rumah yang manis...
Rumah yang manis
Damai damailah di dalamnya

Aku inginkan rumah yang manis
Aku ingin kehangatannya...

Rumah manis masih  jadi impian, meski sudah puluhan tahun berkeluarga.
Lalu dimana saya selama ini?
Memang saya dan keluarga dapat pelindungan dari hujan dan panas saat ini, namun belum sepenuhnya ini rumah milik kami, tapi masih titipan.
Sementara bangunan makin lama makin banyak rusak dimakan usia.Membuat kami ingin segera mampu mewujudkan mimpi kami.

Ada beban lain selain memimpikan rumah buat keluarga sendiri, yaitu anak-anak sekolah TK dhuafa binaan yang sudah berjalan 12 tahun belum pernah punya gedung sendiri.
Selalu berharap seperti Yayasan lain yang berani mencari dana ke Perusahaan atau partai besar.
Tapi sekalipun  tak pernah kami melakukannya. Membuat proposalnya saja tak sampai tuntas karna keburu disergap rasa malu.

Bulan Juli 2014, kegiatan belajar dan mengajar TK akhirnya  ditutup, sebab untk menggaji guru dan merawat bangunan kontrakan tak ada dana lagi. Subsisdi silang dan sumbangan donatur terlalu minim.


Arti Rumah

Rumah bukan sekedar tempat berteduh, melepaskan lelah, berkumpul, atau kebanggaan karna  tertulis di KTP, saja. Rumah punya kesan lahir dan batin, enak dilihat, aman, nyaman, dan sarat memory.
Boleh jadi seseorang punya rumah mewah indah, namun sedikit sekali waktu penghuninya dihabiskan disitu. Kesibukan mencari laba telah membuat rumah hanya tembok beku kaku.

Rumah Impian Kami

Ada 3 bangunan yang berdiri diatas lahan impian;

1- Rumah Tinggal
2- Gazebo
3- Tempat Usaha Keluarga

Dulu saya pernah bergurau :

"Nggak apa-apa punya rumah besar, yang penting bagus!. 1 gazebo di halaman rumah pun cukup, asal bisa mengumpulkan orang seratus oraaang saja. Namanya pengantin baru harus dari awal dulu"

Hihihi, boleh, kan? Kita bebas bermimpi! tak ada iurannya.
Bukankah seringkali terjadi, Tuhan mengabulkan omongan kita yang cuma selintas?

Ya, gazebo itu untuk mengumpulkan anak-anak dhuafa yang rutin berkumpul pada hari tertentu.
Saya sering dapat amanah untuk membagikan zakat maal teman-teman.
Pendopo itu kelak untuk tempat belajar juga. Disana anak-anak warga desa mendapat pendidikan keterampilan, mengaji, membantu PR mereka, dan perpustakaan.

Keuntungan ruang itu terbuka, udara bebas mengalir, dan kegiatan mereka dapat diawasi dari dalam rumah saya di sebelahnya tanpa memutuskan kegiatan rutin sebagai  ibu rumah tangga.
Gazebo minimalis, yang manfaat saat mengundang kerabat untuk suatu acara, bisa juga untuk sholat saat kedatangan banyak tamu.




Rumah Pribadi

Sedangkan untuk rumah pribadi, saya menyukai rumah yang simple, mudah dirawat, nyaman, dengan halaman luas asri. Biar anak-cucu bisa bermain bebas.
Gaya Shabby Chic terkesan elegan,cantik tapi modern. Warna-warna soft dominan, seperti biru langit, rose pink, dan krem.

Rumah harus jadi bahan kerinduan, tempat menyebarkan kehangatan. Maka rancangan pun harus mengarah. kesana. Ada satu titik ruang strategis yang memaksa semua anggota rumah berkumpul. Bisa menonton tv bersama, membaca buku, makan, ngobrol, dan lain-lain.

Warna cat rumah harus cerah namun tak menyolok pandangan orang yang lewat, Memberi kesan teduh tenang, bikin betah.
Selain itu fentilasi di siapkan agar mempermudah masuknya udara dan cahaya matahari pagi maupun sore dengan kadar yang cukup.


Tak suka rumah bertingkat, karna :

- Mempersulit temu dengan anggota keluarga
- Waktu dan tenaga akan berlebih saat membersihkan ruang
- Lantai cepat berdebu dimusim kering,
- Tangga kurang baik untuk lutut kami saat tua nanti

Rumah impian saya mempunyai :

- 5 kamar tidur dengan masing-masing kamar mandi+Walking Closet
- 1 kamar tamu dan 1 kamar pembantu.
- Ruang keluarga, ruang tamu,dan dapur

Ruang Tambahan :

- Ruang Sholat dengan tempat wudlu
- Ruang Perpustakaan
- Ruang Kerja dan Hobby
- Ruang Garasi mobil
- Kamar mandi luar





Foto: Relaxing on the porch, on a Sunday afternoon~
I love Sunday's for a few reasons.

http://www.pinterest.com/pin/35536284535037644/

Teras belakang ini  nyaman untuk minum teh pagi atau pun sore, sambil baca buku atau menyaksikan  anak dan cucu bermain. Hamparan tanah berumput  yang ada bisa digunakan juga untuk ruang parkir mobil saat tamu banyak datang.

Foto: A Summer Cottage, on a Sunday afternoon. They are made for dreaming, reading, relaxing, and resting! Ahhh,I can just smell that Summer breeze. I am enjoying Summer, I hope all of you are.

~Debbie~
Tampak Depan Rumah Impian
 foto Oh So ShAbBy By Debbie Reynolds.

Alangkah senang memiliki rumah yang terkesan ramah, tidak kaku. Setiap tamu yang datang akan cepat merasa akrab, tak sungkan memasukinya.
Saya akan tanam pohon buah-buahan di  sekitar rumah. Agar siapapun yang datang tak pulang dengan tangan kosong. Hasil kebun saya harus mereka nikmati.





Ruang makan  menyatu dengan ruang tivi akan menyatukan keluarga. Selain itu  nyaman buat menerima kerabat dekat. Mau ngobrol lalu  makan bersama tak perlu berpindah-pindah ruang lagi.


Kamar mandi berlantai kayu terkesan alami bersih dan lantai tak licin. Namun jika usia tua harus memakai kamar mandi dengan shower dan tempat duduk.


Kamar sederhana harus menghadap ke taman nan hijau. Matahari cukup masuk agar tak perlu menyalahkan lampu disiang hari. Irit listrik, bukan?




mohamedia.net

Dapur menghadap taman adalah impian.
Asap dari dapur akan mudah keluar membuat hawa dapur selalu segar bersih.
Suasana hijau diluar menghibur diri saat letih bekerja.
Lantai kayu  yang cantik alami plus karpet unik  menghindarkan kita dari celaka  saat mengangkat masakan-masakan panas.


Lingkungan Rumah

Kalau dari segi keamanan dan kebersihan , saya pilih tinggal di kompleks yang telah menyediakan fasilitas Ibadah dan kolam renang. Namun tak jauh dari pemukiman penduduk, agar Yayasan Sosial saya tetap berjalan.

Lokasi rumah tak sulit dijangkau kendaraan umum. Tak sampai hati kalau membuat kerabat enggan datang karna tak dilalui kendaraan  umum atau tak ada ojek.
Dan hal yang tak kalah penting, jauh dari resiko bencana alam atau banjir, resiko rayap, mempunyai air yang bersih  lancar, dan listrik tak sering mati.

Apa Lagi Yang Diimpikan?

Bukan cuma rumah! hihihi, sampai tukang kerja rumah pun masuk dalam mimpi saya.
Maklum pengalaman... liat teman-teman meski sudah dapat rumah bagus, mereka masih stress melihat  hasil kerja tukang.
Dan saya sering dikecewakan tukang-tukang. Perawatan rumah yang saya tempati ini sering memakan korban uang dan perasaan tanpa tanggung jawab!
Insya Allah saya akan pilih kontrkator yang baik dan berpengalaman.

**Tak ada tempat kembali yang didambakan selain tempat tinggal yang aman nyaman.
Dimana keluarga tercinta sudah menanti.

Hey...Im Coming Home !....:)


Referensi :

-  http://tren.yukbisnis.com/shabby-chic-style/
-  Kompas.com
-  www.google.co.id




Yuk! ikut serta memeriahkan lomba ini...ke http://www.kontesmimpiproperti.com/

                                  "Event Kontes Blog Mengejar Mimpi"
banner250x300



Thursday, 28 August 2014

Pulau Pombo Sudah Jauh

Tulisan ini disertakan dalam 

Blog Contest "Travelogue Wisata Pantai di Indonesia"





iyaatravel.blog.iyaa.com



Kemasan Liang Teh Cap Panda selalu merenggut perhatian saya.
Bukan saja karna membuat saya ingin cepat-cepat  meluruhkan  dahaga sambil menyehatkan badan,  tapi juga menumbuhkan kerinduan saya akan kampung halaman saya bernama Liang.
Liang adalah bagian dari Tulehu-Maluku. Disana perahu-perahu kayu dan speetboat berayun mananti, siap membawa wisatawan ke pantai-pantai pilihan.

Kampung saya dikelilingi pecahan pulau hijau dan laut biru, seolah memanggil kita untuk jadi jutawan sehari pemilik pulau. Dari celah bukit menyembul lagi pemandangan laut lainnya. Mau pilih yang mana? wajah laut yang seperti kaca warna hijau? biru muda? atau biru tua malam karna terlalu jauh dan dalam.
Biru kelamnya begitu tenang dengan garis putih lurus memanjang, seperti gaun biru tua yang melekat di perempuan cantik berkalung mutiara putih.
Tidak heran, Lady Dianna merahasiakan bulan madunya bersama sang pangeran secara rahasia di salah satu rantai pulau manise ini.



Di Pelabuhan Tulehu (hehehe...belum berkerudung waktu itu)


Pulau Pombo adalah pilihan kami. Kalau berdiri di kampung Liang, pulau tak berpenghuni itu nampak seolah berayun terbawa ombak. Luas tak lebih dari 4 km bila mengelilinginya. Terletak di antara pulau Ambon dan Pulau Haruku.
Atas saran sanak saudara, kami membawa kacang atau biji-bijian sebelum melakukan perjalanan dengan speedboat yang memakan waktu 20 menit, karna yang di tuju adalah habitat hewan endemik seperti Pombo dan Maleo. Nama Pombo sendiri adalah pemberian bangsa Portugis, yang berarti burung merpati.


Mendekati pulau perasaan kami makin membuncah senang. Pulau sunyi dan bisu itu sedikit-sedikit muncul berbentuk sempurna. Semacam hutan kecil ditengah laut!
Suprise!! Kami tak sanggup lagi menahan! tumpah sudah kekaguman kami disana.
Whaaaw !! Pasir putih halus membentang perlahan mendekat, seakan menyampaikan salam selamat datang.
Kami tertawa dan sedikit menjerit kompak, saling mengerti  pada kesamaan fikir dan rasa.
Ya! kami tertawa karna membandingkan dengan keruhnya Pantai Marina Ancol.

Jika anda jalan-jalan kesana, bebaskan hati!  berteriak melawan angin yang mengacak-acak rambut kita pun tak apa! Anda ingin menumpahkan  kekesalan karna patah hati? letih penat dan stress di kantor? atau jenuh pada  kerutinan?  Berteriaklah mengalahkan pecahnya ombak di bibir pantai.

Berkelilinglah! tempat yang dijuluki orang "Syurga tak berpenghuni " ini tak akan membuat anda tersesat.
Lengkapi jalan-jalan anda dengan minuman yang baik. Teh Liang Cap Panda sangat pas buat mengantisipasi cuaca panas. Anda tidak mau suasana santai anda terganggu dengan lesu dan letih,bukan?
Akh...seandainya kenal Teh Liang Cap Panda sedari dulu! Hehehe...baru kenal Teh Liang Cap Panda itu setelah mengalami sakit pencernaan, telat yaa...:)

Pulau selebar daun kelor ini, Eh! selebar 200 meter  ini punya pantai lebar berpasir halus.
Sebelum jalan-jalan menuju tempat yang dalam, kaki letih kita dihibur oleh air tenang cetek diatas tumit.
Berguling-guling  disana, tengkurap, atau duduk selonjoran didalam air sambil memotret burung-burung pombo yang kepakannya manis saat mendarat dan terbang pergi.

Selain Teh Liang Cap Panda ada 2 lagi yang jangan terlupa :

1- bawa kacamata hitam jika kesana tengah hari. Pantai putih yang tercium cahaya matahari membuat mata kita silau.

2- Menjaga kebersihan selama disana. Terkadang wisatawan lokal yang bermalam mengadakan cara outbond lalu meninggalkan sampah kemasan makanan dan  botol-botol plastik. Sambil jalan-jalan keliling pulau beramallah dengan mengumpulkan sampah yang terserak.


Status Kawasan Pombo Sekarang

Pemerintah setempat sudah menjadikan Pulau Pombo sebagai:

- lokasi penelitian dan pengembangan Ilmu Pengetahuan Budi Daya Alam sekaligus cagar alam mini di Kabupaten Maluku.

- Salah satu destinasi andalan pecinta Diving (Menyelam dan bertahan dibawah kedalaman). Pembimbing akan mengajak anda ke taman flora fauna yang setia mengelilingi terumbu karang.

- Salah satu destinasi Snorkeling ( Melihat keindahan laut) berupa terumbu karang di perairan dangkal.


- Cagar Alam dan konservasi binatang-binatang yang dilindungi




                        
                                  wisatawanalam.blogspot.com


Wajah laut yang seperti kaca memudahkan anda menikmati panorama laut.
Peniti jatuh saja akan terlihat!, apalagi  liukan  ikan-ikan cantik di sela karang?
Terbayang hasil bidikan kamera anda, kan?
Menyatunya warna putih sayap burung dengan langit biru, melayang diujung rerimbunan hijau pohon, manis sekali!
Sementara biru laut dan putih pasir pantai  amat kontras.

Ingin menyaksikan sunset dan sunrise? bermalam saja dengan membuka tenda disana.
Bukan cuma romantis jingga senja atau cahaya mega pagi saja yang anda nikmati, tapi bisa pula menikmati malam pekat dengan kerlip taburan bintang. Persis serakan intan diatas beludru hitam!

Bila tak bermalam,anda hanya bisa mereguk indahnya matahari tenggelam.
Lalu, perahu pun lepas dari tambatan di bibir pantai. Sauh menjauhkan anda dari suasana romantis dengan tenang.
Hati akan terkoyak,  ingin kembali bersama kekasih hati.
Pulau semakin kecil menjauh dari pandang pesona, seperti syair orang-orang terdahulu...


...Oh nusa laut sdh jauh..
Anyo-anyo (Hanyut) di pukul ombak
Pulau emas tak kan ku lupa 
Hingga akhir ku tutup mata...

Pulau ini jadi incaran konglomerat  dalam dan luar negeri.
Jadi, datanglah sebelum ini jadi milik mereka yang kan menghadang kedatangan perahu anda.
Atau berdoalah semoga Pemerintah daerah setempat terus gigih mempertahankan. Tak terayu meski kantong keuangan Pemda kempes!

Siapa yang menyangka, pulau Pombo dahulu amat ditakuti anak-anak.
Tetua (Orang-orang tua) bilang, akan datang burung Pombo yang besaaaar, membawa terbang anak-anak yang menolak dibersihkan rambutnya dari kutu.
Di pulau kecil tengah laut itulah, paruh-paruh Pombo akan memakan kutu anak-anak.
Hehehe...kalau bisa, tolong bawa terbangkan saja konglomerat yang nekad berani bayar asal bisa memiliki pulau!  :)

Taukah anda, siapa yang paling berurai air mata mengingat pantai ini?
Mereka adalah warga maluku yang sudah jadi warga Belanda. Datang dari jauh untuk melepas rindu, tapi statusnya hanya sebagai tamu.
Kehangatan persaudaraan, keindahan dan kekayaan alam telah lepas dari tangan mereka.
Hanya dendang rindu haru yang mereka bawa pulang ke negri yang dingin ...

Omba puti-puti, omba datang dari laut
Kipas lenso puti tana Ambon suda jauh
Ole sio-sio sayange
La rasa sayang sayange
Sayang dilale apa tempo tuan bale ya nona
ole sio-sio sayange

(Ombak putih-putih, ombak datang dari laut
lambaikan sapu tangan putih, tanah Ambon sudah jauh
Aduh kasihan..sayang di sayang
Kapan-kapan tuan akan kembali lagi, Nona..)






Wednesday, 27 August 2014

Universitas Terbuka Yang Membuka Peluang


                     alumni-ut.com



Menarik sekali membaca dialog Bapak Hadijaya dari Bidang Pengembangan IT IKAUT Pusat dengan Mahasiswa Universitas Terbuka (UT) di Korea, Singapur dan Kuala Lumpur. Para  mahasiswa yang gigih menggunakan waktu untuk bekerja sebagai TKI dan belajar sendiri. Salah satunya bernama Nurman di Korea.

Hadijaya  :  Nurman asalnya dari mana?
Nurman   :  Dari Lampung Utara,Pak
Hadijaya  :  Sudah tahukah ada forum FB Mahasiswa Lampung? silahkan Nurman bergabung disitu!
Nurman   :  Iya Pak, nanti Nurman mau gabung.
Hadijaya  :  Itu forum FB UPBJJ-Lampung, padahal Nurman UPBJJ-Jakarta,bukan?
Nurman   :  Betul pak, Nurman masuknya dari UPBJJ-Jakarta, maksdunya kalau kuliah saya tidak                        selesai di Korea, rencana dilanajutin ke UPBJJ-Lampung.
Hadijaya  :  Bisa sakali... itu pertimbangan yang bagus!

(*Sumber: Artikel IKA-UT dengan judul: "Blusukan Online Mengenal Mahasiswa UT Dalam dan Luar Negri- 6/2/20014 )

Dialog diatas menggambarkan betapa luwes dan canggihnya sistem administrasi, mengajar dan belajar yang ada di Universitas Terbuka (UT). Tak kenal tempat dan bersambung kapan dan dimana saja, betul-betul di tuntut kemandirian dengan modal kemudahan dari Universitas yang dulu dipandang masyarakat dengan sebelah mata.

Dalam sejarah  perjalanannya, UT yang dibuka tahun 1984 ini adalah inisiatif terbesar dalam sejarah Pendidikan Indonesia dalam mewujudkan salah satu Pasal 31 ayat 3 UUD 45.

"Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional"

Apa yang UT perjuangkan adalah untuk menjawab tantangan zaman. Saat Era globalisasi diberbagai bidang baik pendidikan maupun tenologi harus berpacu dengan masyarakat yang terhimpit oleh waktu ruang dan uang.
Seperti dialog di atas yang mencerminkan keleluasaan Mahasiswa dalam belajar mewujudkan cita-cita sambil berjuang memenuhi tuntutan hidup.



UT Berinovasi Untuk Mencerdaskan Bangsa

Dalam perjalanan usianya hingga ke 30 ini  UT sudah mengalami perubahan yang liar biasa membanggakan, dan tetap memegang prinsip:

- Cerdas adalah, membuat yang sulit bagi orang lain menjadi mudah dilakukan jika kita tau kuncinya.
- Menjadi cerdas berarti mampu untuk menyederhanakan berbagai hal yang nampaknya sulit bagi orang lain.

Memudahkan bangsa Indonesia adalah dengan menyediakan sistem Belajar Jarak Jauh (BJJ). Sistem belajar yang berkelanjutan meski pengajar dan mahasiswa terpisah secara fisik.
Kalau dulu medianya hanya dari Media Cetak/Modul, Radio dan Televisi, dengan berkembangnya tehnologi hubungan pengajar dan mahasiswa dapat dilakukan melalui jaringan internet.
Sistem belajar jadi lebih efektif, dan lebih mendorong mahasiswanya untuk lebih inisiatif dengan atau tanpa orang lain. Berinisiatif dalam belajar berarti mahasiswa mampu mensiasati belajar melalui strategi belajar yang efektif.

Di usia 30 UT semakin matang. Memipinya akan terwujud berkat gigihnya dalam bekerjasama dengan instansi lain yang menunjang.
UT membangun sentra-sentra layanannya di daerah-daerah kluster yang tersebar di 38 Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ). Mahasiswa akan lebih mudah lagi menjangkaunya.

Pada Rabu tanggal 13 Agustus 2014, di kantor pusat UT telah ditanda tangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT. Dwiguna Cipta Nusantara (DGCN) yang diwakilli oleh Direkturnya Yoga Pudijanto, dengan Rektor UT yang diwakili oleh Pembantu Rektor IV, M.Yunus.
Acara yang di hadiri pula oleh pembantu rektor dan perwakilan dari PT Telkom itu, diawali dengan sosialisasi tentang SALUT (Sentra Layanan UT)



PKS SALUT PT DGCN UT 13082014
 Dok:  www.ut.ac.id


Mereka bersepakat memperkuat dan sekaligus mendekatkan layanan UT terhadap maahasiswa di daerah.
Di gedung-gedung ex-Telkom, SALUT memiliki ruang dan perangkat komputer dan internet berkecepatan tinggi yang memudahkan mahasiswa untuk:

- Memperkaya ilmu
- Mengakses sumber belajar
- Tutorial online
- Video Conference
- Konseling Online
- Bahkan Ujian Online!


Tindakan UT amat tepat untuk membangun literacy IT dan kultur belajar dengan E-Learning bagi mahasiswa yang tersekat oleh jarak dan waktu.
Tahap uji coba akan berlangsung pada tahun 2014 ini, di Cibinong, Rangkas Bitung, Bekasi, Cirebon dan Garut.
Pada akhir 2017 diharapkan berdiri 75 SALUT , dan tahun tahun 2021 berkembang menjadi 150 SALUT.


UT Selalu Up To Date

Keterbatasan infrastruktur jaringan di Indonesia bukan jadi alasan UT untuk meningkatkan daya jangkau mahasiswa melalui media online.
Tanggal 25 Maret 2014, di acara Microsoft In Education yang bertujuan untuk sharing teknologi dalam hal pendidikan, UT mendapat Office 365 Award untuk kategori Distance Learning.
Di kantor Microsoft lantai 18 Tower II itu, UT  mendapat penghargaan karna mampu memanfaatkan teknologi Cloud Office 365 dalam menjalankan program pendidikan untuk mahasiswanya di seluruh penjuru.

120.000 Mahasiswa telah terlayani dengan fasilitas tersebut secara gratis dan legal.
Diharapkan fasilitas ini dapat atmosfer akademik, kualitas pembelajaran, serta kreativitas mahasiswa maupun dosen dalam proses pembelajaran.



ibu hewindati menerima plakat penghargaan office 365
Dok : www.ut.ac.id


Dengan teknologi ini secara otomatis tiap mahasiswa mendapat email account  dengan kapasitas 50 GB dan storage document dengan 7 GB. Paling pas untuk mahasisawa saling berkomunikasi, mengirim dokumen, menyimpan arsip penting, mengubah dokument secara online, belajar kelompok dan penggunaan papan digital untuk mengerjakan study kasus.


ilustrasi layanan office 365 UT


                     



Yang Muda, Yang Tua Berprestasi

Ada kata-kata bijak begini :

"Seorang lanjut usia yang berorientasi pada KESEMPATAN adalah orang muda yang tak pernah menua.
Tetapi pemuda yang berorientasi pada KENYAMANAN, telah menua sejak muda"

Dengan ilmu dan belajar sesungguhnya membuat kita berfikir segar untuk terus mencari tak kenal waktu dan usia. UT membuka kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat yang mau maju dan berprestasi.
Fasilitas UT melegakan semua yang selama ini kehilangan rasa percaya diri dan putus asa.

Layanan UT dari jarak jauh mampu mengetuk pintu-pintu rumah, agar seorang ibu tak hanya berkutat seputar dapur, kamar mandi, dan kamar saja.
Seperti yang ditulis seorang ibu sederhana di Harian Kompas. Ia telah terpuruk selama 7 tahun tanpa kegiatan berarti. Baginya UT telah menguak misteri hidup yang tersimpan. Peluang-peluang bermunculan.
Ia tak lagi alergi terhadap bahasa-bahasa ilmiah.

Ilmu dan prestasi adalah milik dan hak semua manusia. Kita tentu ingin punya jejak manis di bumi dan bermanfaat buat orang lain. Inovasi yang diberikan UT menolong masayarakt untuk berprestasi. Sesuai mottonya:

"Making Haigher Education Open To All"


Seorang Ibu lulusan UT bernama Berliana Siregar punya impian ingin membentuk suatu Gerakan,
"Ibu Rumah Tangga Kuliah Lagi" Ide hebat untuk memajukan masyarakat bangsanya,bukan?

Bagaimana dengan yang muda?
Mahasiswa UT kini bangga menikmati fasilitas yang jauh beda dengan yang terdahulu.
Tanda syukurnya adalah dengan cara mengukir prestasi  lebih semangat lagi. 
Bagi yang mereka pernah drop out karna berbagai faktor, bisa mendapat kesempatan lagi.

Generasi muda yang terlanjur merantau ke negeri jauh demi nafkah hidup, UT memberikan kemudahan. Tak perlu pusing dengan bahasa, proses adminitrasi dan kepindahan. Amat mudah dan cepat memanfaatkan sarana teknologi milik UT.



 Dok : Alumni-UT.com

 silaturahmi nasional bidikmisi 2014 di hotel bidakara jakarta
Dok: www.ut.ac.id

Banyak sekali mahasiswa berprestasi jebolan lulusan UT dalam negeri dan luar negeri. Semua terpampang di Facebook  UT masing-mesing negeri.
Tanggal 28 Februari 2014, enam orang  mahasiswa UT perwakilan dari 1.820 penerima beasiswa Bidikmisi
hadir di hotel Bidakara, untuk bertemu dengan Bapak Presiden Bambang Yudhoyono.
IPK keenam mahasisawa tersebut mulai dari 3.53 sampai 4.00 yang diraih oleh Rika Purnama Lubis, Mahasiswa S1 Ilmu Pemerintahan, FISIP UPBJJ-UT- Batam.

Universitas Terbuka kini mempunyai kampus yang bagus-bagus dengan letak strategis terlihat.
Tahun 1984 masih saya ingat, bagaimana lulusan SMA sederajat agak malu bila mengakui kuliah di UT yang dijuluki "UN" atau Universitas Ngablak  yang dalam bahasa Betawi berarti Universitas terbuka.
Belajar di UT punya gambaran akan berteman dengan para guru dan karyawan usia tua yang belajar dengan "Osis" (Otak sisa), setelah lelah bekerja.
Dengan keberanian berinovasi, dipimpin oleh pendidik yang berkwalitas, dan sarana yang makin bagus, universitas ini menjadi pilihan sekaligus tumpuan bangsa.

Referensi :-  http://www.ut.ac.id/
                  - Artikel IK-UT
                  - FB alumni UT




    Selamat Ulang Tahun yang ke 30, Universitas Terbuka...

Segala kelemahan dan kekurangan pasti ada. Tapi kerja besarmu selama ini, ke dua hal tersebut  hanya merupakan proses untuk lebih maju lagi demi bangsa dan negara...


 Poster blog competition dies ut 30

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari Universitas Terbuka dalam rangka memperingati HUT Universitas Terbuka ke-30. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan.

Tuesday, 26 August 2014

Untuk Apa Karya Kita?

                               
                         aktubufillah.blogspot.com

Sahabat pernah jatuh cinta pada tulisan sendiri?
Dari sekian ide cerita yang  memburai diatas kertas, pasti ada satu yang sahabat suka.
Tentang apa? kisah masa lalu? puisi? atau apa?

Itulah nikmatnya menulis!
Dapat kita raba, mana tulisan yang kita bikin setengah hati, atau penuh hati.
Mana tulisan yang membuat kita takjub! seolah karya orang lain yang menarik untuk dibaca berulang-ulang.
Atau heran, tulisan yang kita anggap biasa-biasa saja tapi orang lain banyak yang suka.

Kadang dalam tulisan bisa kita lihat diri sendiri dan tak semua orang sanggup menangkapnya.
Seperti pelukis tenggelam dalam waktu menghasilkan karya unik yang hanya bisa dinikmati orang tertentu saja. Pelukis pun bisa berenang dalam lukisannya sendiri, seperti penulis dengan tulisannya. 

Namun  karya manusia sungguh tak sempurna mesti setitik.
Tapi justru tak puas itu yang membawa kita selalu mencari sesuatu yang baru, yang tak pernah terlintas mata atau fikiran.
Itulah karya....sesuatu yang tak enak jika berulang, monoton, membosankan.
Sepertinya kita menghibur orang lain, padahal kita tengah menghibur diri sendiri. 
Suatu kebanggan dan nilai lebih  bisa membuat orang lain senang. 

Apapun yang Allah anugerahkan, ujung-ujungnya terasa lebih indah saat "memberi"
Memberi otomatis menerima. Memberi tak berarti kurang. Itulah kalkulator Allah.
Jika mengenggap kemampuan kita sebagai anugerah yang dititipkan, maka berfikir dan bekerjalah sesuai dengan yang Allah mau.

Yaitu membawa karya bukan semata-mata bertujuan untuk uang! atau nama besar! Keduanya hanya bonus...rumput disekitar padi.

*Eh kok kepanjangan yaa...:)

                                                                                                      Mutia Ohorella

Monday, 25 August 2014

Anak Tetap Anak

                          
                                 downloadkumpulangambarkeren.com

"Mama, saya nggak usah dianter! saya kan bukan anak kecil lagi!"

Memang anak saya sudah dewasa, setahun lalu sudah punya KTP, pernah sekolah jauh diluar kota, beberapa kali naik gunung bersama teman dan dia sebagai pemimpinnya.


Anak makin dewasa makin banyak yang ia mengerti...
Tapi ia lupa, bahwa mengantar bagi mamanya, bukan berarti takut melepasnya seperti melepas anak kecil.
Entah apakah semua Ibu merasakan apa yang saya rasa?

Mengantar anak ke tempat asramanya yang baru, seperti merasa dilibatkan dalam kegiatannya menuntut ilmu. Ingin punya arti di tiap langkah baru dunianya. Menyaksikan tempat kesehariannya kelak.
Hingga mudah mengira-ngira, sedang apa dia di keseharian? Suasana bagaimana yang melingkupinya?
Apa yang akan saya bawa nanti jika menjenguknya?
Apakah lingkungannya bersih dan membuat penghuninya aman dan sehat?

Keinginan...cuma keinginan saya...
Bagaimana pun harus ihlas menerima dan menghargai keinginannya.
Tak ada yang salah! mungkin kekhawatiran saya terlalu besar.

Teringat pada sebuah film drama yang dibintangi Robert De Niro, judulnya sudah lupa!
Bagaimana ia selusuri daerah demi daerah tempat keluarga anak-anaknya menetap. Setiap anak punya masalah keluarga masing-masing, lalu berusaha menyembunyikan derita dari mata ayahnya.
Mereka lupa, sang Ayah lebih lama menggeluti kemelut hidup. Hatinya terasah, firasatnya tajam.

Ujung cerita sang ayah kembali ke rumahnya yang sunyi dengan kecewa. Merasa tersisihkan, tak pernah dilibatkan dalam masalah anak-anaknya. Rindu akan curhat anak-anak nya seperti dulu selagi seatap.
Dimatanya anak tetap anak. Tetap yang bertubuh kecil dengan gaya bicara mereka yang sama seperti saat curhat di meja makan.

Dikamar ia menangis... tangisan dan gemuruh dadanya persis hujan dan guntur diluar sana.
Dibalik kaca kamar yang basah, ia memeluk bingkai foto almarhum istrinya. Seakan ingin berbagi...

                                                                                                    * Mutia Ohorella
                                                                                             










Sunday, 24 August 2014

Lomba...Lomba...


Ayooo sahabat-sahabat...kita ikutan!  catet yaaaa...!


Emak2 yg sedang mengadakan lomba blog / GA atau punya info lomba, silakan mengisi daftar dibawah dengan mencantumkan informasi: penyelenggara, link & deadline. Mencantumkan informasi hadiah lebih baik lagi, biar semangat :)) >>> Jangan lupa tulis DEADLINE ya mak. Yang tidak ada deadline, makmin delete sewaktu-waktu. Untuk yang sudah melewati DL, harap emak yang memasang iklan menghapusnya sendiri. Thank you.

Lomba Blog tentang Jamu
Tema Lomba: “Lestarilah Jamu Indonesia” 
  • Waktu pelaksanaan: 4 Agustus s/d 5 September 2014
  • Penilaian : 06 – 19 September 2014
  • Pengumuman Pemenang : 20 September 2014
  • Pemberian Hadiah : 22 September 2014 (bersamaan dengan acara Gerakan Minum Jahe di IPB, diharapkan pemenang dapat hadir pada kegiatan) (tentatif)
Hadiah:
  • Juara 1 : Rp 2.000.000
  • Juara 2 : Rp 1.500.000
  • Juara 3 : Rp 1.000.000 
  • 10 Hadiah Hiburan bagi 10 artikel dengan komentar terbanyak. 
Jalan Jalan Modal 100 Ribu Giveaway

Hadiah:[1] Juara pertama (1 orang) akan mendapatkan uang tunai Rp. 500.000,- (Lima ratus ribu rupiah).[2] Juara kedua (1 orang) akan mendapatkan uang tunai Rp. 300.000,- (Tiga ratus ribu rupiah).[3] Juara tiga (5 orang) masing-masing akan mendapatkan uang tunai Rp. 100.000,- (Seratus ribu rupiah). Juara tiga akan dipilih satu orang per minggu periode giveaway (dilihat dari tanggal submit giveaway, bukan tanggal publish postingan).

DL: 20 September 2014 pukul 23.59 WIB

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ 


Allianz Writing Competition

DL: 31 Oktober 2014
Hadiah:
1 Macbook Pro 13"
1 Samsung Galaxy S5
1 Digital Camera Canon G16

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Lomba Menulis Novel Inspiratif Indiva (DL 31 Agustus 2014)

Hadiah: 
Juara I  Rp 10.000.000,00 + Trofi + Sertifikat + Kontrak Penerbita
nJuara II  Rp 7.500.000,00 + Trofi + Sertifikat + Kontrak Penerbitan
Juara III   Rp 5.000.000,00 + Trofi + Sertifikat + Kontrak Penerbitan
*) Hadiah belum termasuk royalti jika diterbitkan

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Lomba Cerpen dan Cerber Femina 2013/2014
 Deadline : Cerpen s/d 15 september 2014
               Cerber s/d 30 November 2014

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Lomba blog #CulinaryWritingCompetition #FKS2014 Festival Kuliner Serpong di Mal Summarecon Serpong (khusus blogger Jabodetabek) DL 12 September 2014

http://www.malserpong.com/culinary-writing-competition/index.php

Hadiah:
Juara 1 TV LG 42 inch
Juara 2 Blackberry Z3
Juara 3 voucher makan di Mal Summarecon Serpong senilai 1 juta
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Lomba Blog #PameranBukuBdg2014 bersama IKAPI Jabar dan Syaamil Quran



  • Periode Lomba  dimulai tgl. 14 -31 Agustus 2014
  1. Pendaftaran lomba : 14 – 24 Agustus 2014
  2. Masa lomba : 25 – 31 Agustus 2014 (bikin artikel sesuai tema/hari)
  • Pengumuman pemenang pada tgl 4 September 2014
  –     Pemenang 1 : 1 unit Syaamil tabz
    – Pemenang 2 : Paket Parcel hadiah dari Syaamil Quran & IKAPI Jabar senilai Rp. 750.000
    – Pemenang 3 : Paket Parcel hadiah dari Syaamil Quran  & IKAPI Jabar senilai Rp. 500.000
    – 3 Pemenang Favorit masing mendapatkan parcel hadiah dari SyaamilQuran  & IKAPI Jabar senilai Rp. 200.000
SukaSuka · 

Saturday, 23 August 2014

Melayani Yang Ikhlas Doong...

        
                             Dok: q2coleha.wordpress.com
   

Sebenernya kepingin sarapan, tapi nulis dulu deh!
Saya lagi mikir tentang ini nih..

Orang yang sudah  sukses menjalani bisnis kuliner kadang terlena juga ya..
mereka lupa dengan strategi awal, yang ingin agar dagangannya selalu penuh dengan pelanggan.
Mulai dari menu, perlengkapan, tempat, suasana, semua cermat di pikirkan.
Pelayan pun diarahkan untuk selalu ramah meski cuaca hati sedang mendung.

Begitu punya nama besar, rejeki lancar jaya, pengawasan mulai kendor. Tempat tak sebersih dulu lagi, dan pelayanan terburu-buru, liat wajah mereka jadi ikut rusuh pula ini hati.
Itu lumayan lah...

Yang membekas sangat sih, waktu saya beli Somay Bandung di Bogor Permai.
Sudah dari awal saya pesan "Jangan pakai kol,ya.."  Eh! malah nampang itu kol dipiring.
Setelah meminta baik-baik, si pelayan kembali mendatangi. Saya kira dia akan bawa piring atau apalah untuk tempat membuang. Ternyata dia ambil piring saya dengan kasar dan dibawa ke dapur! begitu juga waktu mengembalikan. *hihihi  pengen nampol rasanya!

Mereka nggak sadar ya, bahwa pelayanan itu penting! Melayani dengan ikhlas akan jadi iklan mulut yang lebih efektif  pembuka rejeki.

Melayani dengan wajar sudah cukup!
Kalau berlebihanpun akan capek sendiri, lalu jadi keterpaksaan yang mudah ditangkap kuping.
Sering terdengar kalau kita masuk pintu-pintu swalayan. Niatnya untuk ramah, 
"Selamat siang bu, selamat berbelanja!"  
Tapi suaranya lemes, matanya asik ke barang-barang sambil mengerjakan sesuatu.
Baiknya biasa-biasa sajalah!... kita juga nggak minta di spesialkan.
Do service lebih asik ketimbang lips service.

Begitu...! 
*Sarapan dulu akh...:)


                                                                                                         Mutia Ohorella








Friday, 22 August 2014

Indonesia Di Mata Lea Dan Nadya


Foto


"Mamong" (Mama)...
Saya tidak suka Paris! Saya tak mau kembali ke Paris..!"
Begitu kata Lea keponakan saya, sementara mamanya terus sibuk packing.

Sang Adikpun turut merengek

Saya cinta Indonesia,Mamong!  Disini saudara-saudaramu banyak. Kenapa kami tidak banyak saudara di Paris? Kenapa Mamong tidak kawin saja dengan orang Indonesia?

Waduuh! sampe segitunya ya..
Lucu campur sedih  melihat dua anak usia SD ini merengek, berat harus bertemu lagi dengan peraturan sekolah yang ketat seharian, banyak PR,waktu luang sedikit, dan semua serba tergesa-gesa di negri romantis itu..

Menjelang boarding , bercanda dengan sepupu-sepupu harus terhenti,  kesal mereka  melihatpara  pramugari berseragam sudah datang beriringan menuju antrian.

Saat bersalaman dan beri cium,dua gadis kecil itu cuma terdiam, keceriaan  pudar tapi berusaha terlihat wajar.Wah mental bule memang beda,tdk mudah gerimis!
Begitu di gerbang pintu masuk, si kakak yang pendiam mengatakan sesuatu. dan seperti biasa mama nya
yang jadi saritilawah.

"Lea bilang, matanya seperti kelilipan sesuatu"  

Mungkin  mendung enggan jadi hujan .
Hujan deras  malah dimata dan hati kami , menatap gerak langkah Ibu dan 2 anak itu  dari balik kaca.

Teringat bagaimana mereka sibuk menunggu tikus keluar dari got, sementara kueh sisa makanan buka puasa,dan handycam  menunggu di pintu lubang. Atau serius mendengar suara tokek sampai akhir, suara petir Bogor yang susul menyusul gelegarnya, bikin takut tapi takjub. Gembira melihat Pasar Bogor menjual bebas binatang piaraan dipinggir jalan. Gembira membagi amplop untuk dhuafa saat lebaran dan lain-lain.

Keesokan pagi, kami terima sms dari Hongkong tempat transit. Sepanjang perjalanan mereka tak mau makan sampai Pramugari turut membujuk. Rupanya hujan pecah disana terus menerus.
Gambar  yang terkirim keduanya sedang berselimut dengan tangan melambai lemah tanpa senyum.

Lea dan Nadya menyadarkan saya bahwa Indonesia memiliki segala.
Kekayaan alam, keaneka ragaman hayati hewani, ragam kuliner,tak usah diurai lagi. Semua tau dan  mudah terlihat .
Namun kekayaan batin hanya bisa dirasa.
Lihat saja, meski sulit, repot, mahal, tetap saja berduyun-duyun orang kembali ke desa menjelang Lebaran,
tak mungkin seperti itu bila batinnya kering.