Saturday, 9 August 2014

Lea dan Nadya



Waktu berlibur di Indonesia,Nadya pernah kesal karna pembantu kami melarangnya menyapu.
mereka senang, karna di apertemennya hanya ada penghisap debu.
Baru bisa menyapu kalau bermalam dirumah Neneknya di Prancis Selatan (Lion) .

Ini dia halaman kampung neneknya (Mathe). Halaman luas dengan kebun anggur, piaraan burung,kelinci,ayam cebol, dan banyak macam lagi,sayang...belum ada fotonya.

Dihalaman ini pula mereka puas bermain membuat film bercerita. Sementara Ayahnya membantu sang nenek menebang pinus, menggelontorkan dari bukit, lalu membelahnya untuk persiapan tungku perapian di musim dingin (Kayak di pelem-pelem yaa..).

Tak ada kuli yang siap panggil. Jadi meski berdasi, ayah mereka yang konsultan minyak itu harus tetap membantu ibunya yang sudah berusia 80 tahun lebih.

Jika rindu, saya dengarkan celoteh mereka.Lewat  kreasi youtube nya  yang direkam dihalaman rumah sang nenek, lumayan terobati.




6 comments:

  1. Lea dan Nadya ini siapa mak? kok gak diceritain :)

    ReplyDelete
  2. Lea dan Nadya itu keponakan saya.Mak...hehe saya lupa mencantumkan, karna sudah ada di tulisan lain yang judulnya "Memungut Ilmu dimana-mana" :)

    ReplyDelete
  3. Lea dan Nadya anak baik ya Mak,.. hobinya unik dan jarang dimiliki anak-anak Indonesia, menyapu!! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya Allah, amiin... semoga sampai besar jadi anak baik dan terus hobby nyapu, hehe...:)

      Delete
  4. membayangkan sang ayah menebang pinus dan menggelontorkan dari bukit, memang seperti di film2 hehehe
    saya membayangkan sebuah pedesaan yang indah... :)

    ReplyDelete
  5. Benar mak...suasananya memang Indah. Desa ini yang dipakai shooting film dari komik OBELIX & AFELIX

    ReplyDelete