Saturday, 2 August 2014

Lebaran Di Kebun Raya-Bogor




Selama ini suka heran kalau liat rombongan keluarga piknik lebaran.

"Mau ngapain susah-susahin diri macet-macetan, panas-panasan, umplek-umplekan di Bis, maksa berempat naik motor, cuma buat piknik lebaran? kayak nggak ada waktu lain aja!"

Akhirnya di Lebaran +6  jalan juga dengan rombongan kerabat ke Kebun Raya!
Rencana dadakan kadang lebih jitu, dari pada rencana jauh-jauh hari.

Tempat wisata ini sering kami lewati hari-hari. Sudah biasa memandang bis-bis wisata keluar masuk pusat Bogor dengan macam abjad plat kendaraan.
Yang isinya berambut pirang, anak-anak berseragam sekolah, rombongan mahasiswa, atau rombongan kunjungan penelitian dengan spanduk besar di dinding kendaraan dari daerah-daerah jauh.




Tapi berjalan menyusuri pohon tua bermakna sejarah bersama anak-anak dan kerabat, sensasinya beda!
Berbagi beban bawaan yang berat pun jadi terasa ringan.
Masuk gerbang setelah sholat zuhur, lalu selusuri jalan lumayan jauh, karna mengincar tempat, ingin makan di pinggir danau. Wahhh! rerindang pohon menyerap debu dan bising kendaraan diluar. Harum rumput dan segar udara masih terasa meski banyak orang lalula lalang bergerombol.


Dominasi warna hijau betul-betul dinikmati, obat saraf bagi yang sehari-hari liat screen computer.
Bunga Teratai muncul menggantikan Bunga Bangkai yang musimnya belum tiba.
Enggak yang asing, nggak yang domestik, mereka asik foto selfie dimana-mana dengan berlatar belakang danau, teratai dan teras belakang Istana.
Sementara anak-anak kecil asik dengan dunia mainnya. Mereka  cemberut karna dipaksa foto oleh yang dewasa untuk langsung apload di Medsos.

"Ayo..! ayo! liat sini! Salam dua jari ! Salam dua jari!








Hari senin sampai jumat hari pilihan wisatawan asing, bisa naik sepeda ke dalam dengan bayar 5000 rupiah. Mereka tidak makan didalam, meski  cuma roti.
Mata mereka asik membaca label jenis-jenis tumbuhan yang dibawa Rafles dari negeri-negeri jauh. Takjub pada aneka Pohon Bambu tua yang batangnya tertalu tinggi sampai merunduk bersama seperti kipas.

Sayang... pengunjung domestik tak menghargai alamnya. Kebun Raya hanya bersih di luar hari libur.
Waktu kami pulang,  nampak onggokan sampah dimana-mana. Jumlah petugas kebersihan sama sedikitnya dengan tong-tong sampah yang disediakan.
Kalau pengunjung bandel begini, bagusnya dilarang saja membawa masuk makanan
atau...seperti lokasi taman Gunung Gede, wajib serahkan sampah begitu keluar taman.



























 

4 comments:

  1. Aduh mak, itu di fotonya banyak terlihat sampah ya :'( botol-botol minuman gitu.. Masyarakat kita memang banyak yg belum menyadari kebersihan lingkungan ya mak..

    ReplyDelete
  2. Ya Mak...sampe malu deh, sama tamu asing yang memandangnya dengan "Ngeness!"

    ReplyDelete
  3. Berkunjung kedalam Kebon Raya Bogor bagi saya pribadi sudah tak asing lagi, begitu juga suasana disekitar Kebon yang asri itu ... tapi melihat foto-foto yang disajikan dalam postingan mbak mutia ini ... ruarr biasa - gambar tajam dan jelas ... sampai2 sampah jelas terpampang membuat foto semakin menarik ... :)

    ReplyDelete
  4. Hehehe...ini biasa saja kok, cuma dari Iphone Apple lama yang kameranya 6 MP. Terimakasih yaa..:)

    ReplyDelete