Thursday, 7 August 2014

Memungut Ilmu Dimana-mana


Dapat kiriman foto lagi dari 2 keponakan.
Seperti liburan yang sudah-sudah, ortunya cermat memilih kegiatan. Pokoknya nggak mau rugi ngeluarin duit!
Ilmu dan pengalaman baru harus didapat!
Jalan ke musium-musium, pameran seni, desa-desa terpencil, Kastil bersejarah.
Arena bermain juga suka, tapi selalu ada tempat berenang. senang plus menyehatkan juga.

Liburan ke Indonesia dapat jatah 3 tahun sekali, tapi nanti lebih cepat sepertinya.
Hihi... asiiik!! Rengekkan mereka ke Papanya berhasil! 
Pengalaman Ramadhan dan susana kekeluargaan di negeri Mamanya kadung membekas.

Sasaran tempat wisata nanti sudah tergambar. Insya Allah mereka akan liat koleksi Taman Mini, Musium, Perkampungan Cinangneng, dan membatik di musium batik-Jakarta.

Usia mereka memang ladang untuk menanam. Bisa jadi  semua yang ditemui akan menguak minatnya.
Efek positif lain, waktu terisi penuh manfaat dan  mereka jadi malu bila tak memenuhi permintaan ortu untuk sungguh-sungguh belajar. 

Oh ya,kewajiban dan peraturan sekolah di Paris amat ketat. Tapi tersedia bermacam sarana penyaluran bakat. Mereka menguasai tari balet, karate, drama dan lain-lain ditempat yang sama.
Seolah sekolah bilang,

"Gue ikutin mau loe, asal loe taat peraturan dan minat belajar"

Memang biaya sekolah jadi mahal, tapi nggak perlu lagi lompat-lompat dari sekolah,  tempat les, tempat kursus, dari ujung-ujung ke ujung, dari Timur ke Barat. Buang waktu, tambah biaya dan tenaga.


Kita musti periksa lagi ya...apa tujuan kita memberi kesenangan untuk anak?
Kadang  lebih memilih tempat piknik yang ramai diberitakan. Berbondong-bondong kesana dan ikhlas menerima kesulitan.
Memang menyenangkan, tapi sebetulnya menyenangkan orang tua.

Satu yang saya ingat dan berkesan.
Bapak saya pernah mengajak cucu-cucu nya yang masih kecil ke Planetarium-Taman Ismail Marjuki.
Waktu itu biasa saja, tapi... ternyata sampai sekarang tak bosan anak-anak mengulang cerita meski mereka sudah lulus kuliah. Pengalaman yang membuat anak-anak jadi suka baca buku astronomi, nonton Film, dan memikirkan alam. Sayang... keinginan memiliki teropong bintang yang canggih belum terpenuhi.

Bapak saya lebih jeli rupanya! sambil piknik sebenarnya ia menanamkan rasa ke-tauhidan untuk cucu-cucunya. 
Awal mula Mengenal Allah adalah dengan mengenal alamNya. Memikirkan kejadian langit dan bumi.









No comments:

Post a Comment