Thursday, 28 August 2014

Pulau Pombo Sudah Jauh

Tulisan ini disertakan dalam 

Blog Contest "Travelogue Wisata Pantai di Indonesia"





iyaatravel.blog.iyaa.com



Kemasan Liang Teh Cap Panda selalu merenggut perhatian saya.
Bukan saja karna membuat saya ingin cepat-cepat  meluruhkan  dahaga sambil menyehatkan badan,  tapi juga menumbuhkan kerinduan saya akan kampung halaman saya bernama Liang.
Liang adalah bagian dari Tulehu-Maluku. Disana perahu-perahu kayu dan speetboat berayun mananti, siap membawa wisatawan ke pantai-pantai pilihan.

Kampung saya dikelilingi pecahan pulau hijau dan laut biru, seolah memanggil kita untuk jadi jutawan sehari pemilik pulau. Dari celah bukit menyembul lagi pemandangan laut lainnya. Mau pilih yang mana? wajah laut yang seperti kaca warna hijau? biru muda? atau biru tua malam karna terlalu jauh dan dalam.
Biru kelamnya begitu tenang dengan garis putih lurus memanjang, seperti gaun biru tua yang melekat di perempuan cantik berkalung mutiara putih.
Tidak heran, Lady Dianna merahasiakan bulan madunya bersama sang pangeran secara rahasia di salah satu rantai pulau manise ini.



Di Pelabuhan Tulehu (hehehe...belum berkerudung waktu itu)


Pulau Pombo adalah pilihan kami. Kalau berdiri di kampung Liang, pulau tak berpenghuni itu nampak seolah berayun terbawa ombak. Luas tak lebih dari 4 km bila mengelilinginya. Terletak di antara pulau Ambon dan Pulau Haruku.
Atas saran sanak saudara, kami membawa kacang atau biji-bijian sebelum melakukan perjalanan dengan speedboat yang memakan waktu 20 menit, karna yang di tuju adalah habitat hewan endemik seperti Pombo dan Maleo. Nama Pombo sendiri adalah pemberian bangsa Portugis, yang berarti burung merpati.


Mendekati pulau perasaan kami makin membuncah senang. Pulau sunyi dan bisu itu sedikit-sedikit muncul berbentuk sempurna. Semacam hutan kecil ditengah laut!
Suprise!! Kami tak sanggup lagi menahan! tumpah sudah kekaguman kami disana.
Whaaaw !! Pasir putih halus membentang perlahan mendekat, seakan menyampaikan salam selamat datang.
Kami tertawa dan sedikit menjerit kompak, saling mengerti  pada kesamaan fikir dan rasa.
Ya! kami tertawa karna membandingkan dengan keruhnya Pantai Marina Ancol.

Jika anda jalan-jalan kesana, bebaskan hati!  berteriak melawan angin yang mengacak-acak rambut kita pun tak apa! Anda ingin menumpahkan  kekesalan karna patah hati? letih penat dan stress di kantor? atau jenuh pada  kerutinan?  Berteriaklah mengalahkan pecahnya ombak di bibir pantai.

Berkelilinglah! tempat yang dijuluki orang "Syurga tak berpenghuni " ini tak akan membuat anda tersesat.
Lengkapi jalan-jalan anda dengan minuman yang baik. Teh Liang Cap Panda sangat pas buat mengantisipasi cuaca panas. Anda tidak mau suasana santai anda terganggu dengan lesu dan letih,bukan?
Akh...seandainya kenal Teh Liang Cap Panda sedari dulu! Hehehe...baru kenal Teh Liang Cap Panda itu setelah mengalami sakit pencernaan, telat yaa...:)

Pulau selebar daun kelor ini, Eh! selebar 200 meter  ini punya pantai lebar berpasir halus.
Sebelum jalan-jalan menuju tempat yang dalam, kaki letih kita dihibur oleh air tenang cetek diatas tumit.
Berguling-guling  disana, tengkurap, atau duduk selonjoran didalam air sambil memotret burung-burung pombo yang kepakannya manis saat mendarat dan terbang pergi.

Selain Teh Liang Cap Panda ada 2 lagi yang jangan terlupa :

1- bawa kacamata hitam jika kesana tengah hari. Pantai putih yang tercium cahaya matahari membuat mata kita silau.

2- Menjaga kebersihan selama disana. Terkadang wisatawan lokal yang bermalam mengadakan cara outbond lalu meninggalkan sampah kemasan makanan dan  botol-botol plastik. Sambil jalan-jalan keliling pulau beramallah dengan mengumpulkan sampah yang terserak.


Status Kawasan Pombo Sekarang

Pemerintah setempat sudah menjadikan Pulau Pombo sebagai:

- lokasi penelitian dan pengembangan Ilmu Pengetahuan Budi Daya Alam sekaligus cagar alam mini di Kabupaten Maluku.

- Salah satu destinasi andalan pecinta Diving (Menyelam dan bertahan dibawah kedalaman). Pembimbing akan mengajak anda ke taman flora fauna yang setia mengelilingi terumbu karang.

- Salah satu destinasi Snorkeling ( Melihat keindahan laut) berupa terumbu karang di perairan dangkal.


- Cagar Alam dan konservasi binatang-binatang yang dilindungi




                        
                                  wisatawanalam.blogspot.com


Wajah laut yang seperti kaca memudahkan anda menikmati panorama laut.
Peniti jatuh saja akan terlihat!, apalagi  liukan  ikan-ikan cantik di sela karang?
Terbayang hasil bidikan kamera anda, kan?
Menyatunya warna putih sayap burung dengan langit biru, melayang diujung rerimbunan hijau pohon, manis sekali!
Sementara biru laut dan putih pasir pantai  amat kontras.

Ingin menyaksikan sunset dan sunrise? bermalam saja dengan membuka tenda disana.
Bukan cuma romantis jingga senja atau cahaya mega pagi saja yang anda nikmati, tapi bisa pula menikmati malam pekat dengan kerlip taburan bintang. Persis serakan intan diatas beludru hitam!

Bila tak bermalam,anda hanya bisa mereguk indahnya matahari tenggelam.
Lalu, perahu pun lepas dari tambatan di bibir pantai. Sauh menjauhkan anda dari suasana romantis dengan tenang.
Hati akan terkoyak,  ingin kembali bersama kekasih hati.
Pulau semakin kecil menjauh dari pandang pesona, seperti syair orang-orang terdahulu...


...Oh nusa laut sdh jauh..
Anyo-anyo (Hanyut) di pukul ombak
Pulau emas tak kan ku lupa 
Hingga akhir ku tutup mata...

Pulau ini jadi incaran konglomerat  dalam dan luar negeri.
Jadi, datanglah sebelum ini jadi milik mereka yang kan menghadang kedatangan perahu anda.
Atau berdoalah semoga Pemerintah daerah setempat terus gigih mempertahankan. Tak terayu meski kantong keuangan Pemda kempes!

Siapa yang menyangka, pulau Pombo dahulu amat ditakuti anak-anak.
Tetua (Orang-orang tua) bilang, akan datang burung Pombo yang besaaaar, membawa terbang anak-anak yang menolak dibersihkan rambutnya dari kutu.
Di pulau kecil tengah laut itulah, paruh-paruh Pombo akan memakan kutu anak-anak.
Hehehe...kalau bisa, tolong bawa terbangkan saja konglomerat yang nekad berani bayar asal bisa memiliki pulau!  :)

Taukah anda, siapa yang paling berurai air mata mengingat pantai ini?
Mereka adalah warga maluku yang sudah jadi warga Belanda. Datang dari jauh untuk melepas rindu, tapi statusnya hanya sebagai tamu.
Kehangatan persaudaraan, keindahan dan kekayaan alam telah lepas dari tangan mereka.
Hanya dendang rindu haru yang mereka bawa pulang ke negri yang dingin ...

Omba puti-puti, omba datang dari laut
Kipas lenso puti tana Ambon suda jauh
Ole sio-sio sayange
La rasa sayang sayange
Sayang dilale apa tempo tuan bale ya nona
ole sio-sio sayange

(Ombak putih-putih, ombak datang dari laut
lambaikan sapu tangan putih, tanah Ambon sudah jauh
Aduh kasihan..sayang di sayang
Kapan-kapan tuan akan kembali lagi, Nona..)






21 comments:

  1. Pemandangan bawah lautnya indah banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Mbak, dan bisa langsung liat meski tak menyelam :)

      Delete
  2. wow,bagus banget mbk pantainya....semoga bisa menjejak sampai sana :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin ya Rabb...dengan kemampuan motret Mbak, pasti keren oleh2 gambarnya :)

      Delete
  3. cantiknya mba pantainya.. ngga nyangka ada pantai secantik ini. jadi pegen kesana :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayu Mbaak...nggak bakal nyesel deh! :)

      Delete
  4. Replies
    1. Saya doakan Mbak bisa cepet kesana...:) Kontak saya sebelum berangkat ya, biar saudara2 saya disana bisa membantu :)

      Delete
  5. wao wau wao the hiden beauty in Indonesia, dua kata 'luar biasa' selamat malam mbak salam kenal lagi halan halan ke sini nih... pantai nya indah mempesona...

    ReplyDelete
  6. Salam kenal kembali,Mas... senang dapat kunjungannya. Semoga bisa terwujud keinginannya yaa...:)

    ReplyDelete
  7. pengen ke sana mbak,,,,lokasinya cantik

    ReplyDelete
  8. Mudah2n cepat dapet kesempatan ya,Mbak... ditunggu foto2 cantiknya! :)

    ReplyDelete
  9. itu pantainya putiiiiiiihhh banget, sama lautnya we-o-we banget Mbak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener-bener kontras ya...maka saya sarankan pakai kacamata. kecuali jelang senja agak lumayan, nggak terlalu silau.

      Delete
  10. keren banget ya, memang disana dikelilingi laut yang bagian dalamnya indah banget!!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Mbak, mumpung belum banyak pelancong yg bisa membunuh sunyi, kita kesana yuk! :)

      Delete
  11. Our next destination next summer Insya Allah:))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin ya Rabb....duh! makin semangat nih, yang di marih! :)

      Delete
  12. Wow, foto-fotonya cantik tuh mbak...Keren pantai pulau Lombonya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Mbak, kesana sewaktu-waktu yaa..g nyesel deh! Sayang foto2 sy kurang komplit seperti yang Mbak sertakan di lomba. Btw selamat yaa...:)

      Delete
  13. wahh, bagus sekali ya mbak, boleh minta kontaknya mba? atau bisa email ke nickysapujagad@yahoo.com tertarik banget mau kesana. :)

    ReplyDelete