Friday, 29 August 2014

Rumah Yang Manis..

Tulisan Ini diikut sertakan dalam Blog Kontes Mimpi Properti


Masih ingat lirik salah satu lagu Ully Sigar Rusady?


Rumah yang manis...
Rumah yang manis
Damai damailah di dalamnya

Aku inginkan rumah yang manis
Aku ingin kehangatannya...

Rumah manis masih  jadi impian, meski sudah puluhan tahun berkeluarga.
Lalu dimana saya selama ini?
Memang saya dan keluarga dapat pelindungan dari hujan dan panas saat ini, namun belum sepenuhnya ini rumah milik kami, tapi masih titipan.
Sementara bangunan makin lama makin banyak rusak dimakan usia.Membuat kami ingin segera mampu mewujudkan mimpi kami.

Ada beban lain selain memimpikan rumah buat keluarga sendiri, yaitu anak-anak sekolah TK dhuafa binaan yang sudah berjalan 12 tahun belum pernah punya gedung sendiri.
Selalu berharap seperti Yayasan lain yang berani mencari dana ke Perusahaan atau partai besar.
Tapi sekalipun  tak pernah kami melakukannya. Membuat proposalnya saja tak sampai tuntas karna keburu disergap rasa malu.

Bulan Juli 2014, kegiatan belajar dan mengajar TK akhirnya  ditutup, sebab untk menggaji guru dan merawat bangunan kontrakan tak ada dana lagi. Subsisdi silang dan sumbangan donatur terlalu minim.


Arti Rumah

Rumah bukan sekedar tempat berteduh, melepaskan lelah, berkumpul, atau kebanggaan karna  tertulis di KTP, saja. Rumah punya kesan lahir dan batin, enak dilihat, aman, nyaman, dan sarat memory.
Boleh jadi seseorang punya rumah mewah indah, namun sedikit sekali waktu penghuninya dihabiskan disitu. Kesibukan mencari laba telah membuat rumah hanya tembok beku kaku.

Rumah Impian Kami

Ada 3 bangunan yang berdiri diatas lahan impian;

1- Rumah Tinggal
2- Gazebo
3- Tempat Usaha Keluarga

Dulu saya pernah bergurau :

"Nggak apa-apa punya rumah besar, yang penting bagus!. 1 gazebo di halaman rumah pun cukup, asal bisa mengumpulkan orang seratus oraaang saja. Namanya pengantin baru harus dari awal dulu"

Hihihi, boleh, kan? Kita bebas bermimpi! tak ada iurannya.
Bukankah seringkali terjadi, Tuhan mengabulkan omongan kita yang cuma selintas?

Ya, gazebo itu untuk mengumpulkan anak-anak dhuafa yang rutin berkumpul pada hari tertentu.
Saya sering dapat amanah untuk membagikan zakat maal teman-teman.
Pendopo itu kelak untuk tempat belajar juga. Disana anak-anak warga desa mendapat pendidikan keterampilan, mengaji, membantu PR mereka, dan perpustakaan.

Keuntungan ruang itu terbuka, udara bebas mengalir, dan kegiatan mereka dapat diawasi dari dalam rumah saya di sebelahnya tanpa memutuskan kegiatan rutin sebagai  ibu rumah tangga.
Gazebo minimalis, yang manfaat saat mengundang kerabat untuk suatu acara, bisa juga untuk sholat saat kedatangan banyak tamu.




Rumah Pribadi

Sedangkan untuk rumah pribadi, saya menyukai rumah yang simple, mudah dirawat, nyaman, dengan halaman luas asri. Biar anak-cucu bisa bermain bebas.
Gaya Shabby Chic terkesan elegan,cantik tapi modern. Warna-warna soft dominan, seperti biru langit, rose pink, dan krem.

Rumah harus jadi bahan kerinduan, tempat menyebarkan kehangatan. Maka rancangan pun harus mengarah. kesana. Ada satu titik ruang strategis yang memaksa semua anggota rumah berkumpul. Bisa menonton tv bersama, membaca buku, makan, ngobrol, dan lain-lain.

Warna cat rumah harus cerah namun tak menyolok pandangan orang yang lewat, Memberi kesan teduh tenang, bikin betah.
Selain itu fentilasi di siapkan agar mempermudah masuknya udara dan cahaya matahari pagi maupun sore dengan kadar yang cukup.


Tak suka rumah bertingkat, karna :

- Mempersulit temu dengan anggota keluarga
- Waktu dan tenaga akan berlebih saat membersihkan ruang
- Lantai cepat berdebu dimusim kering,
- Tangga kurang baik untuk lutut kami saat tua nanti

Rumah impian saya mempunyai :

- 5 kamar tidur dengan masing-masing kamar mandi+Walking Closet
- 1 kamar tamu dan 1 kamar pembantu.
- Ruang keluarga, ruang tamu,dan dapur

Ruang Tambahan :

- Ruang Sholat dengan tempat wudlu
- Ruang Perpustakaan
- Ruang Kerja dan Hobby
- Ruang Garasi mobil
- Kamar mandi luar





Foto: Relaxing on the porch, on a Sunday afternoon~
I love Sunday's for a few reasons.

http://www.pinterest.com/pin/35536284535037644/

Teras belakang ini  nyaman untuk minum teh pagi atau pun sore, sambil baca buku atau menyaksikan  anak dan cucu bermain. Hamparan tanah berumput  yang ada bisa digunakan juga untuk ruang parkir mobil saat tamu banyak datang.

Foto: A Summer Cottage, on a Sunday afternoon. They are made for dreaming, reading, relaxing, and resting! Ahhh,I can just smell that Summer breeze. I am enjoying Summer, I hope all of you are.

~Debbie~
Tampak Depan Rumah Impian
 foto Oh So ShAbBy By Debbie Reynolds.

Alangkah senang memiliki rumah yang terkesan ramah, tidak kaku. Setiap tamu yang datang akan cepat merasa akrab, tak sungkan memasukinya.
Saya akan tanam pohon buah-buahan di  sekitar rumah. Agar siapapun yang datang tak pulang dengan tangan kosong. Hasil kebun saya harus mereka nikmati.





Ruang makan  menyatu dengan ruang tivi akan menyatukan keluarga. Selain itu  nyaman buat menerima kerabat dekat. Mau ngobrol lalu  makan bersama tak perlu berpindah-pindah ruang lagi.


Kamar mandi berlantai kayu terkesan alami bersih dan lantai tak licin. Namun jika usia tua harus memakai kamar mandi dengan shower dan tempat duduk.


Kamar sederhana harus menghadap ke taman nan hijau. Matahari cukup masuk agar tak perlu menyalahkan lampu disiang hari. Irit listrik, bukan?




mohamedia.net

Dapur menghadap taman adalah impian.
Asap dari dapur akan mudah keluar membuat hawa dapur selalu segar bersih.
Suasana hijau diluar menghibur diri saat letih bekerja.
Lantai kayu  yang cantik alami plus karpet unik  menghindarkan kita dari celaka  saat mengangkat masakan-masakan panas.


Lingkungan Rumah

Kalau dari segi keamanan dan kebersihan , saya pilih tinggal di kompleks yang telah menyediakan fasilitas Ibadah dan kolam renang. Namun tak jauh dari pemukiman penduduk, agar Yayasan Sosial saya tetap berjalan.

Lokasi rumah tak sulit dijangkau kendaraan umum. Tak sampai hati kalau membuat kerabat enggan datang karna tak dilalui kendaraan  umum atau tak ada ojek.
Dan hal yang tak kalah penting, jauh dari resiko bencana alam atau banjir, resiko rayap, mempunyai air yang bersih  lancar, dan listrik tak sering mati.

Apa Lagi Yang Diimpikan?

Bukan cuma rumah! hihihi, sampai tukang kerja rumah pun masuk dalam mimpi saya.
Maklum pengalaman... liat teman-teman meski sudah dapat rumah bagus, mereka masih stress melihat  hasil kerja tukang.
Dan saya sering dikecewakan tukang-tukang. Perawatan rumah yang saya tempati ini sering memakan korban uang dan perasaan tanpa tanggung jawab!
Insya Allah saya akan pilih kontrkator yang baik dan berpengalaman.

**Tak ada tempat kembali yang didambakan selain tempat tinggal yang aman nyaman.
Dimana keluarga tercinta sudah menanti.

Hey...Im Coming Home !....:)


Referensi :

-  http://tren.yukbisnis.com/shabby-chic-style/
-  Kompas.com
-  www.google.co.id




Yuk! ikut serta memeriahkan lomba ini...ke http://www.kontesmimpiproperti.com/

                                  "Event Kontes Blog Mengejar Mimpi"
banner250x300



6 comments:

  1. Wah mimpi yang indah mbak ...... semoga terwujud, terutama untuk yayasan sosial

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin ya Rabb, terimakasih doanya. Semoga yang mendoakan mendapat lebih dari yg didoakan :)

      Delete
  2. Mantap nih rumah idamannya... Memiliki rumah dengan banyaknya ruang terbuka yg tersedia memberikan atmosfir yg berbeda bagi penghuninya.. Semilir angin dan seberkas cahaya bisa masuk kapan saja tanpa terhalangi... Nice post...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih yaa... semoga terwujud, demikian juga dengan apa-apa yang jadi mimpi Mbak..:)

      Delete
  3. Maaf Mbak, rumah yang Mbak impikan itu hanya cocok untuk daerah subtropis. Foto diambil saat musim semi jadi ya indah ... he he he. Kalau musim lain ya muram atau kering.

    ReplyDelete
  4. Hehehe...kalau cuma masalah pohon, bisa diganti,kan? Pepohonan tropis malah banyak yg lebih bagus dan lebih banyak pilihan. Impian saya adalah bangunannya. Terimakasih kunjungan dan koment nya yaa...:)

    ReplyDelete