Wednesday, 6 August 2014

Tinggal Nama Saja



                                                                         www.jakarta.go.id

Jalan Kebon Sayur tinggal nama. Tahun 70-an Kebun- kebun itu berangsur lenyap berganti dengan kebun beton perumahan pinggiran Jakarta.
Maka amat menyenangkan bila menemukannya disisi rel kereta Cipinang.
Entah berizin atau tidak, tapi kehadirannya menyejukkan pandang penumpang kereta juga mampu mencegah gubug- gubug liar  bermunculan.

Beda melihat hamparan sawah hijau monoton dengan kebun sayur yang beda bentuk, ukuran, dan warna ditiap kelompoknya.
Jelas terpampang bagaimana Allah mengeluarkan yang baik- baik dari perut bumi demi perut hamba.

Masa kanak- kanak,  kerap kali saya nikmati kegiatan petani sayur dekat rumah. Pagi siang dan sore ia berjalan perlahan menyiram di antara barisan pohon bayam.
Keluar deras air mancur dari 2 ember kayu yang dipikulnya. Hmmm..  Bau tanah dan daun basah!
Sementara di sudut lain teman sejawatnya menimba air dengan cara menurunkan bambu panjang yang berujung ember kayu, bukan menggunakan tali karet seperti di rumah- rumah umumnya.
Agar ringan, ujung bambu yang lain di beri pemberat batu.
Jadilah pemandangan unik, kayu turun naik di ketinggian persis alat timbangan.

Ibu tani berselendang lilit di kepala, duduk mengikat sayur di gubuk bambu. Yang lainnya bertopi lebar sedang mencuci sayur diselokan berair jernih.

Paling senang bila ibu menyuruh saya membeli sayur. Bukan karna bisa melihat tomat,cabe, labu, dan ketimun yang segar menggantung saja, tapi utamanya bisa duduk di ademnya gubug, melihat langsung bekal makan siang dalam rantang mereka. Hihihi... Lihat mereka makan dari kejauhan kelihatan asik sih!

Sekarang suka gemes lho, kalau liat lahan  luas milik  kantor dan orang kaya yang lama tidur tidak berfungsi!
Kenapa tidak dipinjamkan saja pada petani?



www.jakarta.go.id



melung.desa.id                                                          antoix.wordpress.com

8 comments:

  1. datang berkunjung sambil menyimak, o iya minal aidin walfaidin ya, ditunggu kunbalnya

    ReplyDelete
  2. Saya mengucapkan minal aidin walfaidin mohon maaf lahir dan batin, salam

    ReplyDelete
  3. berkunjung, minal aidin walfaidin mohon maaf lahir batin, jangan lupa kunbalnya ya ^_^

    ReplyDelete
  4. Mbak Mutia, memandang fotomu ... :) memang terlihat beda jauh ... antara indahnya kehijauan yang sejuk ... engan gersangnya belantara hutan beton yang menjulang timggi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga pemda mau menjatahkan lahan hijau bermanfaat lebih banyak lagi, bukan sekedar indah saja.

      Delete
  5. @Syuri,Putri dan Riri..terimakasih ucapannya yaa... Taqabalallahu minna wa minkum, shiyaamana wa shiyaamakum. Insya Allah saya bertandang ke blognya masing-masing yaa...Senang sudah hadir disini. :)

    ReplyDelete
  6. Kalo boleh Tanya, ini didaerah Jakarta mana ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini ada di daerah Jakarta Timur, tapi kalau yang berlatar belakang apartemen masuk Jakarta Utara,Mbak Indah ...

      Delete