Monday, 18 August 2014

Tulus Karna Syukur


                          


Saya bertemu Ibu Komariah saat menunggu mobil di muka jalan Tol-Bogor,  ia sedang membungkuk  memetik  daun tempuyung. Obat herbal yang biasa tumpuh di dinding-dinding got.
Hari itu jam 11 siang lho!  panas terasa menyengat.

Sambil membantu beliau memetik, ngobrol lah kami.
" Daun ini untuk siapa,Bu?"
"Untuk teman saya yang kena penyakit komplikasi, kesian... kencingnya jadi tidak lancar"

Kesendirian sahabatnya yang jauh dari sanak keluarga membuat Bu Komariah ihlas membantu.
Daun kumus kucing, dan tempuyung sudah banyak di kantong plastiknya, tapi ia masih menyusuri aspal tol.
Berjalan lurus perlahan hingga tenggelam di tengah fatamorgana.

Kasih sayang Allah melalui siapa saja yang Ia kehendaki. Sekalipun anak-anak dan kerabat mencintai ibu yang sakit itu, tapi belum tentu bisa berbuat disaat sulit dan sakit.
Semua atas izin Allah jua... bahagialah anak yang dapat izin merawat.

Bu Komariah melakukan itu semua tak ada alasan lain kecuali dalam rangka bersyukur bawa Allah memberinya kuat dan sehat di usia 70 lebih.Tadi pagi ia sudah keliling jualan kue titipan orang di salah satu rumah sakit-Bogor. Seusai memasak dan menyerahkan obat nanti, ia langsung mengaji di kampung lain yang cukup jauh.

Kekayaan dan kemiskinan, kelebihan dan kekurangan cuma ujian saja...
Pandai melihat anugerah
Pandai bersyukur 
Jadilah sedekah nan tulus...

No comments:

Post a Comment