Wednesday, 27 August 2014

Universitas Terbuka Yang Membuka Peluang


                     alumni-ut.com



Menarik sekali membaca dialog Bapak Hadijaya dari Bidang Pengembangan IT IKAUT Pusat dengan Mahasiswa Universitas Terbuka (UT) di Korea, Singapur dan Kuala Lumpur. Para  mahasiswa yang gigih menggunakan waktu untuk bekerja sebagai TKI dan belajar sendiri. Salah satunya bernama Nurman di Korea.

Hadijaya  :  Nurman asalnya dari mana?
Nurman   :  Dari Lampung Utara,Pak
Hadijaya  :  Sudah tahukah ada forum FB Mahasiswa Lampung? silahkan Nurman bergabung disitu!
Nurman   :  Iya Pak, nanti Nurman mau gabung.
Hadijaya  :  Itu forum FB UPBJJ-Lampung, padahal Nurman UPBJJ-Jakarta,bukan?
Nurman   :  Betul pak, Nurman masuknya dari UPBJJ-Jakarta, maksdunya kalau kuliah saya tidak                        selesai di Korea, rencana dilanajutin ke UPBJJ-Lampung.
Hadijaya  :  Bisa sakali... itu pertimbangan yang bagus!

(*Sumber: Artikel IKA-UT dengan judul: "Blusukan Online Mengenal Mahasiswa UT Dalam dan Luar Negri- 6/2/20014 )

Dialog diatas menggambarkan betapa luwes dan canggihnya sistem administrasi, mengajar dan belajar yang ada di Universitas Terbuka (UT). Tak kenal tempat dan bersambung kapan dan dimana saja, betul-betul di tuntut kemandirian dengan modal kemudahan dari Universitas yang dulu dipandang masyarakat dengan sebelah mata.

Dalam sejarah  perjalanannya, UT yang dibuka tahun 1984 ini adalah inisiatif terbesar dalam sejarah Pendidikan Indonesia dalam mewujudkan salah satu Pasal 31 ayat 3 UUD 45.

"Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional"

Apa yang UT perjuangkan adalah untuk menjawab tantangan zaman. Saat Era globalisasi diberbagai bidang baik pendidikan maupun tenologi harus berpacu dengan masyarakat yang terhimpit oleh waktu ruang dan uang.
Seperti dialog di atas yang mencerminkan keleluasaan Mahasiswa dalam belajar mewujudkan cita-cita sambil berjuang memenuhi tuntutan hidup.



UT Berinovasi Untuk Mencerdaskan Bangsa

Dalam perjalanan usianya hingga ke 30 ini  UT sudah mengalami perubahan yang liar biasa membanggakan, dan tetap memegang prinsip:

- Cerdas adalah, membuat yang sulit bagi orang lain menjadi mudah dilakukan jika kita tau kuncinya.
- Menjadi cerdas berarti mampu untuk menyederhanakan berbagai hal yang nampaknya sulit bagi orang lain.

Memudahkan bangsa Indonesia adalah dengan menyediakan sistem Belajar Jarak Jauh (BJJ). Sistem belajar yang berkelanjutan meski pengajar dan mahasiswa terpisah secara fisik.
Kalau dulu medianya hanya dari Media Cetak/Modul, Radio dan Televisi, dengan berkembangnya tehnologi hubungan pengajar dan mahasiswa dapat dilakukan melalui jaringan internet.
Sistem belajar jadi lebih efektif, dan lebih mendorong mahasiswanya untuk lebih inisiatif dengan atau tanpa orang lain. Berinisiatif dalam belajar berarti mahasiswa mampu mensiasati belajar melalui strategi belajar yang efektif.

Di usia 30 UT semakin matang. Memipinya akan terwujud berkat gigihnya dalam bekerjasama dengan instansi lain yang menunjang.
UT membangun sentra-sentra layanannya di daerah-daerah kluster yang tersebar di 38 Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ). Mahasiswa akan lebih mudah lagi menjangkaunya.

Pada Rabu tanggal 13 Agustus 2014, di kantor pusat UT telah ditanda tangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT. Dwiguna Cipta Nusantara (DGCN) yang diwakilli oleh Direkturnya Yoga Pudijanto, dengan Rektor UT yang diwakili oleh Pembantu Rektor IV, M.Yunus.
Acara yang di hadiri pula oleh pembantu rektor dan perwakilan dari PT Telkom itu, diawali dengan sosialisasi tentang SALUT (Sentra Layanan UT)



PKS SALUT PT DGCN UT 13082014
 Dok:  www.ut.ac.id


Mereka bersepakat memperkuat dan sekaligus mendekatkan layanan UT terhadap maahasiswa di daerah.
Di gedung-gedung ex-Telkom, SALUT memiliki ruang dan perangkat komputer dan internet berkecepatan tinggi yang memudahkan mahasiswa untuk:

- Memperkaya ilmu
- Mengakses sumber belajar
- Tutorial online
- Video Conference
- Konseling Online
- Bahkan Ujian Online!


Tindakan UT amat tepat untuk membangun literacy IT dan kultur belajar dengan E-Learning bagi mahasiswa yang tersekat oleh jarak dan waktu.
Tahap uji coba akan berlangsung pada tahun 2014 ini, di Cibinong, Rangkas Bitung, Bekasi, Cirebon dan Garut.
Pada akhir 2017 diharapkan berdiri 75 SALUT , dan tahun tahun 2021 berkembang menjadi 150 SALUT.


UT Selalu Up To Date

Keterbatasan infrastruktur jaringan di Indonesia bukan jadi alasan UT untuk meningkatkan daya jangkau mahasiswa melalui media online.
Tanggal 25 Maret 2014, di acara Microsoft In Education yang bertujuan untuk sharing teknologi dalam hal pendidikan, UT mendapat Office 365 Award untuk kategori Distance Learning.
Di kantor Microsoft lantai 18 Tower II itu, UT  mendapat penghargaan karna mampu memanfaatkan teknologi Cloud Office 365 dalam menjalankan program pendidikan untuk mahasiswanya di seluruh penjuru.

120.000 Mahasiswa telah terlayani dengan fasilitas tersebut secara gratis dan legal.
Diharapkan fasilitas ini dapat atmosfer akademik, kualitas pembelajaran, serta kreativitas mahasiswa maupun dosen dalam proses pembelajaran.



ibu hewindati menerima plakat penghargaan office 365
Dok : www.ut.ac.id


Dengan teknologi ini secara otomatis tiap mahasiswa mendapat email account  dengan kapasitas 50 GB dan storage document dengan 7 GB. Paling pas untuk mahasisawa saling berkomunikasi, mengirim dokumen, menyimpan arsip penting, mengubah dokument secara online, belajar kelompok dan penggunaan papan digital untuk mengerjakan study kasus.


ilustrasi layanan office 365 UT


                     



Yang Muda, Yang Tua Berprestasi

Ada kata-kata bijak begini :

"Seorang lanjut usia yang berorientasi pada KESEMPATAN adalah orang muda yang tak pernah menua.
Tetapi pemuda yang berorientasi pada KENYAMANAN, telah menua sejak muda"

Dengan ilmu dan belajar sesungguhnya membuat kita berfikir segar untuk terus mencari tak kenal waktu dan usia. UT membuka kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat yang mau maju dan berprestasi.
Fasilitas UT melegakan semua yang selama ini kehilangan rasa percaya diri dan putus asa.

Layanan UT dari jarak jauh mampu mengetuk pintu-pintu rumah, agar seorang ibu tak hanya berkutat seputar dapur, kamar mandi, dan kamar saja.
Seperti yang ditulis seorang ibu sederhana di Harian Kompas. Ia telah terpuruk selama 7 tahun tanpa kegiatan berarti. Baginya UT telah menguak misteri hidup yang tersimpan. Peluang-peluang bermunculan.
Ia tak lagi alergi terhadap bahasa-bahasa ilmiah.

Ilmu dan prestasi adalah milik dan hak semua manusia. Kita tentu ingin punya jejak manis di bumi dan bermanfaat buat orang lain. Inovasi yang diberikan UT menolong masayarakt untuk berprestasi. Sesuai mottonya:

"Making Haigher Education Open To All"


Seorang Ibu lulusan UT bernama Berliana Siregar punya impian ingin membentuk suatu Gerakan,
"Ibu Rumah Tangga Kuliah Lagi" Ide hebat untuk memajukan masyarakat bangsanya,bukan?

Bagaimana dengan yang muda?
Mahasiswa UT kini bangga menikmati fasilitas yang jauh beda dengan yang terdahulu.
Tanda syukurnya adalah dengan cara mengukir prestasi  lebih semangat lagi. 
Bagi yang mereka pernah drop out karna berbagai faktor, bisa mendapat kesempatan lagi.

Generasi muda yang terlanjur merantau ke negeri jauh demi nafkah hidup, UT memberikan kemudahan. Tak perlu pusing dengan bahasa, proses adminitrasi dan kepindahan. Amat mudah dan cepat memanfaatkan sarana teknologi milik UT.



 Dok : Alumni-UT.com

 silaturahmi nasional bidikmisi 2014 di hotel bidakara jakarta
Dok: www.ut.ac.id

Banyak sekali mahasiswa berprestasi jebolan lulusan UT dalam negeri dan luar negeri. Semua terpampang di Facebook  UT masing-mesing negeri.
Tanggal 28 Februari 2014, enam orang  mahasiswa UT perwakilan dari 1.820 penerima beasiswa Bidikmisi
hadir di hotel Bidakara, untuk bertemu dengan Bapak Presiden Bambang Yudhoyono.
IPK keenam mahasisawa tersebut mulai dari 3.53 sampai 4.00 yang diraih oleh Rika Purnama Lubis, Mahasiswa S1 Ilmu Pemerintahan, FISIP UPBJJ-UT- Batam.

Universitas Terbuka kini mempunyai kampus yang bagus-bagus dengan letak strategis terlihat.
Tahun 1984 masih saya ingat, bagaimana lulusan SMA sederajat agak malu bila mengakui kuliah di UT yang dijuluki "UN" atau Universitas Ngablak  yang dalam bahasa Betawi berarti Universitas terbuka.
Belajar di UT punya gambaran akan berteman dengan para guru dan karyawan usia tua yang belajar dengan "Osis" (Otak sisa), setelah lelah bekerja.
Dengan keberanian berinovasi, dipimpin oleh pendidik yang berkwalitas, dan sarana yang makin bagus, universitas ini menjadi pilihan sekaligus tumpuan bangsa.

Referensi :-  http://www.ut.ac.id/
                  - Artikel IK-UT
                  - FB alumni UT




    Selamat Ulang Tahun yang ke 30, Universitas Terbuka...

Segala kelemahan dan kekurangan pasti ada. Tapi kerja besarmu selama ini, ke dua hal tersebut  hanya merupakan proses untuk lebih maju lagi demi bangsa dan negara...


 Poster blog competition dies ut 30

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari Universitas Terbuka dalam rangka memperingati HUT Universitas Terbuka ke-30. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan.

No comments:

Post a Comment