Tuesday, 26 August 2014

Untuk Apa Karya Kita?

                               
                         aktubufillah.blogspot.com

Sahabat pernah jatuh cinta pada tulisan sendiri?
Dari sekian ide cerita yang  memburai diatas kertas, pasti ada satu yang sahabat suka.
Tentang apa? kisah masa lalu? puisi? atau apa?

Itulah nikmatnya menulis!
Dapat kita raba, mana tulisan yang kita bikin setengah hati, atau penuh hati.
Mana tulisan yang membuat kita takjub! seolah karya orang lain yang menarik untuk dibaca berulang-ulang.
Atau heran, tulisan yang kita anggap biasa-biasa saja tapi orang lain banyak yang suka.

Kadang dalam tulisan bisa kita lihat diri sendiri dan tak semua orang sanggup menangkapnya.
Seperti pelukis tenggelam dalam waktu menghasilkan karya unik yang hanya bisa dinikmati orang tertentu saja. Pelukis pun bisa berenang dalam lukisannya sendiri, seperti penulis dengan tulisannya. 

Namun  karya manusia sungguh tak sempurna mesti setitik.
Tapi justru tak puas itu yang membawa kita selalu mencari sesuatu yang baru, yang tak pernah terlintas mata atau fikiran.
Itulah karya....sesuatu yang tak enak jika berulang, monoton, membosankan.
Sepertinya kita menghibur orang lain, padahal kita tengah menghibur diri sendiri. 
Suatu kebanggan dan nilai lebih  bisa membuat orang lain senang. 

Apapun yang Allah anugerahkan, ujung-ujungnya terasa lebih indah saat "memberi"
Memberi otomatis menerima. Memberi tak berarti kurang. Itulah kalkulator Allah.
Jika mengenggap kemampuan kita sebagai anugerah yang dititipkan, maka berfikir dan bekerjalah sesuai dengan yang Allah mau.

Yaitu membawa karya bukan semata-mata bertujuan untuk uang! atau nama besar! Keduanya hanya bonus...rumput disekitar padi.

*Eh kok kepanjangan yaa...:)

                                                                                                      Mutia Ohorella

4 comments:

  1. mari terus kita sama sam m enulis ya mbak :)

    ReplyDelete
  2. mak jleb, kadang aku menulis setengah hati juga kalau malas hehe

    ReplyDelete
  3. Hehehe... jangan dipaksa Mbak, nunggu hati lg enak dulu...:)

    ReplyDelete