Tuesday, 30 September 2014

Tentang Penulis


                                                               Sumber Gambar


Kenikmatan menulis, hanya penulisnya saja yang tau.
Melihat karya nya diterima, di munculkan, di gemari, tentu kebahagiaan yang meluap.
Semakin asik menulis bila ketemu dengan ruh tulisan.

Mengenali apa yang media dan khlayak suka akan memperkaya diri, seperti menembus kedalaman laut yang indahnya tak tertangkap orang di pantai sana.

Hari ini ia bisa seperti anak kecil mengahayal, esok bisa jadi politikus, jadi tokoh wanita dewasa dalam cerpen, jadi ibu pintar yang membagi tips dan pengalaman baik, dll...

Apapun bisa jadi ide menulis, dari kejadian lalu atau kejadian sehari-hari dalam rumah.
Seperti cerita Upi Ipin yang saya liat pagi ini sambil sarapan.

*********

Pagi ini si Upin-Ipin ribut, karna koran-koran yang ada cerita komik telah tergunting.
Mereka suka sekali komik yang jadi bahan pembicaraan teman-teman disekolah sebelum bu guru masuk kelas.
Ada 2 tokoh cilik yang dikisahkan amat pandai dan cerdik melawan robot besar.

Beberapa kali Upin dan Ipin menanyakan bolongnya koran pada Kak Ros, tapi ia tak mau jawab malah asik dengan diri sendiri, senyum-senyum  dan langsung masuk kamar.
"Eh, kenape Kak Ros?" Kata Upin, yang dijawab dengan angkatan bahu Ipin.

Jika hari minggu cerita komik tak muncul, tentu sedih! harus menunggu hingga esok.
Dan keesok hari itulah Upi Ipin jadi bahan tertawaan teman-teman saat membaca bersama.
Upin Ipin ditertawakan karna merasa merekalah tokoh yang ada didalam cerita.

Bagaimana tidak? jalannya cerita persis kejadian yang dialami Upin Ipin kemarin.
Karna seekor kecoa, Ipin kalah perang melawan Upin. Demikian juga robot dalam cerita lari tunggang langgang karna kecoa.

Kemarahan Upin Ipin  dan kegaduhan anak-anak itu mengundang Kak Ros datang.
Rupanya sedih juga adiknya ditertawakan.

"Cobe la tengok, siape name di sudut tuu..?" Kata Ros sambil bersiap-siap pergi

Mereka mengeja:  " R-Kampung Durian Runtuh"

"Wooow...name kampung kitee,ni!" anak-anak berkata serentak

"Tapi, ape R ni?" selidik Upin

Adegan selesai dengan gambar akhir Upin Ipin memandang Ka Ros yang sudah pergi jauh dengan senyum bangga..




LOMBA LAGI

http://rumahlomba.blogspot.com/

http://cheria-travel.com/blogcontest/

Gambar: Di sini



Ada yang cari-cari informasi lomba?
Saya sediakan disini, tinggal sahabat  meluncur  ke link-link nya saja. O ya,  ada beberapa yang sudah kadaluarsa belum sempat saya hapus, Jadi tinggal teliti dalam mencatat saja.
Selamat  berlomba, dan...semoga sukses!



Lomba Menulis Femina

Lomba menulis tentang Haji

Lomba blog McDonald tentang Kanker

Lomba foto model cilik

http://infolombanulis.blogspot.com/2014/10/lomba-menulis-cerita-berhadiah.html

Lomba Menulis Travel-Kompasiana

Lomba foto wisata


Lomba menulis Travel Maccau


Lomba menulis tentang PLN


Emak2 yg sedang mengadakan lomba blog / GA atau punya info lomba, silakan mengisi daftar dibawah dengan mencantumkan informasi: penyelenggara, link & deadline. Mencantumkan informasi hadiah lebih baik lagi, biar semangat :)) >>> Jangan lupa tulis DEADLINE ya mak. Yang tidak ada deadline, makmin delete sewaktu-waktu. Untuk yang sudah melewati DL, harap emak yang memasang iklan menghapusnya sendiri. Thank you.

Lomba Blog Kidzania
DL 18 Oktober 2014
hadian utam 5 juta + voucher


Allianz Writing Competition

DL: 31 Oktober 2014
Hadiah:
1 Macbook Pro 13"
1 Samsung Galaxy S5
1 Digital Camera Canon G16

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Lomba Cerpen dan Cerber Femina 2013/2014
 Deadline : Cerpen s/d 15 september 2014
               Cerber s/d 30 November 2014

***********

Giveaway English Writing: Be Creative, Be Imaginative
DL: 20 Oktober 2014, 11.59 p.m.

Hadiah: t-shirt, sepatu, buku.

------------------------------------------------------------------

Lomba Review Buku Letters to Aubrey

DL: 27 Oktober 2014
3 pemenang masing-masing mendapatkan:
  • Paket produk dari Blackmouz Milestone senilai 300.000
  • Dress lurik dari Fitinline senilai 150.000
  • Voucher belanja Mothercare senilai 200.000
  • Paket buku dari Stiletto Book senilai 150.000

_________________________________________

Lomba Menulis Cerita Flash Fiction (tentang hujan) & Flash True Story (tentang passion)
Penyelenggara: Penerbit Harfeey 

DL: 10 Oktober 2014
Hadiah:
- naskah dibukukan secara indie & dijual secara online via penerbit
- voucher penerbitan buku Rp 50.000

_________________________________________

National Geographic International Photography Contest 2014 for Kids
link:

DL: 15 Oktober 2014
Hadiah:ke Amerika!

_________________________________________

Lomba Blog Tempat Tidur
Penyelenggara: Springbed

DL: 22 Oktober 2014
Hadiah:
Juara 1 : Travel bed besar (ukuran 115 x 180 cm) + 2 bantal + MAP voucher 500rb
Juara 2 : Travel bed besar (ukuran 115 x 180 cm) + 2 bantal + MAP voucher 200rb
Juara 3 : Travel bed besar (ukuran 115 x 180 cm)
Juara 4 : Travel bed kecil (ukuran 80 x 180 cm)

Perempuan Juga Menentukan Perekonomian Bangsa

Tulisan Ini Untuk Kompetisi Menulis Sun Life
Tema:  Mengajak Perempuan Melek Financial.



Sumber Gambar: Di sini


Sebelum menginjakkkan kaki dalam bahtera rumah tangga, saya sok-sok an menyiapkan 2 buku penting untuk bekal di perjalanan.
Buku pertama adalah buku resep makanan sehari-hari, dan yang ke dua adalah buku mengatur ekonomi rumah tangga. Keren kan? Nampak brilliant dan siaga sekali!

Namun tak pakai hitungan bulan, nyatalah di depan mata, bahwa si buku kedua tak semudah mempraktekkan buku pertama. Mencoba resep masakan lebih mudah daripada mencoba disiplin dalam mengatur keuangan!

Masalahnya bukan pada kemampuan mengatur keuangan saja, namun kemampuan dalam mengatur diri sendiri. Kehidupan semasa gadis yang tinggal menerima dari orang tua, membuat terlena.
Tak mampu membedakan antara "Keinginan dan Kebutuhan"

Saya dituntut melek finansial, artinya harus tau dan faham akan konsep-konsep keuangan dan keterampilan.
Hal itu akan mempermudah  membuat keputusan efektif demi kesejahteraan keuangan keluarga.
Dan membuat keputusan efektif tak didapat dari teori tapi dari pengalaman sehari-hari .
Salah satunya yang saya dapat dari tetangga.

Belajar Dari Tetangga

Tetangga saya mungkin bisa dijuluki "Mak Irit Tanpa Pelit". Dalam keterbatasan ekonomi ia ingin menghibur anak-anaknya disetiap hari ulang tahun mereka.
Kalau menuruti angka gaji, tak mungkin ada jatah makanan spesial dirumah, apalagi mengundang teman anak-anak, atau makan bersama keluarga di luar.

Dengan tenang ia hadapi salah satu anak usia TK nya yang minta agar ulang tahunnya  dirayakan di sekolah seperti teman-teman.
Ia bercerita bahwa ia bisa membuat hidangan spesial "Poding Cinta" yang tak dijual dimana pun, dan hanya ada 1 tahun sekali.

Dibuatnyalah poding coklat sederhana berbentuk hati di tiap hari ulang tahun anggota keluarga.
Sejak saat itu, mereka selalu mengharap hadirnya poding cinta nan murah meriah. Ada perasaan sedih bila sang ibu lupa atau telat membuat.

Ternyata dari tindakan kecil yang efektif, sang ibu bisa meraih keinginan lain yang sudah direncanakan.
Kesenangan tak selalu harus dengan biaya besar,bukan?


Mengapa Harus Perempuan?

 Karna Perempuan punya peran penting dalam mengatur keuangan.
Seperti yang dikatakan Ibu Prita Hapsari Ghozie seorang Perencana Keuangan dari sebuah Finance;

" Hasil survey, 84% keuangan keluarga dipegang oleh Perempuan, tapi hanya 50% perempuan yang mampu mengelola keuangan dengan baik. Selain itu ada ungkapan, yang menentukan ekonomi Indonesia bukan semata-mata pemerintah, tetapi perempuan dan kaum ibu"

Banyak godaan buat perempuan karna banyak yang dilihat, senang melihat-lihat, dan senang dilihat.
Dengan melek finsial maka perempuan dapat membedakan dengan tegas, mana kebutuhan dan mana keinginan.


Bicara Keinginan

Ada yang bilang begini :

Hidup itu murah, label merk yang bikin jadi mahal
Hidup itu sederhana, gengsi yang bikin jadi rumit

Label merk dan gengsi lahir dari keinginan. Perempuan yang ingin menjadi Ibu sukses hendaknya belajar dari pengalaman sendiri dan orang lain dalam mengatur keinginan.
Memenej uang akan berhasil jika mampu memenej keinginan. Lebih bagus lagi bila sang suami dapat mengarahkan.

Telah banyak buku panduan atau seminar tentang Parenting, finansial yang bisa diikuti.
Baik untuk perempuan aktif  ( Bekerja ) ataupun Ibu rumahan. Terbukti bahwa salah memenej bisa dialami oleh semua wanita.

Waktu dapat gaji pertama masih bisa beli perlengkapan rumah tangga sedikit-sedikit.
Terbayanglah, jika naik gaji akan lebih mampu melengkapi kebutuhan non primer. Nyatanya tidak! Gaji bertambah, selera pun berubah. Dari rekan kerja dapat ilmu tentang berbagai label/merk.
Mula-mula dompet bermerk, lama-lama baju, ikat pinggang, tas dan seterusnya.

Mengatur Keinginan

Jangan terjebak dengan kata-kata mengatur keinginan, seolah wanita harus menelan keinginan bulat-bulat, membatin karna keinginannya tak teraih, demi sesuatu yang lebih penting dalam rencana keluarga.No!

Dengan melek finansial seorang  ibu dapat cara cerdas agar bisa meraih semua, keinginan diri sendri maupun keinginan keluarga dengan taktik jitu!


Sumber Gambar: Di sini


Langkah pertama  adalah : Mau dan rajin dalam mencatat keluar dan masuknya uang. Selanjutnya...

-  Mencatat uang yang masuk
-  Mempos-poskan uang untuk keperluan rutin maupun eksidentil

Ada wanita yang teliti membagi-bagi pengeluaran rutin dalam amplop warna warni.
Yang Biri untuk rekening-rekening bulanan, yang merah untuk keperluan sekolah anak-anak, yang hijau untuk belanja bulanan dan seterusnya.

-  Membuat perencanaan  yang penting untuk kedepan.

Dan perempuan /Ibu yang lebih cerdas ialah yang bisa membaca peluang untuk menambah pemasukan.


Perempuan Dan Perencanaan Kedepan

Seorang perempuan biasanya lebih peka dalam membaca masa depan. Yang paling membuat risau perempuan adalah pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut :

- Sanggupkah membiayai anak-anak sampai mereka lulus kuliah?

- Dari mana uangnya bila keluarga ada yang sakit perlu rawat inap, sementara uang pas-pasan?

- Apakah bisa berlibur jauh, menikmati kebersamaan dengan keluarga sebelum anak-anak sibuk dengan urusannya masing-masing?

-  Apa yang harus dilakukan jika suami pensiun? Malu rasanya minta sama anak meski mereka mampu

- Bagaimana membayar cicilan rumah/hutang-hutang bila suami  pensiun dari kantor atau pensiun dari kehidupan?






Pertanyaan-pertanyaan tersebut terjawab dengan adanya Sun Life Financial yang menawarkan perencanaan dan perlindungan. Produk asuransi pendidikannya dapat mengatasi kepanikan ditiap tahun ajaran baru, dan asuransi kesehatan mengatasi kepanikan yang setiap saat bisa saja terjadi diluar dugaan.

Kelebihan dari PT Sun life Financial adalah fleksibel, Program perencanaan dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan. Nasabahlah penentunya.

3 Pulau terlampaui!

Kepastian dan ketenangan yang jadi dambaan sangat dimengerti oleh perusahaan ini, maka mereka mengeluarkan produk Sun Life Financial Syariah. Produk yang dikeluarkan sejak tahun 2010 ini tak hanya membantu kita dalam perencanaan tapi juga menambah pemahaman kita akan konsep syariah, langsung mempraktekan, dan menikmati hikmah dibalik aturan tersebut.

Terus terang, beberapa kali sahabat datang menawarkan pekerjaan di bidang asuransi, namun karna masih bersifat umum, saya kurang percaya diri dalam menerangkan pada nasabah akan keunggulan asuransi tersebut. Namun apabila saya mempromosikan  Sun Life Financial Syariah, tentu akan lebih yakin dalam menerangkan.
Siapa yang tak senang, bekerja, dapat gaji, syiar, sambil meraup pahala?

Faham Financial = Faham Asuransi




Sumber Data: Di sini


Kita tak pernah tau apa yang akan terjadi di masa datang. Seorang perempuan bisa mendadak menjadi janda karna suami kecelakaan atau sakit.
Melihat gambar diatas, bisa menimbulkan penyesalan bila menganggap remeh asuransi, atau merasa belum perlu. Dengan asuransi syariah Insya Allah merupakan satu ikhtiar yang wajib dilaksanakan setiap hamba.

OJK (Otoritas Jasa Keuangan) adalah satu lembaga yang peduli dengan "Melek Keuangan".
Menurut data mereka, masyarakat yang melek keuangan dari kalangan  pekerja formal sebesar
 45,62 %, pekerja non formal 40,7 %, sedangkan ibu rumah tangga hanya 8,64 %

Demikian data OJK pada tahun 2013, hasil survey dari 20 provinsi dengan 80 Ribu responden.

Yang Harus Dihindari Kaum Perempuan

- Merasa nyaman dengan kehidupannya
- Bergantung pada pekerjaan
- Merasa memiliki banyak tabungan
- Merasa sudah terlambat mengelola keuangan

Sumber Gambar: Di sini


Ingatlah! Dalam survey 84 % uang keluarga dipegang oleh kaum perempuan. Tapi hanya 50 % perempuan yang mampu mengelola keuangan dengan baik. Itu menurut Prita Hapsari Gozie , Perencana Keuangan dari Zap Finance.

Selain itu ada ungkapan :

Yang menentukan ekonomi Indonesia bukan semata-mata pemerintah, tapi perempuan dan kaum Ibu

Perlu Bantuan?

Bagi anda ingin melek financial dan ingin mampu bertindak efektif, tinggal klik saja,

http://www.sunlife.co.id/indonesia?vgnLocale=in_ID ,
atau cukup anda like Facebooknya https://www.facebook.com/SunLifeIndonesia





   


SUN LIFE, PERLINDUNGAN KELUARGA, MELEK FINANSIAL, KESEJAHTERAAN.



Sumber :

http://www.sunlife.co.id/indonesia

http://www.timur-angin.com/2011/06/asuransi-lumbung-dan-masyarakat-penuh.html

http://forum.kompas.com/ekonomi-umum/72625-tidak-perlu-susah-merencanakan-keuangan-keluarga.html

http://www.timur-angin.com/2011/03/perlukah-financial-planning.html

- Finance.detik



















Monday, 29 September 2014

Kerinduan Lea




Begitu masuk rumah, Lea tak sabar lagi bercerita,

"Mamong...tadi di taman ada anak kecil pakai T-Shirt, tulisannya INDONESIA, mamanya berkerudung lalu bilang pada anaknya "Makan dulu!" dan anak itu makan nasi"

Rupanya pemandangan itu bikin Lea tambah rindu pada Indonesia. Tempat yang penuh kehangatan buatnya.
Entah mengapa, ia segera melilitkan slendang di kepalanya. Mungkin Indonesia di ingatannya identik dengan kerudung?

Dari Lea saya jadi makin bersyukur dengan budaya yang kita punya.
Dari Lea juga saya makin mencintai negeri ini meski masih banyak kelemahannya.
Membandingkan materi dan kedisiplinan tentu tak sebanding dengan Paris tempat Lea
Tapi diluar itu, yang tak kelihatan tapi mampu dirasa, itulah nilai lebihnya yang tak mampu dilupa.

Semoga saja rayuan Lea pada papa nya akan membawa mereka cepat kembali ke sini .
Tempat dia banyak belajar sesuatu yang baru.


** Miss u Lea+Nadya...


Saturday, 27 September 2014

Orang Maluku Bilang : "OSE CARI OSE DAPA"


Tulisan Ini disertakan dalam Lomba "SADAR HATI"



Sumber gambar: Di sini


2 orang pemuda asal Maluku  ini kelihatan  seram, berkulit gelap, galak, bersuara keras. Semua terbentuk  karna lahir dan besar di daerah pantai. Angin kencang sehari-hari membuat mereka terbiasa dengan suara keras.

Demi  menuntut ilmu rela-relanya mereka berlayar ke tanah Jawa yang waktu itu hanya bisa dicapai oleh orang-orang berduit. Mereka saling bahu membahu dengan orang tua mencarai dana dari hasil cengkeh yang waktu itu masih jadi primadona hasil bumi Maluku.
Kedua orang tua membekali mereka dengan 1 blek (kaleng) makanan super awet, bisa dimakan kapan dan dimana saja. Bukan Mie instant, tapi Sagu Lempeng. Disebut begitu karna sagu dibentuk lempengan.
Dengan penuh harap, orang tua menunggu mereka kembali dalam keadaan selamat dan berhasil.
Sambil berpesan : "Jikalau sudah sampai ke tanah Jawa, jangan lupa Nona Kabaya"
Hihi...artinya, awas, jangan kecantol sama wanita Jawa! gadis desa asal jangan dilupa!

Sesampai di tanah Jawa mereka harus mengalami masa transisi. Penduduk setempat perlu waktu untuk berkomunikasi, padahal sebetulnya mereka sangat lembut dan baik hati, humoris, rela berkorban untuk siapa saja yang berbuat baik pada mereka. Dalam keterbatasan selalu ingin balas jasa. Istilah Maluku bilang : "Parsis Macang Pohon Sagu". Artinya seperti pohon sagu , diluar buruk, kotor hitam,menakutkan, tapi...dalam bersih sebersih kapas.
Jiwa seni sudah cukup menghaluskan hati mereka, meski kadang dalam situasi tertentu mereka bisa garang!

Masa Susah

Seperti siswa jaman kini, kekurangan uang dirasakan juga saat kiriman datang terlambat dari kampung. 1 blek sagu itu lama-lama menipis, dada kembang kempis.
Tapi itulah sifat orang Maluku di perantauan. Mareka kompak. Apalagi dalam keadaan susah.
Falsafah mereka kekerabatan harus terjaga, saling sayang.
Kenyang dan lapar harus sama-sama dirasa.

Seperti 2 pemuda ini, saat kesusahan tak ada kiriman, mereka bisa salin berbagi. Istilahnya "Sagu Selempeng Pata Dua" Maksudnya 1 buah sagu dipatah jadi dua (saling berbagi).
Ada lagi istilah lain "Ale Rasa Beta Rasa" (Kamu merasa, sayapun merasa), atau "Potong Di Kuku Rasa Di Daging" Susah senang sama dirasa.


Perubahan Datang

Dengan berjalannya waktu dan luasnya pergaulan, membawa salah satu pemuda itu larut dalam nikmat sementara yang menipu.
Uang yang dikirim buat bergaya agar banyak menggaet hati wanita. Senyum Nyong Ambon yang manis mampu menundukkan hati wanita-wanit pemalu itu. Belum lagi suaranya yang merdu.
Prinsipnya beda lagi sekarang, "Biar kalah nasi asal jang kalah nasi". Artinya penampilan  nomor satu, meski harus lapar.

Akhir cerita, setelah ia ditinggal wanita, tak ada lagi uang, tak ada lagi gaya, senyum pun pudar.
Datanglah pada saudara seperjuangan.
Tapi apa yang ia dapat? Satu ucapan yang populer di Maluku harus ia terima...  "Ose Cari Ose Dapa". Artinya "Apa yang kami cari, itu yang kamu dapat"
Kalau orang Inggris bilang :  "You pay what you get for!

Hehehe... Saya jadi membayangkan, kalau film Hollywood sedang ada adegan seru berkelahi,  saat si perusuh  kepepet kalah dalam pitingan , lalu si Jagoan bilang : "Ose Cari Ose Dapa!"

Penutup

Pada akhirnya saya bersyukur, dalam menjalani kehidupan bangsa kita masih  memegang falsafah budaya masing-masing yang sarat nasehat moral. Kita lah pemilik dan pewarisnya.
Semoga bisa jadi bekal kebaikan dan pengingat saat kita harus menghadapi budaya lain dimana kita berpijak.






banner










Gaya Emak KEB di SunCo





Sudah beberapa kali Minyak SunCo berhasil membuat emak-emak KEB kopdar.
Dan kali ini dia sukses lagi  bikin Emak-emak Bloger kopdar untuk menyaksikan bagaimana SunCo menyandingkan  produk dengan politik.
Untuk pertama kalinya saya lihat banyak emak KEB  di Gedung Panin Bank, sebelah nya Ratu Plaza-Jakarta Pusat.

Undangan di restaurant Locanda yang antik ini  Venna Melinda dan Wanda Hamidah demo masak  dengan arahan Chef Lucky.
Usai demo , emak-emak KEB langsung berebut foto bersama 2 bintang cantik itu, bikin MC nya kewalahan.
Dilanjut talk show sebentar.



Pertanyaan dari floor ada yang seru ! itu lho, soal hasil rapat DPR yang sampai subuh...
Menurut penanya, masalah politik pasti berdampak pada masalah ekonomi rumah tangga, dan ujung-ujungnya ibu-ibu juga yang dipusingkan. Kalau demikian, apa yang bisa di lakukan kaum ibu-ibu?

Jawaban 2 Ibu DPR cantik itu intinya sama, yaitu "Perempuan harus melek politik" agar bisa mengawasi jalannya pemerintahan. Perubahan baik akan bisa terlaksana jika dimulai dari rumah tangga sendiri dulu, baru melebar ke masyarakat luas.

Yang beda adalah saat menjawab tentang "Pemilihan langsung dan tak langsung"
Venna Melinda bilang, pemilihan langsung ada sisi buruknya karna bisa menimbulkan KKN dalam pemerintahan di daerah. Biaya besar dan sulit diawasi.

Sementara menurut Wanda Hamidah,
Hak ibu-ibu sudah diambil ! Ini suatu kemunduran dalam berdemokrasi. Bila DPR yang memilih pemimpin, maka tak akan ada lagi pemimpin-pemimpin bagus seperti Jokowi atau Ibu Risma.
Nadanya kok agak "Menakut-nakuti" gitu...?

Hehehe...saya cuma protes dalam hati,
Kalau dilihat kedua sistim itu sama saja, punya kelebihan dan kekurangan.
Soal cara memilih adalah sistem, sedang tokoh adalah personal. 2 hal yang berbeda.
Biarlah masing-masing wanita mempelajari dan memahaminya. Nggak perlu diarah-arahkan!
Tadi menyuruh "melek politik" dan bebas dari rasa takut,kan?
Insya Allah pemimpin kharismatik, berani dan ikhlas akan selalu ada. *Just my opinion

Oh ya, bagaimana  emak KEB bergaya dan berlomba di tempat yang interiornya terkesan alami itu? Ni diaa....:)















Dongeng Bapak


Bapak mendongeng lagi,
Ia ingin saya menulis kumpulan  cerita-cerita rakyat Maluku yang ia rekam dari lisan kakek saya dulu.
Cerita rakyat yang sedih-sedih ..misalnya seperti cerita Si Lolo.

SI   LOLO

Adalah kisah seorang Abang yang amat kasih pada adik perempuan satu-satunya.
Mereka mempunyai ibu tiri yang kejam. Karna tertekan pergilah mereka berdua keluar dari kampung halaman.


Dalam perjalanan sang adik menangis kelaparan. Bisa saja si Lolo memasakkan umbi-umbian yang ditemui di jalan namun tak ada api untuk memanggangnya.
Dalam kebingungan, nampaklah asap membumbung dari dalam satu kebun.
Lolo pun berusaha masuk untuk meminta api.

Tapi sial! Pemilik kebun mengira si Lolo adalah pencuri buah yang selama ini cari-cari.
Lolo di tangkap, diikat pada sebatang pohon lalu di hanyutkan.
Tentu saja ia menangis tak putus karna pahitnya fitnah dan teringat akan adik yang ia tinggal sendiri.
Beruntung seseorang menyelamatkannya.

Di tempat lain, sang adik ternyata diculik orang.
Kesenangan dan keahliannya meronce bunga di gunakan penculik untuk menanggok keuntungan.
HIngga satu hari, hasil ronceannya terlihat oleh Lolo di Pasar.
Ia hafal betul itu roncean adik tersayangnya.

Berawal dari situlah ia kembali bertemu sang adik yang terpisah bertahun-tahun


Friday, 26 September 2014

Oleh-oleh Dari Acara Mimpi Properti


Launching Mimpi Properti ini dimeriahkan oleh lomba sepeda, foto dan bloging. Hadiah nya keren-keren!
Peserta lomba sepeda yang kebanyakan sudah sepuh itu  sumringah, langsung ambil hadiah sepeda impian di atas pentas.

Bazaar kuliner memang tak banyak tapi sangat membantu peserta Talkshow yang laperr!
Ada 2 talkshow, mengenai photography dan bloger. Keduanya disenangi oleh penulis-penulis yang ingin lengkap /sempurna sajian karyanya.

Bang Edward Tigor, senior photography di majalah SWA, memberikan ilmu nya dalam waktu yang padat.

Intinya:

- Memotret itu dengan Mata, Fikiran dan Hati
Seperti menulis juga, kalau menulis dari hati, sampainya ke hati pembaca juga

- 1 foto yang sukses dibuntuti oelh 100 foto yang gagal, jadi jangan patah semangat!

- Soal ukuran, pencahayaan, kecepatan tak bisa diurai dengan cepat. Perlu waktu panjang.
Tapi yang penting adalah mencoba...dan terus mencoba!

Jangan memotret apa adanya, buatlah foto biasa menjadi luar biasa!

Seorang fotographer paling tidak punya 20 frame perhari. Mau mencoba memotret dalam keadaan panas, hujan, gelap, terang, jauh, detail, benda diam, benda bergerak, dll
Persiapkan  fitur dan explornya sebelum memulai foto.

Pencahayaan bisa dari 2 sisi. Dari kiri maupun kanan.  Flash tak selamanya untuk indoor. Diluar (Outdoor pun) kadang hasil foto bisa jadi "Under" (gelap).

Kebanyakan orang memperhatikan fokus pada ruang segi empat. Padahal akan jadi manis bila ia bisa ambil di salah satu sudut-sudutnya saja. Entah kanan bawah, kira atas atau lainnya. Agar yang melihat tidak  bosan. Dicoba saja!

Andai menemui pemandangan laut atau gunung, baiknya ukuran linear langit 1/3, kaki langit 2/3.
Dan fokuslah dalam mengambil gambar. Bertanya pada diri sendiri yang mau ditonjolkan, apanya?
Jangan sampai bermasud ambil gambar interior dengan model perempuan, malah foto cenderung ke modelnya. Akhirnya tak kena sasaran. Ambil gambar perempuan kecil/exidentil saja.

Memotret bisa berbentuk bayangan, kreasi, atau bendanya ada.
Memotret tak harus full/parsial.
Lalu... jadikanlah foto anda mampu berbicara!

Hhhhmmm kalau dapet ilmu begini kayaknya motret itu luaaaas banget! Sampai takut untuk mencoba.
Tapi kalau saya ingat lagi kisah gadis miskin di Bali ( Ni Wayan Mertiayani)  yang mendapatkan penghargaan dari kerajaan Belanda. Memotret kok mudah sekali.
Ia hanya memotret ayam yang bertengger diatas jemurannya, cuma itu!
Akhirnya gadis tersebut bisa merasakan  enaknya naik pesawat, sambutan, pelayanan dan penghargaan. Padahal kameranya cuma kamera poket, pinjam pula dari teman.
Beritanya di sini

Mungkin itu yang dibilang memotret dari hati yaa...
Walau belum sejeli Ni Wayan dalam melihat objek, paling tidak saya mencoba ambil gambar bangunan baru Taman Ismail Marjuki untuk memeriahkan lomba.

Belum klik di hati!
karna harus sesuai dg tema nya "Properti", ambil gambar bangunan yang kaku ini.
Hihi tapi mencoba itu penting, kan?



Ini yang namanya Bang Edward Tigor




Cuplikan Acara  *tanpa foto acara Band.











Karya Emak-Emak KEB di Properti Mimpi







Ini cuma pengelaman mengikuti lomba Mimpi Properti kemarin (September 2014).
Temanya : "Rumah Impian".
Jadi panitia membuka pengumuman lomba dengan tulisan begini :

Apakah kamu mempunyai mimpi? Pastinya kamu mempunyai sejuta mimpi yang ingin diwujudkan besok, nanti atau lusa. Nah, luapkan mimpimu di blog kontes ini dan menangkan hadiah puluhan juta...dan seterusnya...

Bagi seorang penulis (bloger) tentu yang terbayang adalah menulis dengan biasa tentang mimpi dan keinginan punya rumah sesuai selera, rumah dambaan,  pokoknya tumpah mimpi diatas kertas.

Setelah karya-karya  tampil di event Launching Pagelaran Mimpi - Taman Ismail Marjuki, baru nampak, sang juara yang diambil dari 20 nominator adalah yang tulisannya disertai denah meski sebagian kecil ada yang tanpa denah.
Tapi yang juara saya perhatikan bahasanya seperti yang mengerti bangunan. Pemaparan gaya arsitek lah pokoknya!

Jadi ilmu buat saya lagi dehh! bahwa harus betul-betul memperhatikan pada moment apa lomba itu diadakan?

Berani mengikuti lomba saja sudah suatu kemenangan, tak usah kecewa kalau nggak juara, walau di awal harapan juara pasti ada lahh !!
Paling bagus bisa ambil ilmu dibaliknya! 

Senang sudah bisa ikut memeriahkan acara, dan memupuk rasa percaya diri untuk berlomba dengan yang ahli di bidangnya! 

Buat emak-emak bloger KEB luar Jakarta yang tak dapat hadir, saya simpan disini fotonya yaa..
Bahagia sudah masuk nominasi .