Wednesday, 10 September 2014

Hikmah Di Rabu Sore



Kemarin waktu tercabut satu persatu
menumpuk...membukit
kering, percuma, sebagian hilang terbawa angin.
Sebagian  menutupi got bau berlumpur

Got kotor dikira kericik sungai bersih menuju lautan
Rumput kering seolah pinus hijau segar tegar
hati terbahak melihat mata tertipu.

Mana waktuku? kembalikan!
Matahari terpingkal.
Bulan hanya berkata sedikit

"Penyesalan itu duri!"
Kau mamah duri, lewati tenggorokan, lambung,

Disitu...
Sepanjang dinding bersekat-sekat
Ada seorang bapak, separuh wajah biru tua
tertutup masker oksigen

yang lain perut membusung turun naik
terbungkus kain sarung lusuh
anak istri menuntun zikir dengan lirih

Seorang ibu sunyi sendiri berteman mesin pacu jantung,
disebelahnya menyembul sepasang kaki berdarah  dari balik horden


Halus nian nasehatMu menggamit...

*RS. PMI-Bogor









2 comments:

  1. Masak sih Mak? Hehehe...Alhamdulillah klw penilaiannya demikian,trmks ya Mak..smg bukan sekedar tulisan, tapi penuh manfaat.

    ReplyDelete