Wednesday, 24 September 2014

Masih Di Bumi









Teh hangat pagi, kokok ayam dari kebun seberang, suara anak sekolah yang lewat
mengingat kan bahwa saya masih di bumi
Melihat pagi adalah melihat kemurahan Allah memberi kesempatan untuk beramal shalih
Semoga tak ada kata saufa....wa saufa..( Nanti dan nanti).

Membuka jendela kamar, ada rona merah bunga kertas
Musim panas begini ramai menghias kebun seberang sampai di pinggir jalan tol
Allah memberi hiburan mata di mana-mana
Jadi, sabar saja kalau menyapu latar lalu kotor kembali.

Doa apa yang  dipanjatkan buat  keluarga hari ini?
Adakah jatah doa untuk orang lain didalamnya?

Atau mungkin baru mendoakan setelah melihat
Kakek tua membawa pikulan dagangan yang berat ditengah terik?
Penjaga warung yang mengangguk ngantuk?
Orang gila yang cari makan di tempat sampah?
Anak kecil penjaja tissue di lampu merah?
Atau pedagang cilik menawarkan kantong dan tenaga dengan melas?

Tebaran cerita  adalah tawaran dari Allah begitu kaki melangkah keluar
Mendoakan untuk mereka akan kembali  ke diri sendiri?






No comments:

Post a Comment