Saturday, 27 September 2014

Orang Maluku Bilang : "OSE CARI OSE DAPA"


Tulisan Ini disertakan dalam Lomba "SADAR HATI"



Sumber gambar: Di sini


2 orang pemuda asal Maluku  ini kelihatan  seram, berkulit gelap, galak, bersuara keras. Semua terbentuk  karna lahir dan besar di daerah pantai. Angin kencang sehari-hari membuat mereka terbiasa dengan suara keras.

Demi  menuntut ilmu rela-relanya mereka berlayar ke tanah Jawa yang waktu itu hanya bisa dicapai oleh orang-orang berduit. Mereka saling bahu membahu dengan orang tua mencarai dana dari hasil cengkeh yang waktu itu masih jadi primadona hasil bumi Maluku.
Kedua orang tua membekali mereka dengan 1 blek (kaleng) makanan super awet, bisa dimakan kapan dan dimana saja. Bukan Mie instant, tapi Sagu Lempeng. Disebut begitu karna sagu dibentuk lempengan.
Dengan penuh harap, orang tua menunggu mereka kembali dalam keadaan selamat dan berhasil.
Sambil berpesan : "Jikalau sudah sampai ke tanah Jawa, jangan lupa Nona Kabaya"
Hihi...artinya, awas, jangan kecantol sama wanita Jawa! gadis desa asal jangan dilupa!

Sesampai di tanah Jawa mereka harus mengalami masa transisi. Penduduk setempat perlu waktu untuk berkomunikasi, padahal sebetulnya mereka sangat lembut dan baik hati, humoris, rela berkorban untuk siapa saja yang berbuat baik pada mereka. Dalam keterbatasan selalu ingin balas jasa. Istilah Maluku bilang : "Parsis Macang Pohon Sagu". Artinya seperti pohon sagu , diluar buruk, kotor hitam,menakutkan, tapi...dalam bersih sebersih kapas.
Jiwa seni sudah cukup menghaluskan hati mereka, meski kadang dalam situasi tertentu mereka bisa garang!

Masa Susah

Seperti siswa jaman kini, kekurangan uang dirasakan juga saat kiriman datang terlambat dari kampung. 1 blek sagu itu lama-lama menipis, dada kembang kempis.
Tapi itulah sifat orang Maluku di perantauan. Mareka kompak. Apalagi dalam keadaan susah.
Falsafah mereka kekerabatan harus terjaga, saling sayang.
Kenyang dan lapar harus sama-sama dirasa.

Seperti 2 pemuda ini, saat kesusahan tak ada kiriman, mereka bisa salin berbagi. Istilahnya "Sagu Selempeng Pata Dua" Maksudnya 1 buah sagu dipatah jadi dua (saling berbagi).
Ada lagi istilah lain "Ale Rasa Beta Rasa" (Kamu merasa, sayapun merasa), atau "Potong Di Kuku Rasa Di Daging" Susah senang sama dirasa.


Perubahan Datang

Dengan berjalannya waktu dan luasnya pergaulan, membawa salah satu pemuda itu larut dalam nikmat sementara yang menipu.
Uang yang dikirim buat bergaya agar banyak menggaet hati wanita. Senyum Nyong Ambon yang manis mampu menundukkan hati wanita-wanit pemalu itu. Belum lagi suaranya yang merdu.
Prinsipnya beda lagi sekarang, "Biar kalah nasi asal jang kalah nasi". Artinya penampilan  nomor satu, meski harus lapar.

Akhir cerita, setelah ia ditinggal wanita, tak ada lagi uang, tak ada lagi gaya, senyum pun pudar.
Datanglah pada saudara seperjuangan.
Tapi apa yang ia dapat? Satu ucapan yang populer di Maluku harus ia terima...  "Ose Cari Ose Dapa". Artinya "Apa yang kami cari, itu yang kamu dapat"
Kalau orang Inggris bilang :  "You pay what you get for!

Hehehe... Saya jadi membayangkan, kalau film Hollywood sedang ada adegan seru berkelahi,  saat si perusuh  kepepet kalah dalam pitingan , lalu si Jagoan bilang : "Ose Cari Ose Dapa!"

Penutup

Pada akhirnya saya bersyukur, dalam menjalani kehidupan bangsa kita masih  memegang falsafah budaya masing-masing yang sarat nasehat moral. Kita lah pemilik dan pewarisnya.
Semoga bisa jadi bekal kebaikan dan pengingat saat kita harus menghadapi budaya lain dimana kita berpijak.






banner










6 comments:

  1. hehehe unik ya bahasanya mbk^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini bahasa pasarnya Mak Zwan, bahasa "tanah" (kuno) kunonya lebih unik lagi, generasi muda jarang yang menguasainya. :)

      Delete
  2. Wow, banyak ya istilah atau ungkapan bahasa daerah Maluku.
    Seperti "Sagu Selempeng Pata Dua" Maksudnya 1 buah sagu dipatah jadi dua (saling berbagi). Emang, sagu bisa dibagi 2 mak..? Kan sagu berbentuk bubuk, gak bisa dipatahin..? Atau batang sagu ya maksudnya ..#eh..gagal paham aku, hihihi,,,

    ReplyDelete
  3. Hihihi.. memang jarang yang tau,Mak. Sagu ada yang dipadatkan berbentuk lempengan. Makannya dengan cara dicelup ke teh manis atau kopi. Kalau nggak begitu, keraaasss banget !! Trmks sdh hadir yaa...*Happyy :)

    ReplyDelete
  4. Intinya kita harus berusaha mendapatkan apa yang kita inginkan... betul

    ReplyDelete
  5. Betul...positif nya begitu, terimakasih Adi, sudah beri koment :)

    ReplyDelete